JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
KAMAR 407


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sabtu siang ini bu Ratna ada jadwal ketemuan dengan teman-teman panitia reuni di cafe yang berada di sebuah hotel. 



Dapat dimaklumi karena banyak rekan bu Ratna yang sudah suksess dalam penghasilan sehingga memilih pertemuan diadakan disini. 



Bu Ratna tak bisa meminta Garo mengantarnya karena Garo ada undangan aqiqahan anak temannya, sehingga dia berangkat sendiri naik taxi.



Bu Ratna sedang asyik berbincang dengan beberapa temannya saat tak sengaja dia melihat ke arah meja  resepsionis hotel. 



Bu Ratna melihat pasangan yang sedang mendaftar, jelas mendaftar karena bu Ratna melihat laki-laki tersebut menerima kunci dari petugas disana. 



“Maaf Mas, saya mau tanya, barusan anak saya masuk kamar, saya hubungi HP nya tak bisa, nomor kamar berapa ya?” tanya bu Ratna, sengaja barusan dia izin ke toilet pada teman-temannya.



“Nama anaknya siapa Bu, biar saya lihat di buku,” jawab petugas ramah.



“Fitri Wulandari,” jawab Bu Ratna pasti, dia yakin tak akan pria tadi pakai nama Fitri karena tadi yang diperlihatkan adalah ID card laki-laki tersebut.

__ADS_1



“Tidak ada nama itu Bu” jawab petugas itu.



“Anak saya, baru aja masuk Mas, dia pakai dress batik biru, baru aja,” bu Ratna memperlihatkan fotonya dengan Fitri yang diambil tiga minggu lalu sesudah dia dan Garo makan malam dengan mbak Prapti. Walau Garo menolak memang mereka tetap rajin bertemu.



“Oh mbak yang ini, iya ini baru aja masuk buk, kamar 407 lantai empat Bu”, jawab petugas setelah melihat photo Fitri.



Bu Ratna langsung menuju lift, dia mengetuk pintu kamar 407 tapi sengaja langsung sembunyi di balik tembok agar tak terlihat saat diintip dari dalam. Cukup lama pintu kamar belum dibuka juga, maka bu Ratna sengaja mengetuk ulang agak kencang.



“Maaf,” bu Ratna langsung masuk saat pintu kamar terbuka sedikit. Laki-laki dengan dada terbuka dengan boxer terbalik yang membuka pintu kamar sampai bengong saat perempuan paruh baya langsung masuk kamarnya tanpa bisa dia cegah.




“Tante Ratnaaa ….” Fitri tercekat melihat ibunya Garo ada didepannya.



Tanpa banyak bicara bu Ratna segera keluar kamar tersebut, dia hanya berucap pada lelaki yang membuka pintu kamar “Terima kasih sudah membuka pintu kamar, sehingga saya punya bukti.”



Bu Ratna merasa cukup Fitri melihatnya sudah membuat dia punya bukti perbuatan kotor perempuan muda itu. Sama seperti yang dilakukan Garo saat mengetahui Fitri tengah malam di Alkid sedang merokok.



Cukup membuat Fitri mengetahui kalau Garo melihat kelakuannya.

__ADS_1


\*\*\* 



“*Le, sesok mbengi kancani nang omah bude Prapti*” pinta bu Ratna malam ini. Dia meminta anaknya mengantar ke rumah bude Prapti besok malam.



“Ngapain lagi Bu, enggak cukup Garo bilang kalau Fitri bukan perempuan yang bisa diharapkan sebagai ibu dari anak-anakku kelak?” keluh Garo. Dia pernah memperlihatkan foto Fitri sedang merokok pada ibunya.



“*Ter ke wae, kowe bakal reti dewe*” jawab bu Ratna tanpa menjelaskan pada anaknya, dia hanya bilang sudah antarkan aja, disana kamu bakal tau sendiri. 



Itulah sebabnya mengapa malam ini Garo dan ibunya ada dirumah bu Prapti dan pak Cipto. Setelah berbasa-basi saling menanyakan khabar, maka bu Ratna masuk ke tujuan utama dia datang ke rumah sahabatnya ini.



“Fitri mana ya Mbak?” tanya bu Ratna.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1676221292808.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.


__ADS_2