JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
HADIAH DARI JINGGA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Onin chantiiiiik," sapa Alesha melihat putri kecilnya sudah rapi dan harum.



"Onin tu ndaaaa," tak kalah kenes Jingga menjawab sapaan bundanya. Dia bilang good morning too bunda.



"Ayo kita keluar," ajak Alesha pada Jingga.



"Iya unda."



"Kita ditunggu sarapan sama yangtie, yangkung sama uyut," Alesha menjepaskan pada putrinya.



"Aem?" tanya Jingga.



"Iya kita maem." Jawab Garo.



Garo dan Alesha mengenakan baju yang sama dengan Jingga, kaos yang Alesha dan Garo beli di Wat Arun. Kebetulan ada size kecilnya seukuran Jingga maka Alesha langsung beli untuk mereka bertiga.



"Wow keren bajunya kakak Jingga," kata Leoni.



"Clara mau ya? Waktu itu Clara belum lahir jadi Bunda nggak beliin kamu." Alesha lupa tak membelikan anak Leoni.



"Aduh foto yang kemarin aja udah lucu banget De," ucap Liani.



"Iya lucu kan ya Mbak ya, foto kembaran gitu antara Jingga sama Clara."



"Kalau anak perempuan gitu. Bisa didandanin ya," kata Leona.



"Ya next kita bikin yang perempuan," jawab Gerry,  semuanya tertawa.



"Wah aku juga mau bikin yang perempuan dong," kata Icha. 



"Alah janjinya nanti kalau Tama udah umur empat tahun," protes Fajar.

__ADS_1



"Bikin mah terus," kata Garo. 



"Oh udah berani ya kamu ngomong gitu," kata Putra.



"Beranilah Dadd, dari dulu juga aku berani kok. Masa nggak berani."



"Eyang mau makan apa?"  tanya Garo pada orang tua ibunya.



Di situ selain ada para eyang termasuk eyang dari keluarga Garo, ada Ratna ada Caroline dan yang lainnya.  Semuanya besannya Ririen lengkap.



"Garo nanti kita check out jam 12.00?" tanya  Caroline.



"Iya, kalau Mami mau tambah waktu boleh," jawab Garo.



"Enggak lah enakan di rumah,"  jawab Caroline.



"Kalau ada yang mau tambah waktu nggak apa-apa. Tapi kami pulang." 




"Bukan soal dibayarin. Males ah enakan di rumah."



"Oh iya Yangtie, Jingga punya kado buat Yanktie sama Yangkung." Kata Alesha, dia menuntun putrinya mendekat meja Ririen.



"Hadiah apa sayang ?"



"Ini, iyah," kata Jingga. Gadis kecil itu memberikan amplop kecil berwarna hijau pada Ririen.



"Apa sayang?" Tanya Ririen lagi.



"Iyaaaaah," kata Jingga.



"Hadiah dari Jingga? Terima kasih ya cantiknya Yanktie"


__ADS_1


"Iya iyaaah," kata Jingga lagi.



Ririen membuka dan melihat testpack dengan dua buah garis.



"Wow serius? Alhamdulillah!"



"Selamat ya sayang. Selamat ya."  Mereka semua terpesona mendapat kejutan dari Alesha dan Garo pagi ini.



"Amaaat," kata Jingga.



"Iya selamat kakak Jingga mau punya adik," kata Liani.



Garo dan Alesha menikah dua hari lebih dulu dari Liani tapi Liani belum dikaruniai momongan.



Padahal Liani tidak melakukan pencegahan seeprti yang Garo dan Alesha lakukan.



Rizky memang  nggak ada yang tahu kan.



"Terus kapan kalian mau pindah rumah?" tanya Putra.



"Minggu depan kali Dadd,  biar Alesha nggak capek. Tadinya sih mau tiga hari lagi, tapi karena kondisi kayak gini aku kerjain sendiri aja angkat-angkatnya. Alesha cuma tinggal pindah bawa badan aja."



"Barang kalian katanya nggak dibawa, cuma baju aja?"



"Iya, nanti rumah baru tuh lebih banyak barang baru. Yang di Pavilion tetap kami pakai kalau siang."



"Sebenarnya kalau paviliun dikosongin juga nggak apa-apa. Biar Jingga di rumah kalau siang. Malah jadi main sama Tama," kata Icha.



"Jangan Kak, nanti dia jadi lebih banyak bingung. Karena terlalu banyak aturan yang berbeda.  Biarin aja dia di rumah sendirian kayak biasa kalau dia main ke belakang nggak apa-apa setidaknya dia merasa punya basecamp," jelas Alesha.



"Nanti kalau dia udah ngerti baru paviliun dikosongin kalau ada yang mau pakai."


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE


__ADS_1


__ADS_2