JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
DIA LELAKI IDAMANKU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Mbak, saya mau berangkat ke rumah sakit, ambil baju kotor dan sudah siapkan baju bersih buat Mbak Lesha dan mas Garo. Niatnya saya mau beli gudeg. Mau pakai jenang atau nasi?" Tanya Dwi.



"*Jenang wae*. Sambal goreng kreceknya beli ekstra."



"Iya Mbak aku ngerti kok nggak pakai tahu kan?" Dwi hafal kesukaan majikkannya.



"Iya nggak pakai tahu lah," jawab Alesha.


\*\*\*



"Ini sarapannya Dedek," seorang staff dapur mengantar sarapan bagi semua pasien.



"Oh ya makasih ya Bu," kata Alesha pada saat menerima ransum jatah makannya Jingga.



Saat itu Jingga sedang menonton TV dengan Garo. Garo mencari channel untuk tontonan putrinya. Dia menjelaskan apa yang mereka tonton. Jingga memperhatikan seakan mengerti.



"Semoga kamu cepat dibuka infusnya ya Dek," kata Garo karena anaknya risih dengan selang infus yang berada di tangannya.



"Mas mandi dulu sana," perintah Alesha.



"Kenapa Yank?" tanya Garo.



"Mbak Dwi mau datang, biar baju kotornya dibawa pulang." Ujar Alesha.



"Enggak usah nanti aku telepon rumah aja nggak apa-apa," ujar Garo.



"Kalau nggak enak ya pakaian dalamnya aja yang Mas simpan. Baju kotor semuanya dibawa pulang aja ya,"   Alesha mengerti mengapa Garo tak mau baju kotor dibawa Dwi pulang.



"Baiklah, Ayah mandi dulu ya Dedek duduk sini ya sama Bunda atau mau dipangku Bunda?"



"Nda au,"  Jingga tak mau dipangku bundanya.  akhirnya Jingga duduk di kursi ditemani oleh Alesha.  

__ADS_1



"Ayah mandi ya?"



"Iya," balas Jingga dengan manisnya.



Gario mengambil baju bersih dari tasnya.



"Mas bawa alat mandi nggak?" tanya Alesha.



"Mas lupa Yank.'



"Ada sikat gigi baru belum aku buka  di tas alat mandiku. Ambil aja di tas mandiku. Tas mandi di kamar mandi Mas."



"Oh yo wes aku buka ya," Garo pun segera masuk kamar mandi.



Garo dan Alesha sudah rapih mandi mereka sudah fresh. Baju kotor sudah diletakkan di tas kresek yang nanti akan dibawa pulang oleh Dwi.



Dwi telah datang dan sedang beres-beres baju kotor Jingga ketika dokter Puji datang. 




"Au au ," kata Jingga menolak dipegang Puji.



"Sebentar sayang ya,  ibu dokternya mau ngelihat dulu Dede udah sehat belum." Bujuk Garo.



"Au au Yah au," tolak Jingga.



"Iya sama Ayah kok. Sama ayah ya, sama Ayah tapi diam jangan nangis biar cepat pulang kan?"



"Anak Ayah pintar kan?" kata Garo. Jingga langsung balik badan memeluk ayahnya.



"Gimana bu dokter mau periksa kamu Dek kalau kamunya peluk Ayah kayak gitu," kata Alesha.



"Sudah yuk biar diperiksa, kita bobo'an sama ayah ya?"  Garo mengajak Jingga ke brankar sehingga tiduran. Dia pegang tangan dan menciumi kening Jingga agar putrinya tenang. 

__ADS_1



"Pinter kan ibu cek ya anak hebat kan," Puji melihat semua kalimat manis Garo buat putrinya juga kesabaran Garo dalam mengurus sang putri yang hanya mau pada dirinya.



'*Lelaki seperti ini idamanku untuk jadi suami. Kenapa dia sudah milik orang lain*?' kata Puji menyesal dalam hatinya.



Puji ingat saat SMA dulu.



"*Pacarmu ganteng yo mbak," komentar Puji saat di sekolah tersiar khabar Garo punya pacar*.



*Pria idaman semua gadis. Ganteng, pinter, sopan dan sholeh*. 



"*Dekne mung dolananku owg, jawab Murni. Murni memberitahu bahwa Garo itu cuma mainannya saja. Sebenarnya Puji menyukai  Garo. Lelaki pujaan satu sekolah*.



"*Mainan katamu Mbak?" Tanya Puji memastikan*.



"*Ngapain aku pacaran sama dia," sanggah Murni santai*.



"*Tapi kan dia ganteng sopan dan pintar Mbak," kata Puji*.



"*Ganteng, pintar dan sopan kalau nggak punya duit buat apa? Lagian dia nggak pernah ngapa-ngapain kok. Pacaran ngajak makan enggak,  ngajak nonton enggak, paling jajanin cuma pulsa berapa*."



"*Jajanin Mbak es dawet nggak pakai bakso atau apapun. Ngapain aku pacaran sama dialah*."



"*Terus sekarang ngapain Mbak deketin dia?" Tanya Puji penasaran*.



"*Sekedar memenangkan pertarungan aja, karena dia itu banyak yang naksir, tapi dia nggak pernah mau*."



"*Jadi aku cuma mau naklukin dia aja. Nggak minat aku sama Garo itu," kata Murni dengan sombongnya*.



*Saat itu Puji masih kelas 1 tentu dia sangat menyukai seniornya itu. Puji sangat kagum terhadap sosok Garo yang tampan pintar berwibawa dan sangat sopan*.


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND



Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN

__ADS_1



__ADS_2