
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Alesha ingat sejak dia mulai masuk play group daddy selalu mengantarnya sampai depan pintu kelas, dan saat dia mulai besar maka daddy hanya mengantar sampai depan pintu sekolah.
Bahkan bila Alesha merasa sakit, dia lebih nyaman dalam pelukan daddy daripada pelukan mommy, tidak seperti bang Fajri yang bila sakit memilih berada dalam dekapan mommy.
'*Lalu bagaimana nasibmu kelak chantiqnya Bunda*?' tanya Alesha dalam hati sambil mengusap pipi Jingga dengan pelan.
'*Doakan Bunda bisa memenuhi semua kebutuhanmu ya Nak. Bunda yakin yankkung dan pakde Fajar serta pakde Fajri akan melengkapi Bunda membimbingmu. Kamu tak akan kehilangan figur ayah dalam hidupmu kelak*.'
'*Ayah? Bagaimana dengan Garo? Apa laki-laki tersebut bisa menjadi imamku dan menjadi hero bagi Jingga seperti daddy menjadi hero ku*?'
Ingatan Alesha langsung pada sosok yang selama ini intens mendekatinya.
Jingga mulai bangun karena dia buang air besar, Alesha menyiapkan air hangat untuk sekalian memandikan Jingga karena hari sudah sore.
Sehabis mandi Alesha membawa Jingga keluar rumah tanpa membawa ponsel. Alesha mengunjungi mommynya dan meminta mbak Dwi nanti menyusul membawakan beberapa baju ganti untuk Jingga.
__ADS_1
Dan Alesha berpesan agar mengunci pintu sebelum pembantunya itu menyusul. Mbak Dwi belum selesai bikin serundeng pedes manis untuk makan uli bakar, maka tak bisa bareng Alesha ke rumah utama.
“Woooow, ada tamu jauh yaaaaa,” sambut Ririen saat melihat anak dan cucunya datang.
“Super jauh yanktie, aku naik jet pribadi lho kesini nya,” balas Alesha seakan Jingga yang menjawab.
“Yanktie kangeeeeen banget ama kamu chantik,” Ririen menciumi cucunya yang saat ini sudah berada dalam gendongannya.
“Ha ha haaa, sejak ada baby, Bunda sudah enggak dianggap ama Yanktie nih,” goda Alesha.
“Iya lo Mbak, serius dulu Mommy paling senewen kalau harus kerja jauh dari anak-anak. Mommy tau kangennya seperti apa! Tapi rasa kangen ke cucu tu beda, seperti ketika kita kangen ke kekasih hati tapi lebih berat,” begitu Ririen menceritakan rasa yang dia alami saat ini.
“Jadi intinya rasa kangenmu ke Jingga lebih berat daripada saat kangen ke daddy gitu?” goda Putra yang baru masuk sepulang kerja.
“Ha ha haaaa, Mommy enggak pernah kangen ke Daddy koq,” balas Ririen malah menggoda suaminya. Ririen menerima kecup di kening dan puncak kepala dari laki-laki yang selalu bisa membuatnya bahagia tersebut.
Putra pun memeluk Alesha dan memberikan cium di kening dan puncak kepala anak perempuannya itu.
“Yankkung mandi dulu ya baru kiss and hug Jingga,” katanya melihat wajah mungil cucu pertamanya itu. Dia belum bersih-bersih badan, tak berani menyentuh cucunya.
__ADS_1
“Mbak, kamu tolong bikinin teh jahe daddy dong, Mommy enggak mau taruh Jingga ah,” Ririen meminta Alesha yang menyiapkan teh bagi suaminya. Padahal biasa kalau untuk Putra, Ririen tak pernah mau mendelegasikan pada siapa pun.
“Ha ha haaaa, katanya jangan keseringan di gendong Mom, nanti bau tangan jadi repot enggak bisa disambi,” Alesha memberitahu mommynya petuah turun menurun yang selalu didengar seorang ibu.
“Iya, sejak dulu Mommy sudah dengar istilah bau tangan, tapi semua anak Mommy biasa aja tuh disambi. Apalagi sampai si kembar tujuh bulan Mommy masih kerja kan. Begitu dirumah tentu saja kita kan maunya dekap anak kita karena merasa bersalah ninggalin mereka kerja. Tapi kalian ber lima enggak ada yang rewel koq,” jelas Ririen sambil mengingat repot dan sibuknya dia ketika itu.
“Eh udah sana bikin minum daddy dulu, ada jadah ( di Jakarta atau Jawa Barat disebut uli di beberapa daerah di Jawa Tengah dan jawa Timur banyak nama lain juga. Ada juga yang menyebut tetel ) di dekat kompor, sudah Mommy siapin untuk di *garang* di teflon ya,” jelas Ririen.
“Wah, mbak Dwi lagi bikin serundeng pedes manis Momm, aku kemaren juga beli uli makanya bikin serundeng. Aku telepon mbak Dwi deh biar pas kesini bawa baju Jingga dia juga bawain serundengnya,” Alesha langsung menelepon mbak Dwi dengan telepon rumah.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.