
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Pagi jam tujuh pagi Garo sudah bersiap untuk bertugas sebagai ketua panitia. Dia akan menemui peserta dan menemani mereka sarapan, lalu dia bersama panitia lain akan mempersiapkan acara lomba, dia tak akan ikut menemani rombongan jalan-jalan.
“Met kerja ya, aku hari ini enggak ke hotel atau ke arena lomba ya, ketemu besok aja, itu pun aku datang siang sebentar aja atau agak sore,” Alesha memberikan spirit bagi Garo.
“Aku pasti kurang energi kalau enggak lihat kamu seharian Yank, nongol sebentar lah pulang kerja,” pinta Garo sambil memeluk Alesha dengan satu tangannya dan tangan lainnya Garo menggendong Jingga yang sejak bangun tidur tak mau lepas dari dekapnya.
“Aku enggak janji, tapi aku usahain mampir,” jawab Alesha lalu dia mengecup bibir Garo sehingga wajahnya didorong Jingga.
“Anak Ayah nih curang deh, Ayahnya dimonopoli,” keluh Alesha sambil menciumi Jingga dan menggelitik perutnya.
“Ha ha ha Ayah punya Dede ya, Bunda enggak boleh kiss Ayah?” Garo juga mengomentari kelakuan Jingga yang mendorong wajah Alesha agar menjauh dari wajah Garo.
“Kopinya habiskan dulu Mas, dan jangan lupa sarapan yang bener karena kamu enggak mau sarapan dirumah,” pesan Alesha sambil mengantar Garo ke mobilnya.
"Kalau Mas sarapan di rumah, nanti di hotel enggak sanggup nemani para tamu sarapan Yank," balas Garo. Dia bukan menolak sarapan yang disiapkan Alesha untuknya.
\*\*\*
Jam empat sore, Alesha bersiap pulang, kali ini dia masih mengenakan pakaian kerja resmi, celana corduroy biru donker dengan kaos rajut turtle neck biru muda di lapis blazer biru donker dengan tas kerja dan sepatu kulit biru tentunya.
__ADS_1
Alesha akan menghampiri Garo di arena lokasi lomba yang besok akan diadakan. Dia sudah berbekal termos gelas berisi coffee vanilla late untuk Garo, serta beberapa snack dari kedai kopi miliknya di supermarket bangunan.
Sejak dia turun dari mobil dan berjalan anggun ke lokasi lomba sedang dipersiapkan tentu saja membuat banyak pandangan tertuju padanya. Bukan hanya netra milik laki-laki, tapi juga netra perempuan banyak yang menatapnya penuh iri.
Sebelum memasuki lobby tempat akan diadakan lomba Aroid, Alesha harus melewati lokasi pameran mobil. Tak disangka seseorang memanggilnya dengan penuh damba.
“*Babe*”
Alesha yang merasa pernah akrab dengar suara itu tanpa sadar menengok, dilihatnya sosok kurus tak terawat memandang dirinya penuh cinta.
Alesha kembali memalingkan wajahnya dan terus berlalu dari lokasi itu menuju lokasi lomba tanaman.
“Mas,” panggil Alesha dari belakang Garo yang sedang memperhatikan list acara dan kelengkapannya.
“Tadi makan siang jam berapa dan pakai apa?” cecar Alesha begitu duduk disisi Garo. Dia wajib menanyakan hal itu karena bila tak dikontrol Garo itu lupa makan.
Garo hanya diam, dia tau dia salah karena sampai saat ini dia hanya focus pada kerjaan dan lupa makan. Alesha membuka snack yang dibawa dari cafenya serta tadi saat baru turun mobil dia sempat beli burger di counter ujung parkiran. Dibukanya bungkus burger sedikit lalu dia menyuapi Garo.
“Aaaaa,” perintah Alesha.
“Besok-besok lagi aku enggak mau nengokin orang gila kerja bahkan sampai di acara pun aku enggak mau datang kalau Mas enggak perduli ama kesehatannya sendiri. Mas enggak sayang aku dan Jingga,” desah Alesha mengeluhkan kebiasan buruk Garo bila sudah kerja..
__ADS_1
“Jangan gitu dong Yank, iya aku akan ubah, akan selalu inget makan deh,” rajuk Garo.
Alesha mengambil tissue basah dari tas nya dan mengusap ujung mulut Garo yang belepotan saos. Dan ada tiga pasang mata yang terluka melihat kejadian tersebut.
Sepasang mata pertama adalah milik Rezky yang sengaja mengikuti mantan istri yang selalu dirindukannya.
Sepasang kedua adalah milik Widdyo yang baru saja memasuki area tersebut dan ingin berdiskusi dengan Garo sebagai ketua panitia, sedang sepasang mata ketiga adalah milik Anna yang habis kecewa karena sesampai dirumah Garo diberitahu kalau ibu Garo pergi ke Solo sampai hari Selasa depan.
“Sekarang janji, besok Bunda jauh juga lupa,” goda Alesha.
“Engga Yank, janji deh,” Garo memperlihatkan jari telunjuk dan tengahnya pada Alesha sebagai tanda bersumpah.
“Gombal. Nih terusin maem sendiri” Alesha menyodorkan separo burger yang masih di tangannya.
“Enggak, enakan dari tanganmu aja,” Garo menjawab sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Maaf, saya ganggu ya?” tanya Widdyo yang akhirnya menguatkan hatinya untuk menerima kekalahan.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.
__ADS_1
