JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
FEELING SO GOOD


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Garo sebal bukan kepalang. Sejak keluar dari rumah pakde Cipto dia diam, ibu pun malas bicara karena tau anak lelakinya sedang marah. 



Sehabis memarkirkan mobilnya, Garo langsung menyimpan kunci mobilnya dalam lemari lalu dia mengambil jacketnya dari paku gantungan serta mengambil kunci motor dari laci meja. Dia segera keluar mengemudikan motornya.



Garo menuju alun-alun kidul, lokasi yang ramai walau sampai tengah malam. Di alun-alun kidul Garo hanya duduk diatas motornya, dia bukan perokok sehingga hanya melihat hiruk pikuk orang berwisata malam saja



“Mas Garo,” sapa seseorang.



“Eh kamu, sama siapa?” tanya Garo pada seorang pekerjanya yang berjalan mendekati dirinya.



“Sendiri lah Mas, kan rumahku di gang belakang ini,” jawab si pegawai.



“Kesana Mas, minum wedang ronde dan makan bakaran jagung di lapak bapakku.”



“Enggak usah, saya lagi pengen diem aja, kamu kalau lagi sibuk silakan lanjutkan aja,” jawab Garo. 



“Malam ini jadwal siapa jaga kebon?”



“Mas Kuat,” jawab pegawainya.


__ADS_1


“Ya wis saya ke kebon aja,” jawab Garo, dia lalu berlalu dari Alkid ( alun-alun kidul atau lapangan selatan ). 



Saat dia melajukannya motornya pelan, dia melihat sosok seperti Fitri sedang duduk lesehan dengan beberapa temannya sambil merokok dan bercanda ria. 



Ditepikannya motornya untuk sekedar melihat lebih jelas. 



Ternyata benar, sosok itu adalah Fitri, yang saat di rumahnya sangat santun. 



Dikuncinya stang motor dan sengaja berjalan mendekati rombongan tersebut. Dia sengaja berdiri tepat didepan meja Fitri. Garo ingin Fitri melihat dirinya.



Saat Garo melihat Fitri sudah melihat dirinya, Garo langsung memberi jempol kebalik dan berlalu dari sana.




Bagaimana mungkin seorang perempuan baik-baik kongkow dengan teman-temannya jam dua belas malam sambil merokok? 



'*Ini rupanya feelingku tadi*,' batin Garo, dia memutar motornya ke arah rumahnya, tak jadi ke kiosnya


\*\*\* 



“*Mau mbengi soko ngendi? Koq malah metu*?” tanya bu Ratna saat sarapan. Semalam kamu kemana, koq tengah malam malah pergi keluar, katanya pada Garo.



“Aku iseng ke alkid bu, dan ibu tau tengah malam siapa yang aku temui disana?” tanya Garo sambil mengunyah bihun goreng yang disiapkan ibu untuk sarapan mereka pagi ini



“*Yo ra ngerti lah*” jawab si ibu, dia bilang ya engga tau lah.

__ADS_1



“Fitri dengan teman-temannya, dan dia sedang tertawa cekakakan sambil merokok,” jawab Garo.



“*Tenane*?” bu Ratna memastikan dengan bertanya :  yang bener?



“Mas enggak bakal bikin fitnah, dan Mas sengaja nyamperin dia biar dia tau Mas ngelihat dia secara langsung. Buat apa Mas dapat info dari orang lain,” jawab Garo santai.



Bu Ratna tentu saja sedikit kecewa, karena dia ingin bermenantukan perempuan nan lembut dan bisa mengurus anaknya kelak.



“*Le, omah kidul sing kosong wis rampung rehab e*?” tanya bu Ratna mengalihkan topik bahasan. 



Dia bertanya rumah yang Selatan yang kosong, sudah selesai belum rehab nya. Dalam batinnya bu Ratna akan berupaya mengetahui latar belakang Fitri gadis anak sahabatnya sejak SD yang sudah beberapa bulan ini disodorkan untuk menjadi menantunya. 



Karena tak enak dengan sahabatnya maka dia kemarin lancang tanpa bertanya pada anaknya langsung menyetujui tawaran itu



“Hari ini Mas mau kontrol kesana sebelum ke kios, juga ngecek rumah yang di rubah jadi kamar kost yang dekat UPY ( Universitas PGRI Yogyakarta ), biar bisa segera terima penghuni kalau paklek Wawan sudah bisa pindah buat jaga disana” jelas Garo.



Garo memang memiliki beberapa rumah yang dikontrakan, dua rumah yang dekat kampus sejak lima bulan lalu sudah diubahnya menjadi rumah kost. Sehingga nantinya dia punya penghasilan bulanan.


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.

__ADS_1


__ADS_2