
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Sudah kamu tetapkan nama baby mu sayang?” tanya Ririen sambil berbaring miring ke arah kasur Alesha. Infus Ririen sudah dibuka tapi Ririen belum boleh turun dari ranjang.
Belum sempat Alesha menjawab pertanyaan mommynya, Fajar dan Icha masuk ruangan tersebut. Sementara Fajri sudah pulang subuh tadi.
“Assalamu’alaykum” sapa Fajar dan Icha berbarengan.
“Wa alaykum salam” jawab Putra, Ririen dan Alesha hampir berbarengan.
Icha dan Fajar salim pada Ririen dan Putra lalu mereka bergantian menciumi dan memeluk Alesha.
“Selamat ya adek kecilnya Mas, kamu hebat sudah kuat melewati satu ujian kehidupan. Mas bangga ama adek” ucap Fajar sambil tak bosan menciumi puncak kepala adiknya
“Selamat jadi mamud ya Dek” Icha memeluk iparnya penuh kasih.
“Iya Kak, matur nuwun” jawab Alesha membalas pelukan kakak iparnya.
Dua orang suster dan seorang dokter masuk. Rupanya laki-laki dengan snelli di luar kemeja biru dokternya adalah dokter anak yang akan memeriksa kondisi bayinya Alesha.
__ADS_1
“Selamat pagi dokter Rusdi” sapa Icha dengan hormat ada doketer seniornya itu.
“Eh pagi juga dokter Sisca, enggak dinas?” tanya dokter Rusdi.
“Saya lepas dinas malam Dok, lalu langsung kesini. Ini adik ipar saya dan beliau mertua saya” jawab Icha menunjuk Ririen.
“Oh ini keponakanmu?” tanya dokter sambil memeriksa baby dan memberi instruksi pada kedua suster yang mengikutinya. “*So far so good* ya dokter Sisca, semoga baby makin pintar nyedot ASI biar cepat nambah berat badannya” demikian keterangan dokter Rusdi specialis anak.
“Mari, saya permisi, selamat pagi,” sang dokter menangkupkan dua tangannya untuk pamit
“Kamu belum jawab pertanyaan Mommy tadi Lesha,” desak Ririen kembali dia menanyakan nama cucunya.
“JINGGA SABRINA PURWANAGARA” jawab Alesha pasti, dia ingat senja kemarin saat akan menuju rumah sakit, langit berwarna jingga, sedang sabrina diambil dari kata sabar. Perasaan yang harus dia hayati selama mengandung Jingga.
“Kenapa enggak pakai Malik?” tanya Ririen
“Walau dia lahir saat aku masih sah sebagai istri Ricky secara hukum, tapi dia bukan Malik, dia Purwanagara seperti aku, walau aku bukan anak daddy” cetus Alesha.
Putra langsung memeluk princessnya dan mengecup puncak kepalanya “Kalian semua anak daddy, dari mas, abang dan kamu semua anak daddy. Apa daddy pernah membedakan kalian?” jawab Putra, dia paling sedih bila harus terbentur dengan status ketiga anak sambungnya yang seharusnya bernama belakang Mahendra sesuai dengan darah Ricky Putrawan Mahendra ayah kandung mereka.
__ADS_1
“Ya, jangan pernah bilang kita bukan Purwanagara” Fajar membenarkan pendapat Putra, dari daddynya lah Fajar bisa mempunyai rule model bagaimana menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab dan sangat mencintai pasangan hidupnya, menghormati belahan jiwanya serta mengasihi anak-anaknya.
“Pokoknya nanti Mas bikinkan akte pakai nama itu. Dan jangan lupa sehabis dapat resi nomor pendaftaran pembuatan akte kelahiran, buat juga pendaftaran perceraianku” cecar Alesha.
“Apa kamu sudah memberitahu Rezky tentang kelahiran anaknya?” tanya Ririen hati-hati.
“Mommy aja yang kabari umi, aku enggak akan mengabari Rezky karena namanya sudah aku block dari hati dan otakku” jawab Alesha sarkas.
“Oke, Mommy yang akan mengabari, juga sekalian menghubungi eyang putri dan nenekmu,” jawab Ririen dan meminta suaminya mengambilkan ponselnya di laci meja
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.
__ADS_1