
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Alesha masih tak bisa menjabarkan apa yang dia rasa!
Sedih? Apa alasannya sedih? Wong lelaki itu enggak dia *kenal*.
Kehilangan? Kenapa harus merasa kehilangan wong enggak pernah memiliki.
Jadi apa dong yang dia rasakan kali ini? Alesha bahkan tak memegang Jingga bila tak dirasa pabrik ASI nya bengkak dan membuatnya kesakitan akan rasa senat senut di puncak mahamerunya.
Alesha membuka pesan dari *papa* nya yang dikirim oleh mas Fajar. Entah sudah keberapa kali dia baca **pesan** itu.
**Kak Fajar**.
*Mungkin panggilan ini tidak pas ya ditelingamu? Kalau tak salah panggilanmu MAS kan*?
*Tak apa, papa akan tetap panggil kamu itu, karena sejak punya adik, kamu disebut kak Fajar*.
*Kamu tidak lahir pagi hari saat fajar datang! Tapi kamu adalah Fajar bagi papa dan mama*.
*Karena hadirmu. Kami jadi orang tua*!
*Aku disebut PAPA. Walau peran sebagai papa tak sukses aku lakukan*.
*Sering mamamu ribut menegurku : sentuh dia walau dia belum tahu. Belai dan cium dia agar dia tahu kamu ada untuknya. Dan banyak lagi perintah mamamu yang aku anggap angin lalu*.
*Mana mungkin bayi baru lahir sudah tahu siapa papanya dan merasakan kasih sayang begitu pikirku*.
*Aku mulai tak suka aturan mamamu. Kadang menyuruhku mendekatimu tapi di waktu lain dia akan marah kalau aku mendekatimu : pulang kerja ganti baju dulu, mandi dulu baru sentuh anak*!
*Perempuan memang serba salah dan mau menang sendiri, begitu pikirku kala itu*.
*Saat itu penyakit lamaku kambuh. Aku suka darah perawan. Hanya mamamu yang aku dapat darah perawan setelah kami resmi menikah. Dia satu-satunya perempuan yang aku cintai sampai aku mati*.
*Perempuan lain bodoh dan mau saja aku tiduri tanpa terikat pernikahan. Semua istriku selanjutnya hanya pelengkap. Tak ada yang aku cintai seperti mamamu*.
*Penyesalanku sampai saat ini adalah aku bercerai dengannya karena perselingkuhan yang aku lakukan. Padahal aku sangat mencintainya*.
__ADS_1
***Kak Fajri***
*Papa sangat bersalah padamu! Saat kamu lahir, papa sedang dalam dekapan perempuan lain yang papa dapat di kantor. Rasanya papa tak pantas untukmu Nak*.
*Parahnya ketika kau berumur satu setengah tahun aku menyandramu menjadikan ancaman agar mamamu mau meladeniku sebagai suami*.
*Apa lelaki sepertiku pantas untuk kau sebut papa*?
*Aku melihat kehebatanmu di panggung barusan. Aku bangga padamu Nak*.
*Satu yang ingin aku minta padamu : maafkan papa*!
*Tak perlu kau akui aku sebagai papamu di muka umum. Hanya maafkan papa. Itu saja permintaan papa pertama dan terakhir*.
*Walau sebenarnya ada keinginan papa selain kata maaf darimu. Aku ingin kau peluk dan meninggal setelah merasakan hangat pelukmu seperti lelaki yang kau panggil daddy itu rasakan*.
***Papa ingin peluk hangatmu***.
***Alesha putriku***.
*Maafkan lelaki buruk ini Nak*.
*Pernah dua kali papa meminta mamamu untuk rujuk dengan alasan demi dirimu. Saat kau dalam kandungan dan saat kau berumur satu bulan*.
*Mamamu tak lagi memberi kesempatan pada lelaki yang memang tak pernah kapok berbuat salah ini*.
*Papa bersyukur mendengar kakakmu tadi mengatakan kau telah mempunyai anak. Walau di panggung tadi papa tak melihat sosok suamimu*.
*Semoga kau tak kena karmaku. Mendapat lelaki busuk yang menyakitimu*.
*Bila itu terjadi maafkan papamu Nak*.
*Papa tahu pesan ini akan kalian baca ketika papa telah terbang jauh. Karena bila papa masih hidup pesan ini tak akan pernah papa berikan pada kalian*.
***Pesan papa sayangi dan hormati terus mamamu. Sayangi dan jaga terus dia untuk papa yang selalu mencintainya tanpa tergantikan***!
*Walau kalian tak percaya, tapi papa akui PAPA SAYANG KALIAN*!
__ADS_1
Alesha terus membaca pesan itu berulang.
Alesha merasa ada ketulusan yang Ricky katakan, terlebih saat menyuarakan ingin merasakan dekap hangat bang Fajri sebelum dia meninggal.
Papanya *cemburu* pada daddy yang mendapat pelukan dari abangnya.
Alesha merasakan ketulusan ungkapan cinta Ricky pada mommynya tapi sayang tak bisa menahan gairah nafsu kotornya.
*hormati terus mamamu. Sayangi dan jaga terus dia untuk papa yang selalu mencintainya tanpa tergantikan*
*So sweet* dan sangat dalam cinta lelaki itu pada mommy, sayang dia menikam terlalu dalam sehingga mommy tak bisa lagi memberinya maaf.
"Yank, Mas pulang ya," Alesha mendengar suara Garo. Sejak sore lelaki itu datang dan dia tak memberi atensi sama sekali.
"Eh, maem dulu yok Mas," ajak Alesha.
"Tadi Mas sudah makan sendiri koq. Mbak Dwi juga sudah Mas suruh pulang tadi jam delapan." Garo benar-benar ekstra sabar menghadapi sikap Alesha sejak meninggalnya Ricky. Bahkan yang Garo tahu, bu Ririen juga sama.
Garo sekarang tahu kalau di keluarga bu Dewi dipanggil bu Ririen.
Alesha tentu kaget mendapati kenyataan kalau dia sudah sangat buruk memperlakukan Garo beberapa hari ini. Alesha memeluk Garo dan menangis. Dia merasa sangat bersalah.
"Maaf. Maafin aku Mas, maafin aku," hanya itu kata-kata yang bisa Alesha ucapkan.
"Sstt. Enggak ada yang harus dimaafkan. Udah sekarang kamu bobo. Pindahin Jingga ke kamarmu sana. Ayah pulang ya," Garo mengecup lembut kening Alesha.
"Hati-hati. Bawa jas hujan kan?" Alesha dengan berat hati melepas Garo pulang. Terdengar bunyi petir bersahutan. Tapi di Sedayu belum hujan.
"Ada koq jas hujannya. Assalamualaykum," Garo menempelkan bibirnya di bibir Alesha pelan. Dia rasa balasan dari kekasihnya maka dia pun mencium Alesha lebih dalam.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.
__ADS_1