
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Kak Icha, tiga hari lagi Jingga akan dapat MPASI ( makanan pendamping air susu ibu ), menu pertama yang harus aku berikan apa, walau udah buka internet, tapi kayaknya lebih enak kalau dengar dari dokter spesialis anak langsung kan?” Alesha meminta saran pada Icha.
“Wah enggak kerasa ya, tiga hari lagi Jingga enam bulan” cetus Ririen. Saat itu mereka sedang bertiga dikamar, karena Jingga sedang minum ASI.
“Apa Rezky pernah datang atau tanya khabar Jingga?” tanya Ririen.
“Dia enggak akan bisa hubungi aku, kan nomornya sudah aku blokir Mom,” jawab Alesha jujur.
“Paling enggak, kan pura-pura mertuamu yang tanya, atau dia menghubungi pakai nomor lain. Atau dia langsung datang kesini tanya kondisi anaknya,” gemas Ririen mengingat nasib Jingga sama dengan nasib Alesha dulu. Dia merasa dejavu.
“Mommy aneh. Jingga itu bukan anak pertama dan anak satu-satunya dari laki-laki laknat itu. Aku yakin anaknya yang lain pun sama aja, enggak ada yang pernah dia ingin lihat atau ingin dia peluk. Dia enggak seperti mas Garo, yang bisa jungkir balik kalau enggak lihat Jingga sehari aja,” jelas Alesha.
“Itu persis seperti daddymu. Dia panas dingin kalau enggak ketemu kamu saat kami belum menikah. Dan yang Jingga rasakan ke Garo persis yang kamu lakukan ke daddymu.
“Serius? Garo dan daddy fallin in love pada new baby born?” tanya Icha.
Mommy hanya menjawab mengangguk. “Kalau enggak lihat sendiri enggak akan percaya Kak. Kemana pun kami berdua pergi, ingatan dia cuma ke pacar kecilnya,” Alesha tersenyum bahagia mengingat cinta Garo pada Jingga.
“Trus kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian?” tanya Ririen.
__ADS_1
“Mas Garo sih sudah minta aku ketemu ibu lalu langsung nikah. Aku yang masih ragu Mom,” Alesha mengungkapkan perasaannya.
“Kalian pernah dengar kan saat Mommy minta batalkan acara lamaran daddy? Kalian juga pernah dengar gimana daddy dan keluarganya membujuk Mommy agar menerima daddy. Apa langkah itu juga yang harus Garo tempuh untuk membuatmu memutuskan sanggup menerima dia?" Tanya Ririen
“Ya jangan gitu juga lah Mom. Tapi kalau saat ini aku belum bisa yakin untuk kembali berumah tangga. Bukan enggak yakin ama mas Garonya,” jawab Alesha.
“Kamu harus pikirkan usia Garo, dia enggak seperti daddy yang baru berumur 20 saat ngejar Mommy. Kalau orang tuanya Garo menjodohkan dia karena sudah telat nikah gimana?” pancing Ririen seakan dia tak tau kalau Garo pernah dijodohkan dan Garo sudah cerita dia cinta pada Jingga sejak Jingga masih dalam kandungan.
“Mas Garo pernah dijodohkan ibunya karena usianya sudah cukup umur tapi enggak pernah bawa perempuan. Namun perjodohan batal karena ibu tau perempuan itu enggak baik,” balas Alesha.
“Oke lah sekarang ibunya kapok ngejodohin, gimana kalau sekarang bapaknya yang ngejodohin?” pancing Ririen, dia ingin tahu sejauh apa Gita mengenal Garo.
“Bapaknya sudah meninggal Mom,” jawab Alesha
“Mommy nakutin ih ngasih contohnya,” tukas Icha sambil mengelus perutnya. Babynya sedang menendang.
“Ya ampun Cha, itu perempuan nyosor ke kamarnya Garo, kalau sejak awal Garo enggak tukar kamar dengan pegawainya, bisa jadi dia kena gerebek di hotel,” jelas Ririen
“Mas Garo enggak cerita tentang itu,” Alesha malah tak tahu soal Anna masuk kamar Garo.
“Mungkin ada pertimbangan lain sehingga dia belum cerita, Mommy yakin nanti dia akan cerita. Daddy dulu juga gitu koq,” Ririen berupaya menentramkan hati anaknya.
Alesha menidurkan Jingga di kasur dan memagarinya dengan bantal agar Jingga tidak jatuh. Lalu mereka keluar kamar kembali ke teras belakang tempat bebakaran malam ini.
__ADS_1
“Mbak Dwi, sebentar-sebentar cek dede ya, takut bangun. Atau mbak Dwi nonton dikamar aja sana,” perintah Alesha sebelum dia ikut berkumpul dengan saudaranya.
“Bisa bakarnya Yah?” tanya Alesha pada Garo.
“Ha ha ha, jangan ngejek Ayah kayak gitu deh Bund, emang cuma Bunda dan Daddy aja yang jago bakar” jawab Garo sambil membalik sate sosis yang sedang dia kerjakan.
Ririen bahagia melihat sikap Garo, dan dia maklum bila Garo dan Alesha menyebut kata ganti ayah dan bunda bagi diri mereka, karena ada Jingga diantara mereka.
Sama seperti saat Putra mendekati dirinya. Saat itu Putra langsung menyebut dirinya sendiri daddy dan memanggil Ririen sebagai mommy, padahal saat dengan Rezky panggilan Ririen adalah mama.
Sebaliknya Fajar dan Icha belum ada panggilan seperti itu karena mereka sering berubah-ubah. Kadang ayah ibu, kadang mami papi, atau mama papa. Entah nanti mau gunakan yang mana.
Ririen ingat, sejak Alesha pacaran dengan Rezky, lalu lamaran dan menikah, Rezky jarang bisa "masuk" seperti yang Garo lakukan sekarang. Rezky seperti punya dunia sendiri. Dia hanya berinteraksi bila ada Alesha saja.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.