
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sejak semalam rumah keluarga Purwanagara sudah heboh. Ruang keluarga bagian depan dibongkar oleh semua pegawai laki-laki nursery yang diminta oleh Ririen untuk lembur.
Ruang keluarga dibuat sebagai ruang terima calon besan.
Ruang makan juga di sulap.
Icha dan baby nya sejak pulang dari rumah sakit memang pulang ke rumah Putra dulu karena akan ada acara lamaran ini.
**Chilnady Pratama Purwanagara** anak pertama Fajar tidak rewel.
Oma dan opa nya **TAMA** sejak kemarin juga menginap di rumah ini.
Kalau kemaren pulang dari rumah sakit Tama dibawa pulang ke rumahnya dulu tentu Icha akan repot pindah ke rumah mertuanya saat akan menerima lamaran seperti kali ini.
Icha dan Tama tentu tidur di kamar papa Fajar ketika bujang. Sama seperti rumah keluarga Galih Purwanagara di Jakarta. Di rumah Putra kamar anak-anak yang sudah menikah tetap milik dia. Sehingga bila menginap ya tak perlu cari kamar lagi.
"Dedek pulang duluan ya Yah, Ayah enggak usah antar. Selesaiin aja bantu-bantu disini," Alesha melihat putrinya yang mulai ngantuk. Dia bilang pada Garo dia dan Jingga akan pulang duluan.
"Garo pulang aja enggak apa apa. Udah banyak orang laki koq. Nanti malah Jingga rewel enggak ada ayahnya," Putra menyuruh Garo pulang saja.
__ADS_1
"Iya nak Garo. Sudah tinggal finishing koq," papa mertua mas Fajar mengatakan kalau Garo sebaiknya pulang saja.
Tak banyak cakap Garo mengangkat putri kecilnya yang sedang rewel dibujuk mbak Dwi dan Ririen.
"Anak Ayah mau bobo? Ayok kita pulang." Walau kamarnya di rumah ini tetap ada, tapi Alesha lebih suka dengan kamarnya yang sekarang.
Walau kamar miliknya di rumah ini lebih luas dari kamar di rumahnya sekarang. Tapi kamar di rumah kedua orang tuanya menyisakan luka.
Karena di kamar itu lah malam pertama dengan suaminya. Dan Rezky juga beberapa kali menginap di sana kalau mereka menginap di sini. Jadi Alesha lebih nyaman kamar di rumah kecilnya.
"Ya wis deh. Yanktie, Yankkung, Oma, Opa aku pulang duyuu," Alesha pamit atas nama Jingga. Gadis kecil itu sudah tak mau disuruh salim. Dia sudah nyaman sembunyi di leher sang ayah.
"Gitu koq Bundanya nyuruh Ayah ngebantu disini." Ririen melihat kelakuan Jingga yang tak mau pisah dengan Garo.
Alesha langsung memberi ASI pada Jingga ketika dia selesai mandi dan Garo gantian ke kamar mandi.
Sekarang baju ganti Garo sudah banyak di rumah ini. Dia tak perlu repot bila ingin ganti baju sehabis mandi.
Belum sampai Garo selesai mandi Jingga sudah terlelap.
"Udah bobo?" Bisik Garo.
"Udah, wong udah ngantuk banget." Jawab Alesha. Dia membiarkan Garo salat Isya sendirian karena dia sedang libur. Alesha keluar mengambil air putih. Malam - malam dia sering ingin minum. Kadang malas keluar kamar.
__ADS_1
"Ayah jangan lupa besok, cepet sarapan trus jemput ibu," Alesha mengingatkan Garo.
"Iyaaa," jawab Garo. Dia sebenarnya belum mengantuk. Tapi malas nonton tv sendirian.
Akhirnya Garo pun masuk kamar Alesha. Dia juga malas tidur di kamar Jingga.
"*I love you*," bisik Garo sambil mendekap erat Alesha dari belakang. Alesha memang tidur miring memeluk Jingga.
Alesha mengusap lembut pipi Garo tanpa menoleh. Dia sudah teramat mengantuk.
'*Mas Garo ini tiap ada kesempatan pasti aja berbisik seperti itu. Dulu mas Rezky boro-boro*.'
'*Kenapa sih seminggu ini aku jadi sering inget mas Rezky. Bikin bad mood aja*,' Alesha yang sudah ngantuk karena mikirin Rezky jadi seger lagi.
Alesha mbalik tubuhnya. "*I love you to Mas*," jawab Alesha lalu dia membenamkan kepalanya dalam dekap hangat Garo
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.
__ADS_1
