
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Alhamdulillah semua selesai," kata Garo saat tiba di kamarnya. Tadi dia memang mengambil barang dan membawa trolly dan Alesha tak keluar kamar.
Alesha packing koper mereka karena besok mereka akan pulang ke Jogja, dua hari lebih cepat dari jadwal yang mereka rencanakan.
Tadi Garo membangunkan Alesha yang lumayan tidur sebentar. Begitu Garo mendorong barang keluar Alesha segera berkemas.
"Enggak ada yang ketinggalan Yank?" tanya Garo.
"Insya Allah nggak Mas. Semua kan tadi udah kita pisahin sebelum Mas keluar," jawab Alesha.
"Ya udah sekarang kita makan dulu yuk. Malam kita jalan-jalan ke Asiatique mau enggak Yank?" Tanya Garo.
"Mau lah. Kalau ke Asiatique dari sore Mas berangkatnya," sebenarnya Alesha lelah, tapi karena mereka akan pulang besok, jadi enggak apa apa lah memanfaatkan waktu malam ini di Asiatique.
"Iya maksud aku habis kita makan kita jalan ke Asiatique," Garo menerima makanan yang disiapkan istrinya. Padahal tinggal buka sendiri kan bisa. Tapi karena merasa punya istri ya dia nunggu disiapkan istrinya.
"Besok pagi kita ke bandara jam berapa Mas?"
"Habis salat subuh kita berangkat ya Yank. Kita sarapan di bandara aja. Penerbangan kita jam 09.00 pagi," Garo tak ingin terlambat tiba di bandara, mungkin di jalan ada kendala kan lebih baik berangkat lebih cepat agar tenang.
"Oke," kata Alesha. Mereka pun makan siang dengan menu yang Garo beli tadi.
"Kamu nggak bilang siapa pun kan kita mau pulang besok?" kata Garo.
"Enggak Mas. Katanya nggak boleh ngomong-ngomong bahwa kita pulang besok," jawab Alesha.
"Aku kan manut."
__ADS_1
"Pinter cah ayu. Biar surprise aja maksud aku."
"Iya Mas aku ngerti kok," kata Alesha.
"Takutnya barang kita datang duluan."
"Enggak barang kita datangnya satu hari setelah kita tiba. Jadi besok lusa barang tiba di rumah." Jelas Garo.
"Bagus deh, kalau barang duluan datang enggak ada yang unboxing."
Sehabis makan mereka bersiap untuk ke Asiatique.
Ada banyak night market dan mall di Bangkok, tapi kalau mau yang suasananya asyik, pasti Asiatique lah tempatnya. Lokasinya di tepi Sungai Chao Phraya. Pemandangan menuju lokasi juga super keren!
Ada sekitar 140 toko yang buka mulai pukul 17.00 sore waktu Bangkok. Aneka barang dijual di Asiatique. Mulai baju, benda seni, dekorasi rumah, souvenir, makanan, fesyen dan aksesoris.
Garo dan Alesha naik kereta komuter BTS ke Stasiun Saphan Taksin lalu turun tangga ke dermaganya. Dari dermaga Saphan Taksin ada perahu shuttle gratis ke Asiatique. Tapi tetap ada perahu berbayar untuk yang tak mau antri bila saat sedang penuh.
Asiatique dulunya adalah gudang pelabuhan sungai yang direnovasi menjadi tempat perbelanjaan.
Arsitektur gudang tetap dipertahankan dan menjadi keunikan Asiatique. Kawasan belanja ini dibagi menjadi empat distrik yaitu Waterfront dengan neon lampu Asiatique yang menjadi ikon. Ada juga Town Square, Charoenkrung dan Factory.
"Kualitas barang yang dijual di Asiatique umumnya lebih bagus dari barang-barang yang ada di pasar malam Bangkok ya Yank. Tidak pasaran dan modelnya lebih baik." Ujar Garo sambil mengingat apa yang ingin dia cari di Asiatique nanti.
Alesha suka toko-toko bajunya menjual model ala distro dan factory outlet, ketimbang baju pasaran yang bisa dia jumpai di Khao San, Sukhumvit, Patpong atau Pratunam Night Market.
"Bener Mas. Harganya juga sebandinglah. Dengan kualitas yang lebih baik, maka wajar harga barang di Asiatique setara dengan aneka barang sejenis yang wisatawan jumpai di Platinum atau MBK Mall di Bangkok. Artinya lebih mahal sedikit dari night market." Ujar Alesha.
"Yang jelas, Asiatique memang menang suasana dibanding tempat belanja lain di Bangkok, Yank. Disini '*jual suasana*.' Berada di kawasan Waterfront saja, semua wisatawan betah berfoto-foto pemandangan temaram Bangkok di tepi dermaga bersama hembusan angin malam nan sejuk. Mas pernah lihat fotomu ketika kecil dengan latar belakang bianglala Asiatique."
__ADS_1
"Memang buat wisatawan setelah lelah seharian berkeliling Bangkok. Asiatique bisa menjadi destinasi yang sempurna untuk menutup hari dengan makan enak, suasana tepi sungai yang asyik dan kalau masih banyak sisa semangat bisa lanjut belanja di tempat ini. Kecuali yang memang tujuannya kesini. Dari pagi hingga siang simpan tenaga. Sore langsung cuzz kesini buat hunting." Alesha memberi pendapat tempat yang akan mereka datangi.
Asiatique Bangkok dibagi menjadi empat kategori lokasi untuk membantu kita menemukan apa yang kita cari tanpa terlalu merepotkan.
Distrik Chareonkrung adalah sebuah tempat dimana kita akan menemukan sebagian besar butik atau toko kecil yang menjual souvenir, kerajinan tangan, perhiasan, dan pakaian. Toko-toko kecil disini sangat menarik. Banyak jualan pajangannya dan ada juga berbagai pilihan dari merek-merek Thailand yang trendi.
Alesha sengaja mendatangi tempat ini lebih dulu. Dia ingin membeli gelas kecil-kecil dengan tanggal kelahiran untuk Jingga, Tama, baby A dan baby B.
"Mas mau tambah buat keponakan atau siapa yang aku enggak tahu?"
"Belikan untuk anak Ampi aja Yank."
"Mas tahu tanggal lahirnya?" Alesha sampai curiga Garo hafal tanggal lahir anak Ampi.
"Enggak usah curiga. Mas hafal ulang tahun anak Ampi karena saat ulang tahun pertama diundang. Ibu bilang ulang tahunnya anak Ampi koq bareng ibu. Itu sebabnya Mas ingat," Garo tahu Alesha curiga kedekatannya dengan istri Ampi.
Setelah banyak belanja souvenir juga pengharum ruangan berbentuk aneka bunga, mereka menuju District Factory.
Disini menjual berbagai macam kebutuhan elektronik dan barang-barang pendukungnya. Garo ingin mencari filter camera untuk membuat foto yang dia hasilkan detailnya lebih jelas.
Semua tentu untuk menunjang usahanya yaitu membuat foto tanaman menjadi lebih bagus.
"Masih ada yang mau dicari?" Garo bertanya pada istrinya.
"Aku sudah enggak Mas. Daritadi kan aku nemani Mas aja."
"Kita mau makan di Waterfront District atau mau makan di resto terapung?" Tanya Garo bijak. Tentu dia inginnya makan di resto terapung. Dia ingin suasana romantis. Tapi dia tak mau memutuskan tanpa diskusi dengan istrinya.
"Biar romantis gimana kalau kita makan di resto terpung aja Mas? Disini menunya kita pernah coba tapi suasana di resto kan jelas beda," Alesha tentu ingin makan di resto terapung saja.
"Ya wis ayok kita ke resto terapung saja," Garo senang ternyata istrinya sepemikiran dengan dirinya.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU