JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
AIR KETUBAN REMBES


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Mom” pekik Alesha.



“Kenapa cantik?” tentu saja Ririen kaget mendengar Alesha memekik.



“Ketubanku keluar,” balas Alesha.



“Dadd, langsung rumah sakit,” pinta Ririen



Putra menepikan mobilnya dan meminta Ririen pindah kebelakang menemani putri mereka. Setelah itu dia langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Ririen langsung mengirim pesan pada semua anaknya dan juga Icha, bahwa mereka menuju rumah sakit karena Alesha akan melahirkan.



Mereka sampai di rumah sakit ditunggu Icha dan Fajri yang sudah lebih dulu sampai disana. Sejak Alesha dibawa masuk ke ruangan untuk ukur tensi dan lain-lain Fajri tak pernah melepaskan genggamannya, dia sangat tahu sedih yang dirasakan adiknya. 



“De, mommy enggak akan kuat menemanimu di dalam ruang bersalin, kamu ingin ditemani daddy atau Abang?” tanya Fajri sambil berbisik, karena saat itu Fajar belum sampai.



“Aku pengen ama Abang aja, daddy biar temani mommy, aku yakin mommy akan teringat saat dia sendirian ngelahirin aku tanpa suami dan itu akan membuat mommy drop. Kalau nanti ada mas dan Abang nggak kuat, enggak apa-apa aku ama mas,” jawab Alesha sambil berbisik juga.



“Kita langsung ke ruang bersalin ya Bu, karena cairan ketuban sudah rembes, kita harus antisipasi bayi kehabisan cairan, kita induksi agar segera pembukaan lengkap,” seorang suster memberitahu bahwa Alesha akan dibawa ke ruang bersalin dan diberi tindakan disana.



'*Kami menuju ruang bersalin*,' Icha memberitahu Fajar mereka berubah posisi, karena tadi saat Fajar bertanya Icha menjawab mereka masih di IGD. 

__ADS_1



Icha menemani Ririen dan Putra berjalan dibelakang brankar, sedang Fajri berjalan disisi brankar, dia mengambil alih tugas Rezky menemani Alesha. 



Sambil berjalan Fajri mengirim pesan pada Fajar kalau datang harap menemui Alesha lebih dulu agar memberikan support pada adik tercinta mereka. 



Fajri juga mengirim pesan pada daddy nya agar menjaga mommy nya supaya jangan sampai drop karena trauma ketika melahirkan Alesha dia sendirian. 



Putra baru tersadar soal itu. Dia tidak mengingat trauma istrinya soal melahirkan tanpa suami.



Fajar berlari menuju ruang bersalin begitu dia tiba di rumah sakit. Disalami kedua orang tuanya, dan diberinya kecupan di kening istrinya lalu dia minta Icha mengantarkannya menemui Alesha.



“Mas,” sapa Alesha yang sedang kesakitan karena diinduksi, dibuat mulas agar segera melahirkan.




“Kamu mau ditemani Mas atau Abang?” tanya Fajar lagi.



“Abang ajalah engga apa-apa, kalau Mas kan bisa diwakili mbak Icha,” jawab Alesha pasti. Dia sangat bersyukur kedua kakaknya bisa mengayominya.



“Kalau gitu Mas keluar ya, Mas nemani daddy, takut mommy kenapa kenapa,” jawab Fajar sambil sekali lagi memeluk dan menciumi adiknya. 



“Inget, kamu pasti bisa, kita semua anak mommy dan daddy yang kuat.”



Alesha hanya membalas dengan senyuman dan mengangguk. Namun begitu Fajar berbalik badan kedua mata Alesha mengeluarkan air mata.

__ADS_1



“Jangan sedih, itu akan membuatmu lemah,” hibur Fajri, sambil kembali menggenggam jemari adiknya.



“Abang, bisa ambilkan HP ku di tas yang dipegang mommy, aku butuh buat mengalihkan rasa sakit dan tegangku sampai ke pembukaan lengkap,” pinta Alesha.



“Enggak usah ya, kamu zikir aja buat hilangin sakitmu,” tolak Fajri. 



“Kita bershalawat aja yok,” ajaknya.


\*\*\* 



Putra menerima juice yang Icha dan Fajar berikan. Fajar memang sengaja mengajak Icha sedikit menjauh untuk menceritakan garis besar kondisi mommy nya pada Icha, dia meminta Icha bersiap terhadap apa pun yang akan terjadi.



“Diminum Mom,” pinta Putra, yang hanya dibalas gelengan. Ririen memang langsung mengingat sakitnya saat dia ditinggal Ricky sedang hamil. Ririen teringat perselingkuhan yang Ricky lakukan. Dia merasa dejavu, seolah perjalanan yang Alesha alami mengulang kisah hidupnya. 



Ririen ingin masuk dan menerjang ke kamar bersalin untuk menemani Alesha, tapi pandangannya langsung gelap dan dia langsung tak ingat apa pun.



“Mom,” pekik Putra, Fajar dan Icha bersamaan saat melihat Ririen berdiri lalu jatuh sebelum melangkah. Tas nya dan tas Alesha jatuh dari pangkuannya.



Icha berlari mengambil kursi roda yang terletak di pintu ruang bersalin dan dekat dari dirinya. Dia minta Putra meletakan Ririen dikursi roda dan mendorong ke IGD dan dia minta Fajar mengambil dua tas yang teronggok di lantai. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.

__ADS_1


__ADS_2