JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
UGET-UGET


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Pak Sugeng, begitu ada rumah makan padang sebelah kiri jalan berhenti ya,” pinta Alesha pada sopir mereka.



“Kamu belum sarapan?” Ririen khawatir mendengar perintah Alesha pada sopirnya. Biar bagaimana pun sekarang Alesha tak sendirian. 



“Baru makan beberapa suap ada ulet bulu datang, bikin hilang selera makan,” jawab Alesha kesal.



Ririen yang melihat semua kejadian di ruang makan tadi tentu tahu siapa yang dimaksud ulet bulu oleh anaknya itu.



Pak Sugeng menepikan mobilnya ke rumah makan padang besar yang kebetulan dilewatinya. “Mbak Dwi tolong belikan nasi separo, rendang, ayam panggang dan telur dadar ya, tambah perkedel empat sama peyek udang lima deh” perintah Alesha pada mbak Dwi untuk turun membeli makanan yang diinginkannya.



“Mommy mau apa?” tanya Alesha.



“Juice alpukat aja” jawab Ririen



“Juice alpukatnya empat Mbak,” pesan Alesha. Dia melihat Jingga terlelap dikasurnya ditengah-tengah mommy dan dirinya.



Ririen tahu saat ini Alesha sedang sangat marah, karena Ririen hafal sejak kecil kalau marah Alesha akan kalap makan. Untungnya tubuh Alesha tak cepat naik timbangannya walau banyak makan.



Alesha memejamkan matanya sambil menunggu mbak Dwi masuk ke mobil. Dia merasakan luka tanpa darah, sakit tanpa pukulan, sehingga  menghancurkan kehangatan yang pernah tercipta antara dirinya dengan mas Garo. Yakin sudah dia dan Garo tak akan bisa bersatu.


\*\*\* 



Setiap Jingga bangun Ririen berupaya mencari nursery pinggir jalan untuk berhenti. Dia turun melihat-lihat tanaman, pak Sugeng rehat sebentar dan Jingga bisa minum ASI atau sengaja bercengkerama dengan bundanya. Saat ini Jingga mulai bergerak-gerak, sepertinya tak lama lagi dia akan terjaga



“Pak Sugeng siap-siap, dede udah uget-uget, kalau ada tempat buat berhenti kita berhenti ya?” pinta Ririen.



"Yanktie bilang Jingga uget-uget, emangnya Jingga ulet daun jeruk ya Dek?" Alesha terkekeh mendengar putrinya dibilang uget-uget.



“Njih Bu” jawab pak Sugeng. Tak lama kemudian pak Sugeng menepikan mobil disebuah rumah makan taman. “Monggo Bu sekalian salat dan makan siang,” ujar pak Sugeng sopan.



“Mommy makan aja, Mbak masih kenyang, mbak Dwi dan pak Sugeng juga. Aku enggak turun makan Mom. Lagian ini Jingga pup,” Alesha tak menoleh pada mommynya karena dia sedang mempersiapkan diapers serta tissue basah untuk membersihkan Jingga. 



Alesha sengaja membuka jendela sedikit agar bau kotoran Jingga tak bertahan di dalam mobil.

__ADS_1



Alesha membaringkan Jingga di kasurnya setelah dia selesai menggantikan baju bayi kecil itu. Jingga langsung membalikan tubuhnya ke posisi tengkurap. 



“Ha ha ha kamu udah plong ya sekarang, langsung mau kemana?” tanya Alesha pada putri kecilnya ingin memutar badannya untuk melihat wajah bundanya.



“Koq enggak turun?” tanya Garo yang sudah membuka pintu mobil tempat mommynya duduk. Membuat Alesha kaget karena tak menyangka dia kembali bertemu pria itu.



“Anak Ayah habis pup ya?” sapa Garo sambil mengangkat putri kecilnya.



“Kenapa enggak turun maem?” tanya Garo lagi sambil memangku Jingga.



“Aku masih kenyang,” jawab Alesha sambil memandang keluar, dia baru sadar mobilnya parkir disebelah mobil Garo.



Garo kembali meletakan Jingga di kasurnya. Diambilnya dagu Alesha dan digerakkan untuk memandang matanya.



“Mas baru selesai maem dan salat saat mommy masuk. Mommy bilang kamu masih kenyang karena tadi beli maem. Tapi kamu belum salat kan. Biar Ayah yang jaga Jingga, Bunda salat dulu.”



“Ya, Jingga disini ama Ayah kan?” Garo bicara sambil mengangguk-angguk pada Jingga seakan putri kecilnya mengerti apa yang dia katakan.




Selanjutnya mobil kembali berjalan menuju Jogja, namun sekarang Garo sengaja berjalan dibelakang mobil Alesha sehingga saat mobil Alesha berhenti dia juga ikut berhenti, sementara Ampi yang menggunakan mobil bak dan membawa kembali berapa pohon mereka sudah lebih dulu kembali ke Jogja 


\*\*\*



**GARO POV**


Aku mengikuti mobil yang membawa bojo dan putri kecilku. Tadi aku baru lihat mengapa Mommy dan Echa berani membawa Little Princess tanpa khawatir. Rupanya kursi tengah dibongkar dari Jogja. Lalu koper diatur sedemikian rupa. Atasnya ditutup kasur busa dan selimut berlapis-lapis dan ditutup sprey. 



Jingga tidak dipangku. Mommy dan Echa juga nyaman tidur.



Pantas Mommy banyak titip pohon padaku. Dia memastikan aku bisa dititipi pohon atau tidak, baru belanja.



Aku tahu jalanku mendapatkan Echa makin sulit setelah Echa melihat Anna kemarin.



Sejak dulu aku belum pernah satu kali pun jatuh cinta!



Sejak SMA aku hanya punya pacar pura-pura sekedar biar terlihat aku pria normal dan bukan anak mami.


__ADS_1


Saat kuliah aku kejeblos dengan Retno yang memanfaatkan ku.



Aku jatuh cinta apda anak SMA saat aku sedang menyusun skripsi. Aku menunggunya dengan sabar karena dia kuliah di Jakarta.



Beberapa kali aku melihat bayangnya. Aku yakin dia jodohku.



Sampai aku berani menegurnya ketika aku melihat dia di supermarket bahan bangunan yang ternyata dia lah yang memimpin. Aku baru tahu setelah lama. Aku kira dia pekerja biasa disana.



Tapi saat itu juga aku kecewa karena ternyata aku sudah didahului orang.



Dia sudah menikah.



Sekarang saat dia sendiri, mengapa godaan ada pada diriku?



Saat aku mulai bisa dekat, saat dia mulai membuka hatinya yang terluka, mengapa aku justru menambah luka?



Andai dia mau berkomunikasi, tentu tak seperti nini.



Aku tak bisa menyalahkan dia. Dia habis terluka. Wajar dia seperti itu. Siapa yang mau gagal lagi?



Kalau dia pergi menyepi, aku memaklumi, ibarat  luka belum kering kena air garam. Kena air biasa aja perih. Apalagi air garam kan?



Entah sampai kapan aku bertahan menunggunya. Aku tak akan pernah berpaling. Tak akan. Mungkin aku hanya akan berhenti menunggu. Akan aku lepas dia menggapai impiannya. Biarlah aku hanya bisa memandangnya dari jauh.



Yang penting dia bahagia.


**GARO END POV**



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1677177716714.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.

__ADS_1


__ADS_2