JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
SEMAKIN RUNYAM


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Pak Sugeng dan mbak Dwi sarapan dulu aja, nanti kalau sudah bisa atur koper biar jadi alas kasur lagi seperti kemarin,” perintah Ririen pada kedua pegawainya. 



“Dwi pakai nama Ibu aja, nanti biar Ibu dan Mbak pakai nama kamar ini,” Ririen menggoda Jingga yang terbaring di ranjang sedang Alesha masih memasukkan pakaian kotor Jingga.



Setelah semua koper dan tas rapih tertutup Alesha dan Ririen turun untuk sarapan. Kali ini Jingga digendong Ririen. Saat memasuki ruang makan mereka berpapasan dengan Garo dan Ampi serta dua pegawainya.



Alesha langsung menyerah kan kunci kamar pada mbak Dwi yang sedang makan berdua dengan pak Sugeng tanpa menyapa Garo. “Mbak santai aja makannya. Ini nanti kalau sudah selesai baru angkat koper dan atur ke mobil ya”



“Mommy dahar ( makan ) aja duluan, biar Jingga saya yang gendong,” pinta Garo saat Alesha meninggalkannya tanpa menegur dirinya.



Tentu saja Ririen tak keberatan, dia menyerahkan cucunya ketangan Garo, dan Garo membawa Jingga keluar dari ruang makan untuk duduk di lobby.



“Jingga sama siapa Mom?” tanya Alesha saat melihat mommynya sedang mengambil sarapan.



“Dibawa Garo keluar,” jawab Ririen santai.



Alesha bingung, kalau dia menghampiri Garo di lobby tentu mereka akan bicara, tapi kalau tak dihampiri, Jingga berada di tangan Garo. 



Aarrrgggggggggggghh Alesha jadi galau sendiri. Akhirnya dia memutuskan menjemput Jingga di lobby lebih dulu daripada makan.



Garo duduk di sofa panjang membelakangi ruang makan sehingga tak melihat kedatangan Alesha.



“Ayah kangen kamu sayang, maafin Ayah yang tak bisa liat kamu dan gendong kamu ya little princessnya Ayah. Kamu makin cantik aja sih, bikin ayah pengen gigit pipi bakpaowmu” demikian kata-kata Garo yang sempat Alesha dengar.



Alesha menghapus bulir air di sudut matanya sebelum melangkah ke depan Garo. “Sini Jingga nya Mas,” pinta Alesha lirih.



“Sini duduk dulu Yank,” pinta Garo sambil menarik tangan Alesha lembut.


__ADS_1


“Mas sarapan aja dulu sana, biar Jingga aku gendong,” kembali Alesha meminta anaknya.



“Ayah enggak akan ambil dia koq, Ayah cuma mau kita bicara sebentar aja sebelum kita sarapan,” pinta Garo lagi sambil memegang tangan Alesha yang masih enggan duduk sebelahnya.



“Please duduk dulu sebentaaaaar aja,” lirih Garo meminta pada kekasih hatinya itu. Tak enak bila menjadi tontonan, Alesha pun duduk disebelah Garo.



Saat Alesha sudah duduk maka Garo menyerahkan Jingga pada Alesha. 



“Mas punya salah apa sehingga kamu membenci Mas sampai sedemikian parahnya? Kalau Mas ada salah beritahu agar Mas bisa merubah dan tak melakukannya lagi. Tapi kalau kamu diam dan menghindar tanpa pernah bilang apa pun, Mas enggak tau apa yang kamu pikir itu beneran salah Mas atau bukan?”



“Mas enggak pernah salah. Jadi sudah kita tak usah bahas apa pun lagi,” jawab Alesha pelan, lalu dia berdiri dan berjalan menuju ruang makan hotel tersebut.



Ririen melihat Alesha dan Garo masuk ruangan, tàpi dia sengaja tidak meminta Jingga, dia pura-pura terus asyik bercerita dengan sesama rekannya.



“Sini Jingga biar Ayah yang gendong, Yayank maem duluan aja, karena kamu butuh energi lebih besar,” pinta Garo



Dengan terpaksa Jingga kembali pindah tangan. “Mas mau maem apa, aku ambilkan,” desis Alesha.




Gita mengambil sarapan untuknya serta juice, lalu dia taruh di meja tempat Garo duduk. Dia kembali ke meja saji untuk mengambil bubur ayam, kopi serta buah bagi Garo.



“Mas makan duluan aja, ga enak buburnya kalau dingin. Ini sambelnya aku pisahin, aku enggak tau seberapa banyak sambel yang Mas suka,” Alesha berupaya mengambil Jingga kembali.



“Kamu makan duluan. Enggak usah protes atau bantah,” tukas Garo tegas.



Alesha pun mengalah dan dia makan dalam diam tanpa melihat pada Garo.



“Untung Mas Garo belum pulang, tadi saya nyari-nyari sampai tanya ke resepsionis hotel,” celoteh gadis manis yang kemarin membuat Alesha sakit hati.



“Ini Mas, aku kasih kenang-kenangan Mas, semoga Mas suka,” gadis tersebut memberikan Anthurium black beauty kecil yang prima penampilannya. 



“Insya Allah event di Jogja dua bulan lagi saya datang. Kenalin dengan orang tua Mas ya?” rengek manja gadis itu kembali terdengar membuat Alesha mual.

__ADS_1



“Maaf Mas, saya sudah selesai sarapan. Terima kasih sudah membantu saya menjaga anak saya selama saya sarapan,” Alesha berdiri hendak mengambil Jingga dari tangan Garo.



“Please jangan marah lagi, ini bukan kemauan Mas” bisik Garo saat Alesha menunduk untuk mengambil Jingga. Dia tidak memberikan Jingga tapi dia berdiri menggendong Jingga dan berjalan keluar tanpa membawa tanaman yang diberikan gadis tadi.



Alesha mengikuti Garo yang membawa anaknya keluar “Mas, sini’in Jingga, kamu belum sarapan,” Alesha menggamit lengan Garo agar dia tak tertinggal langkah karena pria itu keluar ruangan dengan langkah lebar.



“Mas” kali ini Alesha menyentak lengan Garo agar laki-laki itu menoleh padanya. 



Garo tersadar dan menghentikan langkahnya, lalu menciumi Jingga sambil berbisik “Maafin Ayah ya sayang, Ayah enggak pengen nyakitin kamu, Ayah enggak sadar barusan jalan cepat sambil bawa kamu. Maafin Ayah,” keluhnya sambil terus menciumi Jingga sebelum dia berikan Jingga pada Alesha dan dia tinggalkan keduanya menuju kamarnya.



Garo frustasi, belum selesai kemarahan Alesha karena kelakuan Retno di lesehan tiga minggu lalu, sekarang dia kembali membuat Alesha terluka karena Anna gadis tadi terlalu ambisius mengejarnya. 



Padahal disisi lain dia takut kalah saing dengan Widdyo. 'Ya Allah mengapa terjal benar jalur cinta yang harus aku lewati?' 



'Mas Garo tadi belum jadi makan, lalu dia langsung menuju lift, artinya dia balik ke kamar kan? Tapi bodo amat lah, bukan aku koq yang bikin dia begitu. Aku yakin kalau ceweq tadi nyamperin enggak didepanku, dia pasti akan menanggapi dengan senang hati,' pikir Alesha. 



Alesha menelpon mbak Dwi menanyakan mereka sudah rampung atur mobil belum.



“Mom, kami sudah siap di mobil tinggal tunggu mommy,” telepon Alesha karena sejak tadi chatnya tak dibaca mommynya.



“Ok, Mommy segera ke mobil,” Ririen bergegas menuju mobilnya


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1677088357742.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.


__ADS_2