JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
ADIK KECILKU BANGUN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Mas, antar aku ngelewatin ruang pamer otomotive,” pinta Alesha ketika mereka baru selesai makan sesudah belanja.



“Ya pasti aku antar tanpa kamu minta Yank, walau tidak ada dia pun,” jawab Garo. Satu tangannya memegang belanjaan dan tangan lainnya menggenggam erat jemari Alesha.



“Gimana kalau pas ketemu, kamu kenalin Mas ke dia?” tanya Garo. Dia tak ingin ada kesenjangan dengan ayah biologis putrinya.



“Ya, kalau kita melewatinya aku akan kenalkan, tapi kalau enggak persis lewat depannya, kita enggak perlu menghampirinya kan?” tanya Alesha ragu.



“Ya,” balas Garo. Tak disangka Rezky berdiri di lokasi yang akan Alesha lewati. Maka Alesha pun berketetapan hati memperkenalkan Garo pada Rezky mantan suaminya itu.



“Hai, pa khabar?” tanya Alesha mengulurkan tangannya pada Rezky.



“B ba baik,” jawab Rezky terbata.



“Wah pas pameran disini, semoga sukses dan targetnya tercapai ya,” Alesha masih bisa sedikit berbasa basi.



“Mas kenalin, ini mas Garo, ayahnya anakku,” Alesha menyebut Garo adalah ayah anaknya pada Rezky.



Garo pun mengulurkan tangannya dan disambut Rezky dengan terpaksa “Garo.”



“Rezky.”



“Mari Mas kami duluan, Echa akan segera pulang karena Jingga anak kami menunggu, karena saya sedang tak bisa cepat sampai rumah,” Garo pamit pada Rezky.


__ADS_1


“Oh iya silakan,” Rezky mempersilakan pasangan di depannya berlalu.



“Mas serius mau kerumah? Kan udah malam banget pulangnya?” Alesha memastikan soal niat Garo untuk tidur dirumahnya.



“Bunda mau Ayah tidur di hotel panitia lalu malam-malam ada yang berupaya masuk seperti waktu di Kediri?” pancing Garo.



“Awas aja!” balas Alesha cepat.



“Itu sebabnya, Mas enggak terima makanan atau minuman dari siapa pun. Walau yang kasih laki-laki, belum tentu aman, bisa aja ada yang nyuruh,” Garo menegaskan kehati-hatiannya.



“Ya wis, Bunda tunggu di rumah ya? Hati-hati,” balas Alesha sambil mengusap pipi Garo dengan penuh rasa sayang.



“Hati-hati ya Bund, *I love you*,” bisik Garo ditelinga Alesha saat dia mengecup kening perempuan pujaan hatinya itu dan menutupkan pintu mobilnya.


\*\*\* 



Garo kembali melewati tempat Rezky berdiri saat hendak kembali ke lokasi lomba tanaman yang di ketuainya




“Engga Mas, kerjaan saya belum rampung. Kalau Echa nungguin saya kasihan Jingga. Jadi biar dia pulang duluan. Mari Mas saya langsung aja,” pamit Garo yang dijawab anggukan oleh Rezky.



'*Pria itu tampan dan baik, semoga dia tak menyakiti Alesha seperti yang aku lakukan*,' batin Rezky, dia mendengar Garo menyebut Alesha dengan nama special Echa. 


\*\*\* 



Alesha tak tau kapan Garo masuk kamar nya, dia tau saat jam minum ASI nya Jingga, dilihatnya Garo tidur memeluknya, kali ini sudah ganti kaos dan mengenakan celana pendek. Dikecupnya pelipis lelaki yang tertidur kelelahan sambil memeluknya. Dia menggantikan celana dan baju Jingga karena kali ini bajunya pun ikut basah. Saat Alesha sedang mengambil minyak kayu putih Jingga merangkak mendekati Garo lalu mencium hidungnya dengan cara mengemutnya



“Heeeey, jangan gitu sayang, basah semua deh muka Ayahmu” protes Alesha melihat kelakuan anaknya.



“Hee’eemmm,” Garo merasakan ada yang aneh di hidungnya. Tak lama dia sadar itu adalah kelakuan putrinya.

__ADS_1



“Ha ha ha anak Ayah kasih kode ya?” Garo terbangun karena wajahnya basah oleh liur Jingga.



Alesha menyodorkan tissue basah pada Garo. 



“Ayok Dedek mimik dulu” perintah Alesha dan mengajak Jingga untuk menyedot ASI nya.



Alesha berbaring memunggungi Garo, niatnya agar Jingga cepat terlelap, tapi Jingga malah malas menyedot karena tak melihat ayahnya. 



Akhirnya Garo sengaja meletakkan wajahnya di lengan Alesha agar Jingga bisa melihatnya. 



“Adik kecilku bangun melihat Jingga nyedotnya gitu, walau termos ASI enggak kelihatan, tapi kan liat mulut Jingga aku jadi kesiksa,” bisik Garo jujur merasakan dibawah ada yang memberontak ingin minta pelepasan.



“Kalau kesiksa ya enggak usah bobo sini. Kalau mau bobo dirumah ini, ya dikamar Jingga sana,” balas Alesha sambil mengusap lembut pipi Garo dengan punggung tangannya.



“Tapi walau kesiksa, aku suka bobo sini,” balas Garo.



"Kita halalin yok Bund,” ajak Garo serius.



“Aku masih takut Yah,” balas Alesha.



“Lebih takut mana ama kita kebablasan?” tanya Garo menjebak.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu*** ~ Yogyakarta.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1678209699325.jpg)


__ADS_2