
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Alhamdulillah kita sampai lebih dulu ya Mas," Alesha senang mereka datang lebih dulu di kuil yang sudah ada sejak raja pertama Thailand yaitu Raja Taksin yang memerintah tahun 1768. Kuil Wat Arun Bangkok berada di 158 Thanon Wang Doem, Wat Arun, Bangkok Yai.
Alesha senang tidak membuat orang jenuh menunggu dirinya.
Sebelum team foto datang Alesha dan Garo masuk lebih dulu. Mereka berkeliling kuil dan tentunya banyak membuat foto dengan kamera yang mereka bawa juga dengan ponsel mereka masing-masing.
"Mas, disini banyak penjaga toko yang bisa bahasa Indonesia lho," ujar Alesha.
"Iya, Mas juga tahu ada beberapa toko yang menerima mata uang rupiah, jadi lumayan membantu bagi yang takut kehabisan mata uang bath," ujar Garo.
"Dan belanja oleh-oleh di sini lebih hemat karena harganya lebih murah daripada tempat lain. Apalagi jika kita bisa menawarnya, kita bisa mendapatkan harga yang sangat miring Yank." Jelas Garo.
Saat itu team datang dan mereka segera ganti baju. Karena team meminta Garo dan Alesha mengenakan pakaian tradisional Thailand.
Sebenarnya semua pengunjung juga bisa berfoto dengan baju tradisional Thailand. Karena di sekitar kuil terdapat tempat penyewaan baju tradisional Thailand dengan biaya sewa cukup murah. Hanya buat Garo dan Alesha memang team menyediakan sendiri agar lebih bagus.
__ADS_1
Berfoto dengan pakaian tradisional Thailand di Wat Arun tentunya akan memberikan kesan tersendiri untuk pasangan ini.
\*\*\*
Sehabis sesi pemotretan, Garo dan Alesha bergegas kembali ke hotel karena ada janji dengan orang ekspedisi. Mereka tak perlu membuat sendiri surat karantina dna membawa barang ke Indonesia. Semua akan dikirim door to door. Bukan port to port atau door to port.
"Kita makan di hotel aja ya Yank?" Garo kasihan bila istrinya telat makan. Padahal buat Alesha tak jadi masalah.
Dengan Garo Alesha membuang sikap keras kepalanya. Dia memasrahkan arah rumah tangganya di tangan Garo dengan banyak diskusi.
Selama ini Garo memang tak pernah memutuskan sesuatu sekehendak hatinya. Dia selalu tanya dulu apa maunya Alesha. Persis seperti yang Putra lakukan. Itu yang membuat Alesha nyaman.
Mereka tiba di hotel sebelum makan siang. Garo dan Alesha menyempatkan mandi lagi untuk membuang keringat.
"Mas, boleh pesan makanan online aja enggak?" Alesha malas pergi keluar.
__ADS_1
"Nanti Mas beli aja enggak apa apa Yank. Kita salat dulu yok." Ajak Garo.
Alesha dan Garo segera salat.
"Mas keluar ya Yank. Nanti petugas ekspedisi kan nelpon ke ponsel Mas, jadi enggak akan ganggu kamu kalau kamu mau tidur," Garo bersiap membeli makan siang.
"Ya sudah, aku rehat dulu ya Mas," ucap Alesha.
\*\*\*
Garo segera lari ke pertokoan perhiasan. Dia membeli sepasang cincin untuk pernikahan mereka nanti walau kemarin mereka sudah punya cincin nikah. Tapi entah mengapa dia ingin beli lagi.
Di mall ini Garo sekalian beli makan siang buat dirinya dan Alesha.
"Tunggu sebentar, saya akan ambil barang-barangnya," Garo dan petugas ekspedisi pas bertemu di lobby hotel ketiga mereka masuk hampir bersamaan.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR
__ADS_1