JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
AKSI SINGA PERADILAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




**FLASH BACK ON**


“Jelaskan tentang ini,” perintah pak Malik  saat anak keduanya sampai di rumahnya tengah malam tadi.



Rezky yang melihat copy an kartu periksa dokter kandungan dan dokter anak dengan data dirinya tercantum disana hanya bisa diam.



“Jawaaaaaaaaaaaaaaaaaaab!!” teriakan pak Malik tengah malam membangunkan adik Rezky dan juga keponakannya. Adik Rezky memang sudah menikah dan tinggal di rumah itu menemani orang tuanya, karena Rezky dan kakaknya tinggal terpisah sejak menikah.



“Mereka … mereka tidak resmi Rezky nikahi, bahkan nikah siri pun tidak Bi” jawab Rezky jujur.



“Astagfirullaaaah, kamu sangat jauh menyimpang dari agama, bagaimana mungkin kamu punya dua anak ini tanpa kamu nikahi, walau secara siri? Perempuan seperti apa yang mau hidup dengan laki-laki dan punya anak tanpa menikah? Lalu bagaimana nafkah yang kamu berikan pada mereka, karena nafkah itu wajib kamu berikan pada anak dan istrimu,” keluh pak Malik.



Rezky pun kadang bingung, karena para perempuan itu juga tak pernah merengek meminta nafkah lahir asal Rezky selalu memberi mereka attensi dan nafkah batin tentunya.



"Selain dua perempuan ini apa ada perempuan lain yang punya anak darimu?” tanya pak Abdullah, walau dia sangat takut bila jawaban anaknya akan membuatnya terkejut.



“Ada Bi, perempuan pertamaku adalah anak SMA, saat itu Mas baru tingkat dua, orang tuanya ngelarang kami pacaran. Novi nama gadis itu minta dia dihamili biar kami dinikahkan. Itu awal Mas berhubungan badan sebelum nikah.” 



“Tapi saat Novi hamil orang tuanya tetap tidak setuju. Dia tetap tak boleh bertemu dengan Mas, dia dibawa ke Singapore dan melahirkan disana, lalu dia kembali sekolah setelah melahirkan. Anak itu sekarang sudah berumur empat tahun,” jawab Rezky.



“Kamu yakin cuma tiga anak yang kau hasilkan dari kelakuan kotormu itu?” cecar pak Malik.


__ADS_1


“Iya Bi, karena semua perempuan yang sudah pernah berhubungan dengan Mas, sering ketemu dan mereka tak pernah ada yang lapor kalau mereka hamil seperti dua perempuan bodoh yang telat minum pil sehabis berhubungan dengan Mas,” jelas Rezky yang malah menyalahkan dua perempuan yang tertulis di kartu periksa yang copy annya ada di meja ruang tamunya.



“Apa Alesha juga sudah kau tiduri sebelum kalian menikah?” tanya pak Malik penasaran.



“Hanya Alesha yang tak pernah mau diajak tidur, bahkan untuk cium bibir pun sangat sulit. Itulah mengapa Mas berani minta abi dan umi melamarnya karena dia perempuan baik-baik,” jelas Rezky. 



“Waktu kamu melamar Alesha, ibunya Andika kan sudah melahirkan satu tahun lebih dan Mia sedang hamil. Kenapa bukan mereka aja yang kamu mintakan abi dan umi melamarnya?” pak Malik makin penasaran akan kelakuan anaknya itu.



“Mereka tidak punya poin plus, tanpa kesulitan mau aja diajak tidur,” Rezky mengingat begitu mudahnya dia memperoleh keperawanan para korbannya.



“Lalu apa yang akan kau lakukan untuk pernikahanmu dengan Alesha? Dan bagaimana tanggung jawabmu pada kedua anakmu dari perempuan selain Alesha?” tanya pak Malik.



“Aku akan meminta maaf pada Alesha dan mempertahankan rumah tangga kami. Untuk anak yang bukan dari Alesha, aku akan memberinya tunjangan walau tidak besar. Akan aku sisihkan untuk anak kedua perempuan tersebut karena pastinya aku hanya akan focus pada anak-anakku dari Alesha,” jawab Rezky pasti.


\*\*\* 



Fajar mengembalikan ponsel pada Alesha dan memberitahu pada semuanya kalau tadi dia  meminta Rezky dan orang tuanya datang malam ini saat tadi Fajar menerima panggilan telepon dari Rezky.



Alesha menerima ponselnya dan memblokir nomor suaminya. Dia sudah bertekad tak akan bersedih lagi. Alesha ingin cairan infus ini segera habis dan bisa bergabung dengan seluruh keluarganya di halaman belakang, bercengkerama seperti rutinitas yang mereka lakukan setiap hari Sabtu dan Minggu sejak dirinya kecil.



Sebelum makan siang Icha membuka infus Alesha, dan mereka beriringan ke kebun belakang. Hari ini Ririen membuat ayam panggang bumbu kemiri kesukaan seluruh keluarga dan sosis bakar kesukaan si kembar.



“Dadd koq enggak ada udang bakar buat kita berdua?” Alesha protes menu kesukaannya tidak ada.



“Mommy kan enggak tau kamu mau nginap, jadi kemarin enggak beli udang buat dibakar dan daddy cuma minta pepes jamur aja buat bakaran daddy,” Ririen tak terima komplain kekasih suaminya itu.


__ADS_1


“He he he Mommy marah ya di komplain, sayangnya aku enggak terlalu suka pepes seperti daddy. Enggak apa-apa aku makan ayam bumbu kemiri,” sahut Alesha sambil mengambil piring rotan yang sudah dialasi daun pisang.



Ririen dengan telaten menyuapi suaminya yang masih sibuk membakar ayam bumbu kecap request terakhir Fajar pagi tadi. Rupanya Fajar takut Icha tak suka ayam bakar bumbu kemiri sehingga minta dibuatkan alternatif ayam bumbu kecap beberapa potong. 



Alesha memandang kehangatan pasangan orang tuanya dengan iri. Memang sejak kecil dia tau bagaimana cinta kedua sejoli itu, tapi dia tak pernah sesakit sekarang. 



Alesha menyesal tak mencari penyebab mengapa mommynya sejak awal sudah tak respek saat dia memperkenalkan Rezky sebagai pacarnya. 



Padahal kesan mommynya sangat hangat saat tak sengaja ketemu dengan Rama dirumah nenek saat Rama mengantarnya pulang dan Ririen datang tanpa rencana saat Nenek sakit. 



Mommynya sangat welcome pada Rama, berbeda saat berkenalan dengan Rezky.



“Ada yang cari udang?” Fajri tetiba datang bawa udang besar yang masih segar.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1675568230337.jpg)



“Abang dapat dari mana?” tanya Ririen kaget. 



“Ha ha ha, tadi hubungi teman-teman tanya yang punya udang besar untuk konsumsi sekarang juga. Lalu ada teman yang bisa antar. Ya sudah Abang beli aja,” jawab Fajri dengan senang. Dia bahagia bila semua anggota keluarganya ikut bahagia. 



\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.

__ADS_1


__ADS_2