JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
TERNYATA DIA LEBIH PAKAR


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Garo dan Alesha berjalan pelan-pelan ke seberang yaitu ke pasar Chaktuchak.



"Yank jangan lupa sewa lock box nya ya," ujar Garo.



"Koq aku tho Mas? Biasanya kan Ayah yang urus gituan,"  kata Alesha.



Memang di pasar Chatuchak  ini ada penyewaan kotak terkunci untuk menyimpan barang. Banyak wisatawan dari bandara masih membawa koper langsung datang ke pasar. Mereka tak perlu takut repot karena koper bisa disimpan di kotak penyimpanan yang terkunci rapat dan memang umum disewakan disana.



Jadi kalau belanjaan kita sudah penuh kita taruh situ dulu, lalu kita belanja lagi tanpa perlu bingung dengan banyaknya barang yang kita tenteng.



Jadi kita nggak bingung barang kita tercecer di mana-mana.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1682252245126.jpg)



"Wow itu bonggol Adeniumnya gede-gede banget dan ada yang kecilnya." Garo melihat Adenium jenis thai soco, Arabicum dan jenis lainnya yang digelar di trotoar jalan pasar, sehabis dia menyewa lock box.



Alesha mempersilakan Garo belanja lebih dulu karena komoditi Garo terlihat lebih duluan.



"Ih lucu banget loh bonggolnya ini. Buntek dan kokoh," Alesha memberi komentar tanaman yang dia pegang.



"Tapi itu bunganya jelek Yank, enggak ada daya tarik buat di jual." Sahut Garo.



"Enggak apa-apa lah kita lihat di karakter bonggolnya sama di percabangannya. Mana ada Arabicum dinilai dari jenis bunga?"



"Iya juga sih ya, kalau Arabicum memang bukan bunga yang jadi daya tariknya, tapi bentuk bonggol dan bentuk percabangan."



"Lah iya kan Ayah tahu Arabicum bunganya kecil-kecil," jawab Alesha.



"Sorry lupa, saking kebiasaan lihat yang jenis bunga. Jadi lupa sama jenis bonggol," kata Garo.



Garo langsung melihat dan memilih-milih yang percabangannya bagus.



"Yah perhatikan deh kayaknya itu kebanyakan nitrogennya, jadi bonggol cepat besar kamu pencet dulu,"  kata Alesha.


__ADS_1


'*Dia gayanya nggak ngerti apa-apa soal Adenium. Tapi ternyata dia lebih pakar dari aku*,' kata Garo menilai istrinya.



Memang pembesaran bonggol Adenium bisa dipacu dengan supply  N ( nitrogen ) dosis tinggi. Bonggol akan cepat besar menarik minat konsumen, tapi sehabis itu bonggol akan cepat busuk.



Maka harus dilihat dulu bonggolnya besar karena nitrogen atau bukan.



"Ini bukan dipacu nitrogen koq Yank," kata Garo. 



Ini perjalanan kerja mereka yang pertama. Yang memang benar-benar bertujuan kerja. Dari sini Garo baru tahu kemampuan Alesha yang tak bisa disepelekan. 



"Ya udah kalau gitu," lalu mereka pun sibuk memilih. Hampir dua kardus mereka pilih di situ.



"Ayah simpan di locker dulu ya Yank," Garo melihat akan sulit mereka jalan kalau nenteng dua kardus itu.



"Iya jangan kelamaan, aku tunggu di sini."



"Tapi Bunda jangan pergi-pergi ya," pinta Garo.



"Paling geser sana dikit-dikit Yah. Itu kayaknya ada Amarilis tumpuk yang lagi banyak bunganya.  Aku mau beli umbinya." Jawab Alesha.




"Oh iya juga, jadi lebih baik beli yang sedang ada kuncup bunga, kasih nama, nanti bulan berikutnya baru kita jual."



"Aku setuju karena takutnya kita beli nggak sesuai kalau di pasar," balas Alesha sambil mulai memilih umbi amarilis dan menulis nama jenis di umbi dengan menggunakan spidol waterproof.



"Sudah langsung ditulisin namanya Bun." tanya Garo yang sudah kembali dari menyimpan barang  ke lock box mereka.



"Kalau ditempel takut pada lost name tag nanti malah tertukar. Jadi lebih baik aku tulis di umbinya aja Yah." Alesha sudah banyak memilih umbi yang sedang menunjukkan kuncup bunga.



"Bener," kata Garo.



"Nanti kita potongin aja nih bunganya."



"Sayang Yank, biarkan aja. Kalau dia patah nggak apa-apa. Tapi nggak usah sengaja dipotong. Biarin aja kita bawa begitu," kata Garo.



Mereka banyak membeli Amarilis tumpuk yang tidak ada di Indonesia. Umbi yang Alesha pilih umbi yang tak terlalu besar agar enggak berat. Sekitar sebesar bawang bombay yang besar itu. Walau disini banyak yang size besar, tapi nanti jadi mahal harga jualnya.


__ADS_1


Mereka beli yang ukuran kecil aja biar lebih murah.



Mereka melanjutkan membeli jenis tanaman lainnya. Begitu seterusnya sampai Garo mendapat telepon dari tim fotografernya.



"Kalian ke sini aja langsung bikin foto di sini,"  lalu Garo menerangkan posisinya. 



"Yank team fotografer sudah datang."



"Itu di kios tillandsia juga bagus Yah," usul Alesha.



"Kalau disini  dimana pun bagus. Yang penting kita bikin foto." 



Mereka pun bikin foto untuk  prewedding siang hari di Chatuchak.



Program pembuatan foto prewedding ini belum Alesha bocorkan ke orang rumah baik kepada Ririen mau pun Putra dan adik serta kakaknya.  Itu akan jadi kejutan buat mereka nanti di Jogja.


\*\*\*



Banyak kaktus, keladi, agalonema yang Garo dan Alesha borong selain tentu banyak anthurium jenis baru seperti yang anthurium pink dan segala macamnya.



Garo benar-benar menggelontorkan modal yang sangat besar untuk mereka berdua. Tapi tetap saja pembayaran mereka sendiri-sendiri karena prinsipnya Alesha untuk modal ini jangan dicampur dulu bukan nggak mau dibayarin tapi untuk modal usaha Alesha masih memisah dari uang pribadi dia dan uang pribadi Garo.


\*\*\*



"Ayo kita makan dulu yuk," ajak Garo pada tim fotografernya.  Mereka akan makan di belakang tempat kios makanan di pasar Chatuchak.



Garo sudah berkali-kali bolak-balik ke lock box sehingga tidak banyak barang belanjaan yang dia bawa ditangan.



"Nanti jangan lupa beli aneka bibit yang dari biji-bijian  di kemasan itu lho Yah." Sambil jalan menuju kios makan Alesha mengingatkan mereka belum membeli bibitan dari biji.



"Oh iya nanti di sebelah sana ada tokonya." Tunjuk Garo.



"Iya aku juga tahu, sekalian sama itu yang beli stiker nama itu yang buat Anggrek.



"Oh ya nanti," jawab Garo.



Mereka pun mengajak timnya untuk makan siang dulu sebelum tim pulang ke kantornya lagi.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE


__ADS_1


__ADS_2