
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Assalamu'alaykum Dadd," Garo memberi salam saat menerima telepon dari Putra. Putra sengaja menghubungi Garo saat dia menyetir untuk kembali ke rumah dari rumah Liani.
"Kamu kemarin malam datang ke rumah?" tanya Putra.
"Iya Dadd, saya ibu dan pakde Jarwo datang mau menjelaskan kejadian kemarin. Tapi Daddy dan Mommy nggak ada," balas Garo.
"Ini Daddy baru mau pulang," kata Putra.
"Daddy masih di jalan," Garo memang mendengar samar-samar suara klakson dan deru mesin mobil.
"Daddy tunggu kamu dan keluargamu besok pagi jam 10.00 di rumah." Putra memberi Garo dan keluarganya kesempatan menjelaskan. Sekaligus dia ingin mengatakan kalau Alesha tak mau melanjutkan pernikahan dengan Garo lagi.
"Jam sepuluh, apa enggak ganggu Daddy kerja?"
"Enggak usah mikirin itu. Yang penting semua bisa selesai."
"Iya Dadd, Terima kasih. Besok keluarga saya akan datang."
\*\*\*
'*Alhamdulillah*,' ucap Garo dal hatinya. Setidaknya dia bisa menjelaskan apa yang terjadi.
Terlebih Pakde Jarwo yang akan menerangkan semua yang sudah terjadi.
Dari pakde Yanto yang ketua RT Garo dapat info bahwa sekarang Ratmi sudah diungsikan oleh ibu orang tuanya karena orangtuanya tak ingin Ratmi menikah dengan Ismunanto.
__ADS_1
Walau pun Ratmi masih mencintai Ismu tapi orang tuanya tak suka terhadap lelaki tidak berani tanggung jawab itu. Ternyata memang Ratmi sudah hamil masuk minggu ke-9.
\*\*\*
Sesuai jadwal Garo dan keluarganya datang ke rumah Putra. Setelah cukup berbasa basi beberapa saat, mereka bertukar kabar dan bertukar salam.
"Saya mendengar ada sesuatu yang tidak benar," Putra sebagai tuan rumah langsung membuka pertemuan itu ke topik yang ingin mereka bahas pada pertemuan pagi ini.
"Ada yang mau kamu jelaskan?" tanya Putra pada Garo yang sejak tadi sedih karena rumah Alesha masih terkunci rapat dan tidak dia lihat Jingga di rumah ini.
"Saya yakin Alesha sudah menceritakan bahwa dia melihat saya tidur dengan perempuan lain."
"Saya tidak ingin membela diri karena saya tahu trauma Alesha itu sulit disembuhkan. Saya hanya ingin menerangkan kejadian sebenarnya." Garo menarik napas berat.
"Pagi itu saya dan ibu sarapan seperti biasa. Ibu masak sendiri tidak beli jadi tidak ada kemungkinan makanan itu diberi obat dari luar."
"Saya yang bikin teh ibu jadi tidak ada kemungkinan minuman itu diberi sesuatu."
"Lalu kejadian selanjutnya kami tak tahu apa pun hingga ibu bangun karena di basuh mukanya oleh bulek Ginah."
"Saat itu yang membangunkan Ibu empat orang. Yaitu Pakde Yanto, Pakde Jarwo, bude Mini dan bulek Ginah."
"Jadi bukan satu orang Dadd, Mom. Ibu di bangunkan empat orang tidak bisa hingga wajahnya di basuh air."
"Setelah sadar Ibu dan 4 orang tadi masuk ke kamar saya dan melihat saya dan Ratmi sepupu saya masih tertidur."
"Mereka berlima membangunkan saya tapi tidak berhasil. Akhirnya Ibu menyiram wajah saya dengan satu gayung air."
"Saya bangun bingung ada lima orang di kamar saya. Dan saya melihat ternyata di sebelah saya Ratmi sepupu saya masih tidur dengan pakaian yang tidak lengkap."
__ADS_1
"Kalau saya tidur atau Ibu tidur kami itu mudah terbangun. Daddy dan Mommy bisa cek ke Alesha, Jingga bersuara sedikit saja saya akan lompat bangun."
"Lalu Pakde dan bulek menanyakan kok kami bisa eggak sadar seperti itu, kami bilang tidak ada tamu dan tidak beli makan atau minuman dari luar."
"Saat itulah Pakde Jarwo mulai curiga. Beliau lihat ponselnya. Saat itu pakde tahu dari CCTV yang dia pasang di depan rumahnya mengarah keluar, yang mengarah ke rumah kami karena rumah saya tidak ada CCTV."
"Di rekaman CCTV pakde melihat seorang laki-laki bernama Ismunanto masuk ke dapur secara mengendap-endap saat kami belum sarapan."
"Pakde Jarwo juga melihat Ismunanto datang lagi bersama Ratmi yang sudah mulai tidak sadar karena saat itu Ratmi juga sudah di papah. Jadi Ratmi juga korban, dia tak terlibat dalam rencana Ismunanto."
"Ratmi masuk ke rumah saya sudah di papah. Saya tidak tahu Ratmi dan Ismunanto datang,"
"Pakde Jarwo juga melihat Ismunanto keluar lagi dari rumah saya 30 menit kemudian."
"Itu versi dari saya dan yang selanjutnya akan dijelaskan dan diperlihatkan oleh Pakde Jarwo."
Pakde Jarwo langsung memperlihatkan rekaman kejadian di ponselnya.
"Mohon kirim semua rekaman ke nomor saya," pinta Putra.
Pakde Jarwo minta nomor Putra untuk mengirim rekaman. Putra langsung memforward rekaman itu ke nomor Fajar dan Fajri.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.
__ADS_1
