
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kita mau sarapan di mana Yank?" tanya Garo. Mereka baru saja selesai salat Subuh.
"Kalau aku terserah Mas aja. Kalau enggak ingat sedang di luar negeri, aku mau tidur lagi aja," Alesha terlalu lelah. Tapi dia tak menyesal karena bahagia.
"Janganlah Yank, jangan lupa kita mau ke pasar Or Tor Kor. Coba kita search disana ada tempat makan halal enggak ya," ujar Garo memeluk lalu mengecup kening istrinya.
Garo dan Alesha lalu menuju pasar Or Tor Kor karena disana juga tersedia sarapan yang mereka cari. Memang Garo selalu mencari makanan khas daerah yang dikunjungi agar bisa tahu kearifan lokal.
"Sudah pernah coba ketan duriannya Indonesia kan Yank? Kali ini Mas mau coba yang sejenis. Cuma di Thailand yang digunakan itu mangga." Garo memberi tahu menu yang ingin dia coba.
"Mas mau coba apa?"
"Mango Sticky Rice aja. Nanti kita makan berdua ya. Mango sticky rice pasti termasuk halal karena hanya terdiri dari ketan, santan dan mangga aja Yank."
Alesha melihat makanan yang dipesan Garo yaitu ketan yang diletakkan di atas piring dan ditambahkan potongan mangga, lalu disiram dengan santan kental.
Menu yang Alesha pesan belum datang karena tadi dia terlalu lama memilih antara khao tom yang bubur nasi atau khao phad yang serupa dengan nasi goreng kalau di Indonesia.
Khao Tom berupa bubur nasi yang dimasak dengan bahan campuran daging atau seafood. Namun, sebelum membelinya tentu Alesha sudah bertanya kepada penjual daging apa yang mereka gunakan.
__ADS_1
Jenis bubur nasi yang menggunakan udang disebut dengan Khao Tom Goong. Bubur nasi yang menggunakan bahan campuran dari daging babi disebut dengan Khao Tom Moo. Sedangkan untuk bubur nasi campur ikan disebut dengan Khao Tom Pla.
Khao Tom menggunakan bahan bumbu rempah yang bisa menghangatkan tubuh di cuaca dingin.
Sedang Khao Phad ini bisa disebut dengan nasi goreng. Nah, untuk nasi goreng khas Thailand ini menggunakan bahan seperti nasi, bawang putih, telur, saus tiram, garam, saus kecap, dan gula.
Ada pun variasi tambahan dari nasi goreng berupa suwiran ayam atau daging, udang, dan kepiting. Karakteristik nasi goreng Thailand nggak terlalu pedas, sehingga lebih banyak disukai oleh para turis.
Dari dua pilihan itu akhirnya Alesha memesan Khao Phad udang dan kepiting. Dia adalah penyuka udang.
"Enak ya Mas. Tapi kalau di lidahku lebih suka yang pakai durian." Alesha memberi komentar mango sticky rice pesanan Garo yang sejak tadi disuap ke mulutnya.
"Mungkin karena kita terbiasa dengan yang campuran durian Yank. Kalau yang campuran durian kita merasakan sensasi legit. Kalau yang campuran mangga ini kita merasakan sensasi segar karena rasa asam manis mangga beda dengan durian," Garo memberi penilaian apa yang dia kudap.
Sejak tadi mereka makan di Pasar buah or tor kor berada di area yang sama dengan pasar chatuchak yang populer.
Pasar ini terutama menjual buah. Tapi tetap banyak jenis makanan lain selain buah dan sayuran. Garo dan Alesha bisa menemukan penganan lain. Berbagai snack dan penganan tradisional dijual di sini, beberapa barang suvenir juga ada stan yang berjualan tapi tidak banyak.
Stand makanan cukup banyak. Disediakan pula tempat duduk dan meja untuk makan di dalam pasar.
Pasarnya buah or tor kor sangat bersih. Stan buah banyak, banyak pilihan. Bagi penggemar buah tropis, pasar ini adalah surga.
__ADS_1
Lokasinya ada di seberang pasar Chatuchak. Di lasar ini pedagang tak pelit memberi pengunjung tester buah atau makanan yang bertujuan supaya calon pembeli mengetahui persis kualitas penganan yang akan dibelinya.
Pasar buah or tor kor adalah pasar bersih yang konon merupakan pasar bersih ke 4 setelah pasar Tsukiji Jepang, Portugal dan Amerika.
"Ngapain beli itu?" Alesha sedang meilhat cabe kuning yang banyak dijual di pasar buah dan sayuran ini. Mereka telah selesai sarapan.
"Mau buat tanam aja Mas." Jawab Alesha.
"Yang jual kemasan bijinya banyak kok Yank, kita enggak perlu repot," ujar Garo.
"Oh ya sudah, kita beli itu aja ya Mas. Buah asem yang rasanya manis. Asam atau Tamarindus indica yang dijual di thailand tak pantas kita sebut buah asem karena rasanya manis. Maka sebaiknya kita sebut buah Tamarind aja." Alesha berniat menanam biji Tamarindus indica itu.
Thailand memang sudah kadung terkenal dengan durian. Sehingga, wajar apabila memasuki puncak musim panen durian ( April hingga Agustus ), buah beraroma menyengat ini akan ditemui di sepanjang jalanan Thailand.
Mulai dari pedagang kaki lima, mobil bak terbuka, hingga berbagai macam media yang menawarkan kelezatan durian tersebut. Seolah-olah seantero kota sedang merayakan musim panen ini.
Tapi walau sekarang bukan musim panen raya, Garo dan Alesha tak kesulitan mendapat buah durian di pasar buah ini. Sejak masuk pasar untuk sarapan tadi bau khas buah ini sudah sangat menggoda.
"Kita keliling pasar dulu ya Mas? Biar agak lapar. Perut kita masih penuh. Nanti enggak bisa makan banyak," Alesha mengajak Garo berkeliling dulu.
Durian memang digandrungi oleh berbagai kalangan baik tua atau pun muda.
Tetap saja selama berkeliling Alesha selalu melihat tukang buah durian di setiap sudut. Durian disebut sebagai Thu-rian atau Too-rian di Thailand, tapi pedagang disana masih akan tetap mengerti maksudnya apabila kita kesulitan melafalkannya dan cukup mengucapkan 'durian' saja.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING