
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Ratna tersadar ada yang tak beres. Dia segera menanyakan mengapa Garo tak membangunkan dan tak ada di kamarnya saat ini.
"Garo sama sepertimu, dia masih tidur dengan Ratmi keponakanmu dan kondisinya sangat memalukan. Alesha melihat semua itu berteriak dan menangis menjerit lalu pulang." Jelas Ginah.
"Bagaimana bisa Garo tidur dengan Ratmi?" Ratna tentu tak percaya.
"Ayo kamu bangunkan mereka," ajak Sumini membimbing Ratna.
Ratna segera berlari menghampiri kamar anaknya dia melihat Ratmi tak mengenakan pakaian bagian atas, tapi bagian bawah masih memakai underwear dan ditutup selimut.
Garo juga tak mengenakan kaos atau telan-jang dad4. Tapi masih pakai celana pendek.
Pakaian keduanya berserakan di lantai seperti sengaja dihempas saat mereka menggebu ingin bersatu.
Ratna mengguncang tubuh Garo yang tidak bisa bangun juga. Ratna mengambil air satu gayung dan dia siramkan wajah Garo.
Garo kaget dan melompat. Garo melihat pada semua orang termasuk ibunya di kamar dia. Gark melihat di sebelahnya ada Ratmi yang juga tidur dengan pakaian tidak utuh.
Garo kaget. "Ada apa Bu?"
"Ibu juga nggak tahu yang Ibu tahu kamu tidur dengan Ratmi dengan baju yang tidak utuh," ungkap Ratna sedih.
Garo tentu saja tak percaya Karena dia tidak merasa tidur dengan Ratmi.
"Parahnya tadi Alesha melihat kalian. Dia langsung pergi," ujar Ginah.
"Bagaimana bisa dia kesini pas kondisi kami seperti ini?" Ratna jadi bingung.
"Dia bilang dia dapat pesan dari Garo, disuruh datang ke sini. dia ketuk-ketuk pintu nggak ada yang buka lalu dia mengajak bulek untuk masuk bersama karena nggak enak masuk rumah sendirian."
"Pintu rumah tidak ditutup rapat. Jadi kami masuk lalu melihat ibumu juga tak bisa kami bangunkan," kata Gina.
"Alesha melihat kamarmu dia bikin foto-foto, lalu dia pergi."
Garo tak percaya dengan kejadian ini dia menutup wajah dengan tangannya. Hancur sudah dunianya kalau Alesha memutus hubungan dengannya.
Saat itu Ratmi tetap aja nggak bergerak.
__ADS_1
"Bagaimana bisa dia ada di kamarku dengan pakaian seperti ini?"
"Coba diingat-ingat lagi kapan Ratmi ke sini dan dengan siapa?" Tanya Pakde Jarwo.
"Aku nggak tahu. Dari tadi pagi kami hanya berdua kok," kata Garo.
"Iya enggak ada tamu sejak kami sarapan," Ratna memastikan tak ada yang datang. Pakde Jarwo langsung curiga ada yang tak wajar. Dia segera bertindak.
"Coba ingat lagi, kalian makan sesuatu atau minum sesuatu yang aneh?" tanya Pakde Yanto.
"Makan apa ya Bu? Sarapan biasa, ibu masak biasa nggak ada sesuatu yang beli sehingga bisa diberi sesuatu." Garo ingat tak beli sarapan apa pun pagi ini.
"Kami juga minum teh dan kopi bikin sendiri," tambah Ratna.
Saat itu ada tamu yang tiba-tiba ikut masuk ke kamar Garo. Dia berdiri di pintu.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya Ismunanto yang biasa dipanggil kang Ismu.
"Siapa yang ribut? Enggak ada apa apa," kata pakde Yanto dan pakde Jarwo hampir bersamaan.
"Ratmi koq bisa tidur disini? Dengan baju seperti itu?" Kang Ismu langsung berkomentar melihat Ratmi yang masih tak ada reaksi sama sekali sejak tadi ada orang bicara cukup keras.
"Wah ini sudah tidak benar aku akan segera lapor Pak RT dan kalian nikah aja langsung," tukas Ismu cepat.
"Apa maksudmu?" tanya Pakde Yanto.
"Ini hal kotor. Ini harus dilaporkan ke pak RT agar mereka segera dinikahkan," jawab kang Ismu.
"Kalau Ratmi tidur disini yang salah Ratmi, apa urusannya dengan kamu?" tanya Ratna. Orang itu terdiam.
"Dan lagi sejak tadi pak RT ada disini. Kamu mau lapor ke siapa?" Tanya pakde Yanto yang rumahnya selisih tiga rumah dari rumah pakde Jarwo. Dialah RT disitu.
"Apa kamu sengaja agar Garo dan Ratmi dipaksa menikah sehingga kamu bisa ambil keuntungan misalnya memeras Garo gitu?" kata Pakde Jarwo.
"Apa maksud Pakde?" kang Ismu malah bertanya.
"Sebentar ya. Sebentar," Jarwo mengeluarkan ponselnya.
"Rumah ini memang tidak ada CCTV tapi rumahku ada." kata Pakde Jarwo.
__ADS_1
"Kita bisa lihat siapa yang datang tadi pagi diam-diam masuk dari pintu belakang." lalu Pakde Jarwo memperlihatkan bagaimana kang Ismu diam-diam masuk ke dapurnya Ratna.
Pak Jarwo juga memperlihatkan saat Ismu masuk bersama Ratmi yang sudah terlihat lemas karena dipapah oleh Ismunanto.
Tiga puluh menit kemudian terlihat Ismu kembali keluar sendirian dengan wajah puas dan seperti kelelahan.
Pakde Yanto langsung mencekal Ismunanto dibantu Garo.
Pakde Jarwo dan bulek Ginah langsung memanggil tetangga lain, juga orang tua Ratmi untuk menyidang Ismunanto.
Saat itu datang pak Nurbuat sebagai Pak Dukuh ( setingkat RW ).
Pakde Yanto sebagai RT melaporkan semuanya pada pak Dukuh didepan orang tua Ratmi juga.
Pakde Jarwo lalu memperlihatkan bukti rekaman CCTV dari depan rumahnya. Sayang tak terlihat apa yang dilakukan Ismu didalam karena tak terlihat oleh CCTV.
"Barusan saya langsung melihat CCTV, ketika menyadari Ratna dan Garo tidak sadar apa yang terjadi dan mereka bilang tak ada tamu sejak pagi. Saya tidak tahu kejadiannya dari tadi pagi." Jelas pakde Jarwo.
"Bukankah Ratmi itu pacarnya kang Ismu?" Tanya seorang warga yang datang ketika mulai ramai orang tahu Ismu ditangkap di rumah Garo.
"Benarkah?" tanya pakde Yanto.
"Kayaknya sih seperti itu."
"Berarti mungkin Ratmi hamil sehingga dia mau lempar tanggung jawab ke Garo," jelas Ginah.
"Kok bulek bisa begitu?" Tanya Garo. Semua yang hadir disana kaget termasuk orang tua Ratmi.
"Aku melihat Ratmi dan Ismu kemarin keluar dari ruang praktek Bu bidan." Jelas Ginah.
Sampai semua usai Ratmi masih belum sadar. Ibunya memakaikan dia baju lengkap lebih dulu baru dibangunkan.
Setelah sadar akhirnya Ratmi ditanya bagaimana dia bisa ke rumah Garo.
**FLASHBACK OFF**
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.
__ADS_1
