JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
UNTUK MENYELAMATKAN WAJAH ALESHA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Rezky memasuki rumah kontrakannya dengan loyo, dilihatnya semua pot tanaman Alesha sudah tak ada. Dibukanya pintu depannya, sofa masih utuh, '*artinya Alesha masih disini begitu*' pikirnya. 



Lalu dia pun masuk ke kamarnya, hendak mandi, dilihatnya meja rias istrinya tak ada. Di bukanya lemari pakaian dan dilihatnya semua pakaian istrinya sudah tak ada. Seharusnya Rezky bahagia, dia bisa bebas mendekati siapa pun yang dia mau karena dia sudah tak punya istri. Dia adalah pria single. Namun entah mengapa dia merasa jiwanya kosong.



Beribu penyesalan menghampirinya saat tau Alesha sudah lepas dari tangannya. Rezky tak jadi mandi, dia keluar menuju dapur untuk mengambil minum. Dilihatnya semua alat dapur tak ada. Termasuk mesin cuci. 



Rezky sadar memang semua itu yang beli Alesha, bukan pakai uangnya, sedang sofa, kulkas dan kasur mereka beli dari uang yang mereka miliki bersama, sebagian uang itu mereka dapat dari amplop pernikahan mereka.



Alesha ternyata sama sekali tak mau membawa barang yang bukan dia miliki seutuhnya. Harusnya Rezky senang, dia masih bisa tinggal di rumah itu lebih dari setahun lagi, karena mereka mengontrak rumah itu dengan jangka waktu dua tahun, mereka berasumsi di tahun ketiga mereka bisa membeli rumah sendiri. 



Harusnya Rezky  senang tak perlu sewa kamar losmen bila ingin tidur dengan para perempuan yang ingin dia tiduri karena punya rumah sendiri yang tak ada istri atau orang tuanya. Dia sekarang laki-laki lajang! 



Namun mengapa hatinya perih saat mengingat Alesha mantan istrinya yang sudah lima hari lalu dia ceraikan didepan kedua orang tuanya dan didepan kedua orang mertuanya?



“Aaaarrgghhhhhhhhhhhhhh” teriak Rezky sambil membanting botol yang baru dia ambil dari kulkas. Dia benar-benar merasa kehilangan sosok yang telah disakitinya. Rupanya benar, penyesalan itu datang belakangan, kalau datang duluan namanya pendaftaran!



Satu minggu sudah Rezky menjadi duda, delapan hari sudah dia tak pernah mengasah pistol kecilnya. Shinta yang sejak malam itu ditinggal di losmen, selalu berupaya menghubunginya menanti keseriusan Rezky yang berjanji akan menikahinya. 



Rezky ingat karena pulang terburu-buru dia belum memberikan pil pada Shinta. Dia pusing bila Shinta menjadi perempuan hamil berikutnya. Namun untuk main-main dia sudah sama sekali tak minat. Rupanya dia lebih punya tantangan bila curi-curi. Saat sudah bebas tanpa terikat pernikahan dia malah malas bermain asah pedang.



Siang ini Rezky kalang kabut, Shinta datang ke show room saat pemilik usaha datang. Dan pemilik usaha tentu saja tahu dia sudah punya istri karena beliau datang saat Sonny menikah. 

__ADS_1



Shinta yang duduk diruang tamu show room melihat Rezky sedang keliling menemani pemilik show room. Dan saat pemilik show room yang Shinta kira adalah tamu Rezky pulang, Rezky juga meninggalkan show room bersamaan dengan tamunya tersebut walau beda mobil. Akhirnya Shinta kembali ke counter pulsa dengan gontai.



SMS nya tak pernah dibalas Rezky dan teleponnya tak pernah diangkat. Shinta jadi sedih sendiri mengingat dirinya sudah menyerahkan kegadisannya pada kekasih hatinya itu.


\*\*\* 



Hari ini pengajian tujuh bulan kehamilan Alesha. Rezky dan kedua orang tuanya datang sejak sore. Alesha memang tak mengundang Rezky, kemarin dia hanya menghubungi mantan mertuanya, meminta doa agar pengajian tujuh bulanannya berjalan lancar. 



Mantan mertuanya yang dihubungi Alesha tentu saja senang dan berinisiatif datang. Mereka juga mengajak Rezky. Rezky terlihat sangat kuyu dan lebih kurus dari  saat masih bersama dengan Alesha. Rezky juga kembali tinggal dengan orang tuanya. Rumah kontrakan dengan Alesha sudah dia oper kontrak dan semua barang yang tersisa dia jual dan hasil penjualan dan oper kontrak rumahnya dia setorkan ke rekening Alesha tanpa dia potong sama sekali.



Icha juga datang dengan mamanya serta dua orang adiknya, papanya tak bisa hadir karena sedang tugas ke Penang, Malaysia dan satu orang adiknya sedang ikut lomba karate di luar kota. 



Icha dan Fajar kenalan karena adik Icha adalah binaan Fajar di karate.




Alesha bahagia karena kakek serta neneknya bisa hadir selain eyang kakung dan eyang putri yang sudah seminggu menginap di Jogja. Para eyangnya sudah diberi tahu tentang kondisi pernikahan Alesha, tapi kakek dan nenek belum, karena mereka baru datang sore tadi. Memang Putra tak ingin cerita masalah tersebut lewat telepon, takut mama dan papanya shock.



Acara berjalan lancar, hingga saat semua tamu sudah pulang, baru mantan mertua Alesha pamit pulang. Disitu kakek Galih bingung mengapa Rezky ikut pamit pulang, tapi kakek Galih tak menanyakan pada cucu mantunya, dia hanya membatin akan menanyakan pada Putra setelah ada kesempatan.


\*\*\* 



Alesha memberikan antaran makanan pengajian serta souvenir pengajian untuk mantan mertuanya bawa pulang, dia masih tetap hormat pada kedua orang tua yang tak bersalah padanya itu.



“Matur nuwun ya Umi dan Abi masih berkenan datang kesini,” ucap Alesha dengan lembut.



“Biar bagaimana pun kamu tetap anak Umi, dan bayi yang kau kandung adalah cucu kami,” jawab ibu mertuanya.

__ADS_1



Sementara Abdullah Malik hanya menepuk pundak mantan menantunya dengan lembut. Sesungguhnya dia sangat malu untuk datang ke acara ini. Tapi bila dia tak datang wajah Alesha akan tercoreng. Padahal Alesha tak salah sama sekali.



Itulah sebabnya Abdullah berupaya menepis rasa malunya. Dia tetap datang di acara nujuh bulanan ini. 



“Mas pamit ya,” Rezky mengulurkan tangan pada Alesha, disambut Alesha sebagai salam biasa tanpa mencium tangan mantan suaminya tersebut.



“Terima kasih atas kehadirannya,” jawab Alesha, perkataan yang sama dia berikan pada semua tamu yang hadir.



“*Babe*, aku ingin kita rujuk, maafkan semua kesalahan Mas,” bisik Rezky. Namun Alesha tak menjawabnya seakan tak mendengar bisikan Rezky tersebut. 



Alesha ingat kata-kata kak Icha kemaren “*Jangan pertahankan sampah, percuma memberitahu lalat betapa wanginya bunga, karena mereka hanya suka bau sampah*,” saat mereka bertukar info berapa banyak korbannya Rezky. 



Alesha sering ji-jik pada dirinya sendiri yang pernah disentuh oleh lalat kotor sekelas Rezky.



“Tha, kenapa Rezky ikut pamit pulang? Bukan pamit mau nganter ayah dan ibunya,” tanya pak Galih pada Putra, anak lelakinya. 



Karena sudah ditanya papanya maka Putra pun menceritakan semua hal tentang Rezky pada papanya tersebut. Tentu saja pak Galih sangat marah “Kenapa tadi dia masih boleh datang?”



“Paling tidak menyelamatkan muka Alesha didepan keluarga dan undangan. Kasihan Alesha kalau harus malu, tak ada suami dan mertuanya saat acara nujuh bulan, sedang orang umum belum ada yang tau mereka sudah cerai secara agama,” ungkap Putra menenangkan papanya.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.

__ADS_1


__ADS_2