JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
SOK KENAL


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kamu duduk Mas, biar enggak cape, dia mau kok dipangku," kata Alesha.



Garo pun duduk dan Jingga mengusap wajah Garo seakan tak percaya ada wajah ayahnya didepan matanya.



"Ini beneran Ayah kok sayank. Ini Ayah Nak. Ayah nggak akan tinggalin kamu lagi. Enggak akan pernah," Garo memandang Alesha tajam sambil mengucapkan kata itu.



Alesha hanya menunduk dia tahu telah melakukan kesalahan besar terhadap Jingga dan Garo.



"Maem dulu yuk Dedeknya,"  bujuk Alesha.



"Au," jawab Jingga ketus.



"Maemnya sama ayah loh," Alesha melempar tanggung jawab ke Garo daripada Jingga  tidak makan.



"Sini maem sama Ayah ya," Garo pun mengerti.  Alesha mendekatkan mangkok ke Garo dan Garo mengambil sendoknya.



"Kita maem berdua ya. Dedek pinter kan? Maem sama Ayah yuk," kata Garo.



Jingga sejak sakit sulit menelan. Sekarang gadis kecil itu membuka mulutnya. Garo menyuapinya sedikit demi sedikit.



"Pintar nih anak Ayah. Sedikit lagi yok," begitu terus Garo membujuk Jingga dengan lembut.



Prestasi besar hari ini Jingga makan setengah mangkok. Padahal di rumah dengan mbak Dwi atau dengan Alesha, Makan tiga sendok saja sulit.



"Wah anak Ayah hebat ya,"  puji Alesha.


__ADS_1


Alesha memberikan botol air mineral mini ke Garo dan memberikan sedotan. Alesha juga mengambilkan tisssue basah dan menyerahkan ke Garo.



Alesha bagian buang sampah atau menaruh kembali mangkok atau botol air minum.



"Kita minum obat ya, Alesha mengocok obat yang berupa suspensi agar tercampur rata.



"Au," jawab Jingga kembali.



Pokoknya Apa yang ditawarkan oleh bundanya dia langsung akan teriak AU yang artinya tidak mau.



"Tidak mau ya sudah, berarti Ayah nggak kasih obat.  Obatnya buat Bunda aja," kata Alesha lagi.



"Sama Ayah ya, kita minum obat sama ayah, oke?" Tanya Garo.



"TE," jawab Jingga sambil mengangguk. TE artinya oke, dia setuju minum obat dengan Garo.




"Pintar anak Ayah. Udah maem, Udah minum obat, kita bobok yuk."



"Bobo berdua yuk, berdua," ajak Garo.



"Yuk kita bobo," ajak Garo lagi. Garo ikut tidur di ranjang bersama Jingga.  Kalau sendiri Jingga nggak akan mau.



Garo ngelonin Jingga sambil dibisiki shalawat dan dia usap keningnya. Sesekali dia kecup kening putri kecilnya dengan derai air mata. Garo masih terus menyesalkan kealpaannya pada sosok gadis kecil yang sangat tergantung pada dirinya.



Harusnya walau tak bertemu ibunya dia minta Ririen membawakan Jingga untuk bertemu dengannya.



Saat Jingga tidur Garo bangkit perlahan. "Mas beli makan dulu sebentar ya," ujar Garo yang masih duduk di ranjang. Harus sangat pelan kalau ingin bangkit dari ranjang agar Jingga tak terjaga.



"Iya," jawab Alesha.

__ADS_1



Perlahan Garo berdiri. "Mau titip apa?"



"Sedotan udah belum ya Mas?"



"Belum, tadi dapat satu saja dari rumah sakit kan?"



"Kalau gitu titip sedotan yang bisa ditekuk," jawab Alesha.


\*\*\*



"Mau ke mana Mas?" kata dokter Puji yang ketemu di lift.



"Mau beli makan buat istriku,"  jawab Garo



"Putrinya sekarang sama siapa?"



"Si kecil ya sama ibunya lah. Mari," pamit Garo.



Garo tak merasa kenal sosok itu. Entah gadis entah ibu. Kalau pun dia adiknya mantan pacar SMA, dia juga tak kenal.



Oke Dia pernah "pacaran" dengan kakaknya, tapi kan nggak kenal adiknya.



Pacaran juga bukan di rumah cuma ketemu di sekolah jadi aneh kalau perempuan itu sok kenal dekat!



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1680085075663.jpg)


__ADS_2