JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
PROPOSAL BAGI FAJRI & LIANI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kita harus bicara ke Liani dan Fajri Mom," Putra bicara ada Ririen saat mereka menyusul Fajar ke homestay sehabis beli makan siang.



"Kenapa?"



"Majukan pernikahan mereka. Gunakan gedung dan cattering yang sudah dipesan Alesha."



"Fajri dan Liany suruh ubah menu, lay out dan thema sesuai keinginan mereka. Kita minta mereka ngebut bikin undangan."



"Kalau Liani dan Fajri setuju, kita nemuin keluarganya Liani dan kita jabarkan keadaan ini."



"Baju, dan souvenirnya Alesha kan enggak basi. Bisa kita gunakan bila luka Lesha sudah sembuh. Kita hanya rugi di undangan saja karena sudah selesai dicetak."



"Tapi kalau Liani dan Fajri tidak mau, ya sudah. Jangan dipaksakan," ujar Putra. Lelaki ini sangat sedih melihat Alesha harus kembali ke titik nadir! Putra akan mengajukan *proposal* pada Fajri dan Liani agar mau merubah waktu pernikahan mereka.


\*\*\*



Sampai di homestay, Putra membujuk Alesha makan. Ririen menyuapi Jingga dengan sop dan perkedel yang dia beli tadi.



"Dwi kamu makan duluan. Habis Jingga selesai makan, kamu jaga dia lagi," perintah Ririen.



"Injih Bu," Dwi pun mengambil bungkusan nasi Padang yang kecil. Artinya nasinya setengah. Dia, Ririen dan Alesha memang tak sanggup dengan porsi nasi Padang normal.



Saat hampir maghrib Fajar pulang. Dia meminta Alesha jangan menghindar. Semua harus dihadapi.


\*\*\*



Sehabis salat Isya dan makan malam Ririen mendapat telepon dari rumah. 



"Kenapa Mbok?" Tanya Ririen.

__ADS_1



"Barusan mas Garo, ibunya dan pakdenya *rawuh*. Nyari Ibu. Mereka bilang minta dikabari kapan mereka bisa ketemu Ibu," ucap simbok.



"Oh ya, nanti aku langsung hubungi mereka Mbok," jawab Ririen.



Putra sedang meminta Fajri mengatur waktu dengan Liani untuk bertemu dengannya.



Fajri belum tahu persoalan Alesha.



"Nah kan bener kan. Kalau Garo salah keluarganya nggak mungkin dukung."



Ririen bercerita pada Alesha dan Putra masalah kedatangan Garo ke rumah.



"Iya, ibunya enggak mungkin mendukung Garo kalau dia berbuat salah," kata Putra.



Alesha menyadari Garo MUNGKIN tak bersalah. Alesha belum menerima kalau dibilang Garo PASTI enggak bersalah.




"*Waktu kamu lihat Garo, apa kamu nggak teriak kaget? Kamu bikin beberapa foto apa Garo atau perempuan pasangannya enggak bangun? Apa Garo bisa senyenyak itu walau sangat lelah*?"



Alesha ingat pertanyaan Fajar siang tadi. Padahal Alesha tahu, Garo paling sensitif. Ada suara pelan saja dia langsung terjaga.



Jadi benar dugaan Fajar kalau saat itu Garo juga sedang tak sadar.


\*\*\*



Garo terpuruk. Dia hanya diam di dalam mobil yang dikemudikan pakde Jarwo. Garo sangat ketakutan kalau Alesha mau putus hubungan dengannya.



Garo sudah melihat foto yang Alesha kirim pada nomor ponsel Ratna.



Bagaimana Garo bisa terbangun tadi siang? Kita **FLASHBACK** yok


__ADS_1


Bulek Ginah langsung teriak minta tolong di depan rumah Ratna setelah Alesha pergi meninggalkan rumah itu.  Beberapa kerabatnya langsung datang.



"*Ono opo tho*?" Pakde Jarwo dan istrinya yang rumahnya tepat depan rumah Ratna langsung menghampiri Ginah. Saat itu juga datang pakde Yanto. Kakak Sumini, istri pakde Jarwo.



"Mbak Ratna dan Garo nggak bisa bangun," lapor Ginah dengan ketakutan.



Mereka pun memasuki rumah Ratna, dan semua  melihat kondisi Ratna serta Garo dan Ratmi keponakannya Ratna yang tertidur di kamar Garo.



Sumini membangunkan Ratna. Sampai lama semua usaha tak berhasil mereka lakukan.



"*Diraupi wae*," perintah pakde Yanto.



RAUP maksudnya wajah Ratna di basuh air. Bukan dengan lap basah. Tapi  dengan air seperti kita mencuci wajah ketika wudhu.



Ratna bangun terkaget melihat ada empat orang di kamarnya.



"Kamu kenapa kok bisa tertidur tak bisa bangun?" Tanya Jarwo, kakak sepupu ayah kandung Garo.



"Loh memang saya kenapa Kangmas?" Tanya Ratna bingung.



Ginah langsung menceritakan bahwa dia mengguncang tubuh Ratna dan merangsang dengan minyak kayu putih di hidung agar Ratna bangun tetap tak bisa. Ratna tak mau bangun.



Ratna tentu tak percaya dia bisa seperti itu, karena dia bukan orang yang sulit bangun. Bahkan ada suara berisik sedikit saja dia cepat bangun. Ini ada empat orang masuk kamarnya dia tak tahu sama sekali.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1679545137822.jpg)

__ADS_1


__ADS_2