
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Di Sungai Chao Phraya banyak pengusaha yang mengadakan resto terapung.
Restoran terapung seperti Ruan Rub Rong, Yok Yor, Chao Phraya Princess Cruise 1,2,3,4 dan banyak nama lainnya tersebar di sepanjang sungai Chao Phraya yang memiliki lebar 15 meter tersebut.
Resto-resto terapung ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Mata dimanjakan dengan pemandangan kota Ayutthaya, perut dimanjakan dengan makanannya. Sedaaap.
Rutenya pun ternyata sama antara kapal mewah dengan kapal biasa. Mereka beda di bangunan kapal sehingga harga menu juga akan berbeda.
Karena routenya sama maka view yang dilihat sudah pasti sama. Bedanya dikapal yang tidak mewah atau sudah tua, biaya yang kita keluarkan bisa sesuai budget karena harga makanan yang dibayar adalah sesuai dengan yang kita pesan. Jadi bukan buffet. Rasanya ternyata diluar dugaan enak sekali. Puas dan tidak kecewa.
"Mau naik yang mana Yank?"
__ADS_1
"Aku mau kapal biasa Mas, jadi menu sesuai yang kita pesan. Kita bukan bayar buffet. Kalau bawa orang dewasa laki-laki memang yang kelas mewah enak. Lha kalau yang hanya makan sedikit bayar paket kan rugi?" Alesha dengan cermat menghitung semua yang akan dia nikmati.
Perahu yang disulap menjadi Restoran melaju pelan. Hanya 20 knot / jam saja. Sambil menunggu makanan yang disajikan, Garo dan Alesha menikmati kehidupan masyarakat di pinggir sungai panjang tersebut. Tak lupa mereka membuat foto-foto. Baik foto sendiri, mau pun foto mereka berdua.
Tanpa terasa, satu per satu makanan yang mereka pesan datang. Hidangan pertama yang disajikan adalah iklan placon.
Ikan yang terlihat seperti ikan gabus itu dipanggang selama 30 menit setelah ditaburi daun serai dan garam di atasnya. Sesudahnya, kecap dan sambal diguyurkan. Melihatnya, lidah rasanya tidak sabar ingin segera mencicipi.
Tentu saja banyak komen mampir di postingan itu.
Kapal terus bergerak perlahan, semilir angin malam dan pemandangan sejumlah bangunan yang dihiasi lampu-lampu di sepanjang sisi sungai Chao Phraya menjadikan suasana nyaman untuk bersantap malam.
Lampu penerang di dek kapal yang dipadamkan sebagian, dengan lampu meja dipertahankan menyala, ikut menambah suasana makan malam yang romantis.
__ADS_1
Salah satu tujuan utama pengelola restoran itu adalah memastikan tamu-tamu mereka merasa aman dan santai di kapal selama bersantap malam. Desain interior dan arsitektur pun disesuaikan dengan suasana jamuan makan malam yang nyaman.
Garo dan Alesha sangat terkesan dengan dinner romantis mereka malam ini.
"i love you Mas," bisik Alesha. Garo tak menyangka istrinya mengungkapkan isi hatinya. Dia mencium tangan istrinya mesra.
"i love you more Yank."
Selama santap malam, tamu restoran dapat menikmati keindahan bangunan warisan budaya Thailand di sisi kanan kiri sungai sepanjang 372 kilometer yang bermuara di Teluk Thailand itu.
Sejumlah bangunan yang akan dijumpai selama dua jam perjalanan santap malam itu di antaranya, situs sejarah terkenal dan biara-biara keagamaan seperti Royal Grand Palace Wat Pra Kaew, Wat Arun ( The Temple of the Dawn ), Bangkhunprom Istana, Kalayanamitr Bait Suci, dan Rama 8 Bridge. Yang terakhir adalah salah satu jembatan paling terkenal di Bangkok.
Sambil menikmati makan malam dan pemandangan di tepi sungai, tamu restoran akan ditemani sajian live music dengan alunan lagu-lagu bernuansa lembut, pop jazz, disco, hingga bertema romantis.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ
__ADS_1