Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Diskusi


__ADS_3

"Shar .... Sharon!"


Sebuah panggilan mengejutkan dirinya dan mengembalikan pikirannya yang tadi sempat berkelana.


"Kok bengong sih?! Kita uda mau mulai diskusi nih!" ujar Rebecca yang ternyata memanggilnya dari tadi.


"Sorry, sorry .... Agak kurang fokus .... Mungkin karena uda laper, pengen cepet waktu makan malam, " jawab Sharon berdalih.


"Beneran karena laper? Bukan karena ada masalah yang kamu sembunyikan? Kalau Rebecca yang begitu, aku sih percaya. Tapi kalo kamu .... Rasanya aneh deh ..." ujar Priscillia meragukan alasan sahabatnya ini.


"Eh, kok jadi aku yang dibawa-bawa?!" protes Rebecca.


"Lho? Emang salah?" bantah Priscillia.


"Ga juga sih ..." cengir Rebecca.


Sharon tertawa melihat perdebatan kedua sahabatnya ini. Ia sungguh bersyukur ada di antara mereka. Ia benar-benar tidak ingin menodai persahabatan yang sudah terjalin dengan adanya maksud-maksud terselubung. Tetapi bagaimana ia harus menghadapi ambisi mamanya, ia sungguh tidak tahu.


"Serius nih .... Beneran kamu gapapa, Shar? Lagi mikirin apa atau ada masalah tertentu?" Priscillia kembali bertanya.


"Iya. Jujur aja, Shar! Jangan sampe nahan sendiri kayak kejadian pak Santo itu!" sambung Rebecca.


"Gapapa. Bener kok. Yuk, mending kita sambung pembahasannya!" ajak Sharon mengalihkan topik pembicaraan mereka.


Karena Sharon sudah berkata demikian, akhirnya Rebecca dan Priscillia mengalah. Mereka memutuskan untuk mempercayai Sharon dan tidak lagi memperpanjang masalah tersebut.


"Oke. Langsung aja. Jadi, setelah bertemu dengan anak itu, bagaimana pendapat kalian?" tanya Priscillia memulai diskusi.


"Absolutely suspicious (arti: jelas mencurigakan), " jawab Rebecca.


"Setuju, " timpal Sharon.


"Deal ! Ga ada perdebatan yah ... Menurutku juga sama. Aku merasa pak James dijebak." Priscillia memberi kesimpulan.


"Jadi sekarang kita harus gimana? Tuh anak kan ga mau diperiksa, memang bisa kita paksa?" tanya Rebecca.


"Ga bisa lah, Bec. Bener kata dia, kita ini siapa? Polisi? Segala sesuatu harus ada dasar hukumnya, " ujar Sharon mulai memanfaatkan ilmu perkuliahannya.


"Kalo begitu, waktu kamu peringati dia agar hati-hati kalo berurusan dengan kita, memang rencanamu apa, Pris?" Rebecca kali ini bertanya pada Priscillia.


Priscillia menaikkan alisnya. "Sebenarnya .... Itu cuma gertakan aja, Bec. Aslinya aku belum punya rencana apa-apa. Aku nantangin dia jalanin pemeriksaan ke dokter kandungan, juga cuma buat liat respons dia aja. Aslinya sih kalo diperiksa, paling cuma tau selaputnya uda robek/kaga. Memang dari robekannya bisa lebih meyakinkan adanya pemerk*saan, tapi tetep itu tidak bisa jadi bukti valid 100%, " papar Priscillia.


"Memang bukti 100% validnya apa?" tanya Rebecca lagi.


"Kalau ditemukan cairan m*ni milik pak James pada Cindy. Tapi itu harusnya ga mungkin. Karena kasusnya sudah lewat berhari-hari, pasti sudah dibersihkan atau dicuci, " jawab Priscillia.

__ADS_1


"Bukti adanya kekerasan atau pembelaan diri seperti yang kamu tanyakan pada dia, sebenarnya juga bisa jadi petunjuk, Bec. Dari hasil pengamatanku melihat Cindy tadi, sepertinya dia tidak memiliki bukti kekerasan seperti itu.


Tapi kalau dia bilang tangannya dicekal pak James saat kejadian, wajar kalau dia ga bisa membela diri, kan? Dan bekas cekalan seperti itu, paling hanya menimbulkan bekas kemerahan di kulit yang hilang dalam beberapa jam, " tambahnya.


"Kalau tidak ada bukti yang mendukung adanya tindakan perk*saan seperti air m*ni atau tanda bekas kekerasan, justru makin menguntungkan pak James dong, Pris?" tanya Rebecca agak bingung.


"Ga bisa di bilang gitu juga, Bec. Bukti yang memberatkan pak James memang tidak ada, tapi bukti yang menepis pak James sebagai tertuduh pun tidak ada. Sedangkan saksi mata yang memberatkan pak James cukup banyak. Mereka melihat kondisi pak James saat itu, di mana Pak James sendiri tidak bisa menyanggah tuduhan yang diberikan kepadanya karena tidak ingat apa-apa.


Akhirnya, yang terjadi nanti adalah pertarungan kepiawaian antara jaksa penuntut umum dan pengacara pak James di pengadilan. Kalau dapat pengacara yang bagus, kalau tidak? Belum lagi apakah pak James dan keluarganya mau membawa kasus ini ke pengadilan? Karena sepertinya solusi secara kekeluargaan itu sudah diupayakan dengan direncanakannya pernikahan." Sharon mewakili Priscillia menerangkan kepada Rebecca.


"Kalau kita yang menyewa pengacara handal dan menuntut si perempuan ular itu dengan tuduhan pencemaran nama baik, gimana?" tanya Rebecca yang gemas dengan tingkah Cindy.


"Sayangnya ga bisa, Bec. Perihal pencemaran nama baik sudah diatur dalam Bab XVI tentang penghinaan, sebagaimana terdapat pada Pasal 310 sampai dengan Pasal 321 KUHP. Di sana dikatakan bahwa delik penghinaan dikategorikan sebagai delik aduan, yang berarti harus dari pihak pak James sendiri selaku orang yang dirugikan kehormatannya yang melakukan pengaduan kepada pihak penyidik, " jawab Sharon.


Kesabaran Rebecca mulai menipis. "Kalo dipaksa biar dia periksa ke dokter kandungan ga bisa, tuntut dia di pengadilan juga ga bisa, gimana kalo ditekan pake latar belakang keluarga kita? Mungkin kalo bisnis bapaknya digencet, dia terpaksa ngaku!" ujar Rebecca dengan emosi.


"Kalo dari aku, kayaknya susah, Bec .... Masalahnya, di sini Cindy posisinya adalah korban. Dan kejadiannya di acara sekolah. Ortuku selaku ketua yayasan pasti lebih condong membela Cindy. Sudah bagus keluarganya setuju dengan jalan kekeluargaan seperti ini. Jadi, nama baik pihak sekolah juga masih terjaga, " tutur Priscillia.


"Lagipula, aku juga kurang suka mengintimidasi orang dengan memanfaatkan latar belakang kekuasaan keluarga, karena sesungguhnya itu bukan kekuatan kita sendiri. Beda cerita kalo Cindy benar-benar terbukti bersalah, mungkin orang tuaku bisa kubujuk. Tapi, semua ini kan masih dugaan kita, " tambahnya.


"Iya, Bec. Tanpa bukti yang kuat, mana mungkin orang tua kita mau ikut campur dalam masalah begini. Memang menurutmu, ortumu sendiri bisa dibujuk?" Sharon balik bertanya.


"Erghhh .... Jadi kita ga bisa ngapa-ngapain?! Cuma bisa liat pak James jadi korban dikirim untuk menikahi ular?!" seru Rebecca frustasi.


"Yang kita bisa saat ini adalah mencoba membujuk pak James atau keluarganya untuk membuat pengaduan. Kalo masalah cari pengacara yang baik, kurasa kita bisa bantu. Kita bisa minta orang tua kita meminjamkan pengacara keluarga kita masing-masing. Untuk bagian itu, kurasa ortu kita masih bisa dibujuk," jawab Sharon.


Rebecca menghela napasnya. "Yah sudahlah. Kalo memang cuma bisa begitu. Jadi kapan kita mau ke tempat pak James?"


"Aku minta data pak James dari TU sekolah dulu. Kalo uda dapat, nanti kuhubungi kalian dan kita atur jadwal lagi. Oke?" usul Priscillia.


"Oke!" jawab Sharon dan Rebecca bersamaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


FORUM Q and A


Hai ... Hai ... readers - ku yang baik dan setia, yang senantiasa mendukung author .... Terima kasih kita bisa menapaki tahun yang baru bersama. Semoga di tahun yang baru kita juga bisa memperbaharui semangat kita untuk mencapai cita-cita atau hal-hal yang belum tercapai di tahun lalu yah .... 😄🙏


Dion : Hello readers ! Sudah lama kita tidak berjumpa yah .... Sudah satu tahun! 🤭😁 Gara-gara banyak acara, forum Q and A baru bisa ditayangkan sekarang deh ....


Di episode kali ini, untuk menjawab pertanyaan reader, aku akan mengundang bintang tamu spesial. Yuk kita sambut ... Gengggg Priinnncessss!!!!


Geng Princess : Halo semua ....

__ADS_1


Dion : Halo Priscillia, Rebecca, Sharon, dan Cecilia ... yang uda jauh-jauh balik dari luar negeri demi menghadiri acara ini. Ngomong-ngomong, walau kita belum pernah berjumpa, kalian kenal saya, kan?


Priscillia : Kenal kok. Mantan kakaknya Celine, kan?


Dion : Mantan katanya, guys .... 😓


Rebecca : La? Kan bener! Apa mau dibilang hantu atau jenazah? 🤪


Dion : 😒


Geng Princess : 🤭🤭🤭


Dion : Oke deh! Untuk menghemat waktu, kita langsung ke pertanyaannya aja. Pertanyaan kali ini berasal dari reader GF dan ditujukan ke Geng Princess.


Bunyinya begini: Saya benci banget sama Cindy. Jadi, begitu tau kalo Geng Princess mau turun tangan buat menghadapi Cindy, saya juga mau ikut. Boleh ga saya jadi anggota Geng Princess? Walaupun huruf awal nama saya G dan tidak masuk di kata 'Princess'-nya, tapi kan bisa masuk di kata 'Geng'-nya.


Dion : Bisa-bisanya dia kepikiran begitu 🤭 Kreatif sih .... 👍 Ngomong-ngomong, Cecilia uda tau kabar tentang Cindy belum?


Cecilia : Uda. Teman-teman uda ceritain kasusnya.


Dion : Oh .... Bagus deh kalo gitu! Jadi tetap update info terbaru yah ....


Cecilia : Jelas dong! 😎


Dion : Oke! Kalau begitu, silakan dijawab ....


Priscillia : Aku sih ga masalah. Lucu juga sih kalo ternyata kata 'Geng'-nya juga punya kepanjangan sendiri 😄😆 Jadi kita masih kosong orang-orang yang namanya berawalan E, N, dan I yah. Masih banyak slot.


Sharon : Iya. Aku juga setuju aja. Makin rame makin seru 🤭


Rebecca : Kalo aku, bukan setuju aja! Tapi setuju banget! Ayo sini-sini, siapa yang ga suka sama Cindy! Berkumpul di sini, yuk! Kita keroyok Cindy rame-rame! Makin banyak personil makin bagus! 😤💪


Cecilia : Kalo semuanya main direkrut gitu, nanti nama geng-nya gimana? Ini aja kebetulan reader yang mau daftar, namanya berawalan huruf G. Masih bisa dimasukin ke kata 'Geng'-nya. Nah, kalo misalnya ada yang namanya berawalan huruf lain seperti B, D, atau Z ?


Rebecca : Gampang itu! Masalah nama geng mah bisa diganti. Mau namanya jadi Geng Princess Buldozer, mau jadi Geng Princess Badazz, atau geng kapak sekalian, yang penting daftar dulu! Yah para readers yah .... Kami tunggu lho! 😆😁


Dion : Serius tuh nama gengnya bisa diganti-ganti jadi begitu? 😨


Priscillia, Cecilia, Sharon : Uda biasa. Itu lebih mendingan daripada Geng Princeces. Jadi, terserah Rebecca aja deh 🙈😓😅


Dion : 😅😅 Jadi begitu yah, guys .... Bagi yang mau daftar, langsung daftarkan aja nama kalian di kolom komentar yah. Nanti akan langsung disampaikan ke Geng Princess. Begitu?


Geng Princess : Yup! 😁😆🥰😊


Dion : Okelah kalau begitu! Sampai di sini forum Q and A kali ini .... Untuk readers yang lain, masih ditunggu pertanyaan dan komentar kalian yah .... Sampai jumpa lagi !! Bye - bye ! 👋

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2