
Beberapa hari sudah berlalu semenjak acara wisuda James. Saat ini, James mulai disibukkan dengan membuat lamaran kerja sebagai guru BK ke sekolah-sekolah setingkat SMP dan SMU di kotanya.
Sedangkan Celine, setelah kejadian ia menumpahkan perasaannya, Celine mengalami beberapa kemajuan. Pandangannya tidak sekosong sebelumnya. Ia sekarang sudah bisa merespons ucapan orang lain, sekalipun hanya berupa anggukan atau gelengan.
Celine juga sudah bisa keluar kamar sendiri di waktu-waktu tertentu, seperti bangun tidur dan makan. Walaupun setelah keluar kamar, dia hanya berdiri diam di samping Mama Ratna, sampai Mama Ratna memberi respons balik padanya.
Tentu saja kemajuan ini mendatangkan sukacita tersendiri buat keluarga Wijaya. Tiap-tiap anggota keluarga jadi lebih mudah untuk berinteraksi dengan Celine.
Kabar gembira ini juga tidak lupa disampaikan James ke Mbok Yani. Lewat video call, Mbok Yani melihat sendiri bagaimana Celine merespons pertanyaannya dengan anggukan, ketika Mbok Yani bertanya, "Nona baik-baik saja di sana?"
Hal ini membuat Mbok Yani menangis, saking terharunya.
Kemajuan ini membuat Mama Ratna terpikir kembali mengenai pendidikan Celine. Jujur saja, sebagai guru dan orang tua, Mama Ratna merasa trenyuh melihat nasib Celine yang tidak bisa menerima pendidikan yang sesuai dengan usianya karena kondisinya.
Dengan kemajuan ini, harapan akan hal itu seolah dimunculkan kembali. Karena itu lah, di waktu kumpul bersama yang selalu diadakan setelah makan malam, Mama Ratna mengajukan pembahasan tentang hal tersebut.
"Bagaimana? Apakah kalian setuju dengan pendapat Mama?" tanya Mama Ratna setelah mengemukakan ide beserta alasannya.
Semua diam dengan kepala manggut-manggut. Mereka menyadari kebenaran dan pentingnya hal tersebut dipikirkan dari sekarang.
Papa Heru yang pertama membuka suara, "Celine sendiri bagaimana? Celine sudah siap belajar?" yang segera dijawab dengan anggukan oleh Celine.
"Celine mau sekolah?" tanya Papa Heru lagi. Tetapi kali ini Celine menggeleng.
"Hmm .... Kalau begitu, bagaimana kalau kita coba kembali ke metode homeschooling seperti yang pernah Celine jalani?" tanya Papa Heru.
__ADS_1
"Jadi Papa mau kita mencari guru privat buat Celine?" tanya Mama Ratna.
"Sepertinya begitu. Menurut cerita James, dulu Celine menjalankan homeschooling dengan guru privat, kan?" jawab Papa Heru.
"Celine mau belajar dengan guru privat?" Gantian James sekarang yang mengkonfirmasi keinginan Celine. Tetapi Celine tidak menjawab.
Setelah berpikir beberapa saat, James mencoba bertanya dengan kalimat yang berbeda. "Celine mau kita undang orang lain ke rumah untuk ajarin Celine?"
Kali ini Celine menggeleng. Gelengan Celine membuat anggota keluarga lain terdiam, memikirkan pemecahan masalah siapa dan bagaimana cara mengajar Celine.
"Bagaimana kalo gini aja, kita semua di sini yang jadi pengajar Celine? Papa bisa mengajar jurusan IPA seperti fisika, kimia, biologi, dan matematika. Mama bisa mengajar bahasa seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Nah, kalo Abang ngajar jurusan IPS seperti ekonomi, akuntansi, geografi, dan sejarah. Ide bagus, kan?" kata James bangga.
"Lo sendiri ngajar apaan?" Alex balik bertanya.
"Gua kan guru BK, Bang ..." jawab James sambil nyengir.
"Masalahnya kita belum tau minat dan bakat Celine, Ma .... Lagipula, Celine sudah lama tidak belajar. Jadi harus dievaluasi dulu, pemahaman Celine sekarang ini setara dengan kelas berapa. Liat aja tadi, Celine tidak merespons pertanyaan pertama James tentang guru privat. Tapi begitu James sederhanakan kalimatnya, baru Celine bisa merespons.
Menurut James, karena gejala katatonia yang dialami Celine selama ini, membuat kemampuan kerja otaknya menurun akibat tidak menerima rangsangan dalam waktu yang cukup lama. Jadi kita harus menurunkan standar pembelajarannya. Ga bisa disamakan dengan anak-anak seumurnya, Ma ..." jelas James panjang lebar.
Semua anggota keluarga terdiam dan terkagum dengan penjelasan James. Mereka tidak menyangka, James bisa memperhatikan detail seperti itu.
"Baiklah. Kita ikuti cara James. Dengan syarat, James yang membuat kurikulum khusus buat Celine. Materi-materi pembelajaran juga harus kamu yang siapkan. Terserah James mau membuat materi setara kelas berapa.
Tugas kami hanya mengajar sesuai materi. Nanti setiap bulan, kami akan laporkan perkembangan Celine, biar kamu bisa menyesuaikan materinya. Bagaimana? Semua setuju?" tanya Papa Heru mengakhiri kesimpulannya.
__ADS_1
"Setujuuuu ..." jawab Mama Ratna dan Alex berbarengan.
Tinggal James yang manyun, termakan ucapannya sendiri. Mau santai-santai, malah dapat tugas yang lebih berat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
FORUM Q and A
Hai ... hai ... readers - ku thayank .... Makasih atas dukungannya yah ... Kalian lah vitamin author yang membuat author terus bersemangat dalam berkarya .... 🥰
Dion : Hai readers .... Kembali kita bertemu di forum Q and A. Pertanyaan kali ini masih seputar tentang "kematianku". Kenapa tentang kematianku mulu yah? Apa ga ada yang menarik menurut kalian, selain tentang kematianku? 😢
Oke .... pertanyaannya dari reader SF, begini bunyinya:
Dari cerita sebelumnya, dikisahkan kesibukan Dion, sampe kurang tidur, dsb, dkk. Trus, kenapa matinya karena nyelamatin anak kecil yah ?? Kok kayak ga nyambung? Kenapa matinya ga ketabrak mobil karena ga meratiin lampu merah akibat ngantuk misalnya?
Dion : Astagaaa !!! Tragis amat caraku dibikin "mati" nya !! 😱😱 Overall, makasih yah, atas pertanyaannya .... Berarti kamu kritis! 👍
Kujawab yah .... Sebenarnya, ada hubungannya kok. Jadi, aku tuh sebenarnya orang yang sigap lho. Kalau ada yang keluar-masuk pintu kafe, pasti aku tau. Nah ... gara-gara kemarinnya kurang tidur, jadi aku ga meratiin. Aku baru sadar ketika tuh anak uda hampir di tengah jalan. Coba kalau aku ga ngantuk kan? Pasti pas tuh anak mau kuar sendiri, uda bisa kucegah.
Begitu kira-kira hubungannya 😬 Semoga bisa diterima yah .... 🙏
Demikian episode forum Q and A kali ini. Aku tunggu komentar dan pertanyaan kalian yah .... Kalo boleh, jangan soal kematianku lagi .... 😅
__ADS_1
Sampai jumpa .... Bye-bye .... 👋
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...