
Hari ini James mendapat kabar kalau dirinya diterima kerja di SMU elite khusus putri, di mana ia diwawancara beberapa waktu lalu. Ia diminta mulai bekerja Senin depan. Waktu kerjanya sama persis dengan tempat kerjanya yang dulu. Dari hari Senin-Jumat, pk.07.00 - pk.15.00.
Tentu saja kabar ini membuat keluarga Wijaya gembira, khususnya James. Ini kali pertamanya ia mendapat pekerjaan dengan usahanya sendiri, bukan karena rekomendasi orang lain. Selain itu, kali ini ia bekerja bukan sebagai guru pengganti lagi, melainkan sebagai guru tetap.
Sedangkan Celine, James tahu ia sedang berusaha keras untuk bersikap seperti biasa. Ia berusaha mengembalikan keceriaannya, walaupun untuk sikapnya dengan Bang Alex tidak bisa seperti dulu.
Tapi usahanya tersebut cukup membuahkan hasil. Tidak ada lagi anggota keluarga yang menanyakan alasan kemurungan Celine. Anggota keluarga lain cukup diyakinkan dengan alasan haidnya, yang mungkin sekarang ini sudah selesai hingga mood Celine mulai terlihat normal kembali. Masalah patah hati tertutupi begitu saja. Hanya Celine dan James yang tahu.
...****************...
Hari Senin tiba. Hari ini adalah hari pertama James melakukan pekerjaannya di SMU yang baru. Ia sengaja datang lebih pagi untuk membiasakan diri dengan lingkungan kerjanya yang tergolong sangat besar itu.
Pertama-tama ia menemui kepala sekolah (Kepsek) di ruang Kepsek tempat dulu ia diwawancarai. Setelah bertemu, Sang Kepsek mengantarkannya ke ruang guru.
Di sana, ia diperkenalkan sebagai guru BK yang baru kepada para guru di sana dan meminta para wali kelas untuk memperkenalkannya pada murid di kelas masing-masing, saat James pertama kali memasuki kelas di jam pelajaran BK kelas tersebut. Setelah itu, James diberitahu letak meja kerjanya di ruang guru itu.
Berikutnya, James diantarkan ke ruang bimbingan dan konseling, tempat di mana ia bisa memanggil siswi untuk menanyakan masalahnya atau sebaliknya, jika ada siswi yang membutuhkan bantuannya untuk menyelesaikan permasalahannya. Ruangan itu tidak terlalu besar. Perabotan di sana hanyalah sebuah meja kayu dan 2 buah kursi yang saling berhadapan. Tidak terlalu berbeda dengan tempat kerjanya yang sebelumnya.
Di sanalah kepala sekolah memberikan jadwal pelajaran kepada James agar James mengetahui waktu-waktu kapan ia harus mengajar di setiap kelas. Ia juga diberikan beberapa lembar RPL (Rencana Pelaksanaan Layanan) yang telah dibuat oleh guru BK sebelumnya dan sebuah kartu yang katanya bisa digunakan untuk membeli makanan di kantin sekolah.
Sang Kepsek memberikan James kewenangan untuk menentukan sendiri materi yang akan dibagikan kepada murid. Asalkan materi yang dibagikan sesuai dengan kebutuhan.
James diberi waktu 2 minggu untuk menyusun RPL 1 semester-nya sendiri dan setelah itu RPL tersebut harus diserahkan padanya. James diizinkan meneruskan RPL dari guru BK yang sebelumnya, dengan syarat James dapat memberikan alasan yang tepat ketika diminta pertanggungjawabannya.
Setelah tugas-tugasnya diberitahu, James kembali diantar ke ruang guru karena sebentar lagi bel masuk sekolah akan berbunyi. Jika ada yang ditanyakan, James dipersilakan menemui Sang Kepsek di ruangannya, atau bertanya kepada guru-guru lain. Kemudian Sang Kepsek kembali ke ruangannya.
__ADS_1
Meja kerja James bersebelahan dengan seorang guru wanita di sebelah kanannya dan seorang guru pria di sebelah kirinya. Setelah memperkenalkan diri, rupanya wanita itu adalah guru Bahasa Inggris dan pria itu adalah guru olahraga.
Baru saja mereka mulai berbincang, bel tanda mulai sekolah berbunyi. Guru-guru di sebelahnya mohon diri karena ada jadwal mengajar. Bersamaan dengan itu, seorang guru wanita berkacamata dengan umur kisaran 50 tahun datang mendekati James.
"Perkenalkan, Saya Bu Wina, wali kelas XII IPA. Menurut jadwal, pelajaran BK pertama Bapak hari ini adalah di kelas saya pada jam pelajaran ke 3, yaitu sekitar pk. 09.30, setelah istirahat pertama. Saya akan menemui Bapak kembali di sini pada saat jam tersebut. Sekarang saya harus mengajar dulu. Ada yang ingin Bapak tanyakan? " tanyanya lugas.
"Oh... Tidak ada. Terima kasih " jawab James agak gugup.
"Kalau begitu, Saya permisi. " Wanita bernama Bu Wina itu pun lalu pergi meninggalkan James. Tinggal James sendiri di ruang guru itu.
James menghela napasnya. Suasananya sungguh berbeda dengan SMU tempat bekerjanya dulu. Mungkin karena SMU tersebut adalah almamaternya, ia masih mengenal guru-guru yang mengajar di sana. Demikian sebaliknya, beberapa guru masih mengenal James sebagai mantan anak didik mereka. Hal itu yang membuat suasana akrab dan kekeluargaan cepat sekali tercipta.
James lalu melihat lembaran kertas yang tadi diberikan kepala sekolah kepadanya. Kertas berisi jadwal pelajaran dan lembaran RPL yang telah dibuat oleh guru BK sebelumnya.
Ia memutuskan mempelajari kertas jadwal terlebih dahulu. Rata-rata ia mengajar di kelas 4 jam setiap hari, yaitu dari jam pelajaran ketiga sampai keenam. Selebihnya adalah waktu di luar pelajaran untuk pelayanan bimbingan dan konseling.
Setelah itu, ia beralih ke lembaran RPL. Di sana terdapat materi-materi yang akan dibagikan ke tiap kelas di semester ini. Banyak judul materi yang menarik untuk dibahas.
James memilih untuk sebanyak-banyaknya mengumpulkan materi dan topik lebih dahulu. Untuk itu, ia juga mencoba mengingat materi-materi RPL yang dibuat Bu Yeni di SMU tempatnya bekerja sebelumnya. Ia juga mencari topik-topik lain dari internet yang bisa ia aplikasikan untuk siswi SMU.
Rencananya materi-materi itu akan ia gabungkan. Kemudian materi-materi tersebut akan dipilah sesuai dengan kebutuhan para siswi di sini. Jadi, kuncinya adalah James harus secepat mungkin mengenali kebutuhan dan permasalahan yang ada di sekolah ini. Setelah itu, barulah ia bisa membuat RPL-nya sendiri.
James begitu fokus membuat rencana kerjanya sampai ia tidak sadar jam pelajaran kedua sudah berakhir. Guru-guru mulai kembali ke mejanya masing-masing di ruang guru, minimal untuk meletakkan buku. Beberapa dari mereka ada yang langsung keluar lagi.
"Pak James tidak istirahat? Sudah sarapan?" Guru olahraga yang duduk di sebelah kirinya bertanya padanya.
__ADS_1
"Eh? Istirahat? " James lalu melihat jam tangannya.
Sudah jam 9. Sudah selesai jam pelajaran kedua rupanya. Pikirnya dalam hati.
Di jadwalnya, para siswi sekolah ini mendapat dua kali jam istirahat, yaitu pk. 09.00 - pk. 09.30 setelah pelajaran kedua, dan pk. 11.30 - pk. 12.00 setelah pelajaran keempat. Jadi hari ini James masih memiliki waktu 30 menit sebelum ia akan masuk kelas pertamanya dengan Bu Wina.
"Iya, Pak. Bapak mau saya ajak untuk melihat-lihat kantin? " tanya Pak Santo, nama dari guru olahraga tersebut.
"Oh, boleh. Terima kasih, Pak. " Lalu mereka berdua meninggalkan ruang guru menuju kantin sekolah.
Mata James terbelalak melihat kantin sekolah yang menurut pandangannya lebih cocok disebut food court. Kantinnya luassss sekali. Beda jauh dengan kantin di SMU-nya dulu. Stand-stand makanan dan minuman berjejer rapi menutupi dinding. Di tengah-tengahnya terdapat meja-meja berbentuk lingkaran atau persegi panjang dengan kumpulan kursi yg mengelilinginya. Susunannya persis seperti yang ada di cafe-cafe.
"Guru di sini mendapat uang makan yang sudah diintegrasikan di kartu. Bapak sudah mendapat kartu seperti ini? " tanya Pak Santo sambil menunjukkan kartu miliknya.
"Iya, tadi saya diberi ini oleh kepala sekolah" kata James sambil mengeluarkan sebuah kartu dari kantong celananya.
"Nah.. Dengan kartu ini Pak James bisa mengambil makanan atau minuman yang Bapak suka di counter mana pun. Tinggal scan kartu saja. Nanti akan diakumulasi di akhir bulan. Jika pemakaian di bawah uang makan, lebihnya akan masuk gaji. Jika di atas uang makan, gaji Bapak otomatis akan dipotong untuk membayar kelebihannya. Jadi kayak kartu kredit, Pak. Di sini tidak ada transaksi dengan uang tunai" jelas Pak Santo panjang-lebar.
James hanya melongo mendengar penjelasan tersebut. SMU ini modern dan canggih sekali, pikirnya.
Istirahat pertama ini dihabiskan James untuk melihat cara pemakaian kartu dan menemani Pak Santo. Setelah itu, ia buru-buru kembali ke ruang guru karena takut membuat Bu Wina menunggu.
Pelajaran tatap muka pertama di tiga kelas hari ini berlangsung sesuai dengan rencana James. Di istirahat kedua, ia mencoba sendiri menggunakan kartu sakti itu untuk membeli makanan dan minuman yang ia pilih.
Setelah pelajaran tatap muka terakhir selesai, James dipanggil ke bagian Tata Usaha untuk melengkapi data. Beberapa data yang dibutuhkan adalah data tentang rekening dan email, untuk memudahkan pengiriman gaji dan periciannya, serta untuk memperlancar komunikasi jika ada pengumuman dari pihak sekolah.
__ADS_1
Demikianlah James melewati hari pertamanya di SMU elite ini. Banyak hal baru yang ia alami dan ia harus segera membiasakan diri dengan hal tersebut. Suatu hal yang pasti akan ia bagikan di PKW malam ini.
...****************...