
Hari ini James mendapatkan panggilan wawancara sebagai guru BK pengganti di SMU tempatnya dulu bersekolah. Yang merekomendasikannya adalah Bu Yeni, guru BK-nya dulu, karena melihat surat lamaran kerja James yang dialamatkan ke sekolah.
Bu Yeni ini sebentar lagi akan mengajukan cuti melahirkan. Tetapi sebelum itu, pihak sekolah meminta beliau untuk lebih dahulu merekomendasikan penggantinya, yang kemudian akan diwawancarai langsung oleh kepala sekolah, sebelum benar-benar dapat bekerja sebagai guru pengganti.
Dalam hal pengajuan rekomendasi, Bu Yeni dibebaskan untuk memilih penggantinya lewat rekomendasi pribadi. Ia juga diperbolehkan memilih seseorang yang melamar kerja di SMU tersebut berdasarkan surat lamaran kerja yang masuk. Di sinilah tanpa sengaja Bu Yeni melihat surat lamaran kerja James.
Rupanya Bu Yeni masih mengingat James sebagai salah satu anak didiknya yang 4-5 tahun lalu sempat membuatnya repot dan gemas. James memang bukan anak bermasalah. Kelakuannya masih tergolong sebagai murid yang baik dan nilai-nilai pelajarannya pun masih memenuhi standar kelulusan.
Tetapi waktu ditanyakan tentang rencana masa depan menjelang kelulusan, seperti mau ambil jurusan apa atau mau berkarir sebagai apa, jawaban James adalah Nol Besar. Hampir bisa disamakan dengan murid-murid bermasalah yang selama ini dibimbingnya.
__ADS_1
Sudah 3-4 kali James dipanggil ke ruang BK berkenaan dengan masalah tersebut. Sudah diberi pengarahan. Sudah juga diberi waktu berpikir. Tetapi tetap saja tidak ada perkembangan yang berarti antara pertemuan yang satu dengan pertemuan berikutnya. Jika dinasihati, jawabannya hanya "iya, iya" saja, tanpa disertai perubahan.
Saat itu, Bu Yeni sudah sempat berencana memanggil orang tua James untuk membicarakan masalah ini. Tetapi James menolak. Ia berhasil meyakinkan Bu Yeni kalau pada saatnya nanti ia pasti akan menemukan jalannya (walaupun pada kenyataannya, itu tidak terjadi). Ketika itu, Bu Yeni mencoba mempercayai James, melihat karakter James yang selama ini tidak bermasalah di sekolah.
Karena itu lah, Bu Yeni cukup terkejut melihat anak didiknya yang dulu agak bermasalah dalam menentukan karir masa depannya, sekarang ini ternyata mengambil jalur yang sama dengannya. Dengan alasan bahwa Bu Yeni merasa cukup mengenal karakter James, ditambah dengan didorong rasa penasaran, maka Bu Yeni memutuskan merekomendasikan James sebagai penggantinya.
Dan di sini lah James sekarang, sedang diwawancarai oleh mantan kepala sekolahnya.
...****************...
__ADS_1
Tentu saja hal ini membuat keluarga Wijaya senang, terutama James. Kesempatan ini bisa menjadi pengalaman kerja yang bagus untuk karirnya ke depannya.
Senin depan, James akan memulai pekerjaannya di SMU tersebut, dengan jam kerja dari pukul 07.00 - pukul 15.00 dari hari Senin-Jumat.
Dengan perkembangan seperti ini, tentu saja mempengaruhi beberapa situasi di keluarga Wijaya, khususnya pengaturan jam kerja Mama Ratna dan waktu untuk Celine. Mama Ratna sekarang mengatur jam mengajarnya hanya di atas pukul 16.00, untuk memastikan bahwa harus ada seseorang di rumah yang menggantikannya menemani Celine.
Sedangkan James, waktunya untuk Celine akan jauh berkurang. Hanya di akhir pekan baru ia bisa kembali fokus mengurus perencanaan studi dan terapi Celine, atau mungkin sekedar menemani Celine jalan-jalan.
Di hari-hari biasa, waktunya untuk menemani/menjaga Celine di rumah hanya berkisar satu jam, karena setelah pukul 16.00, terkadang Papa Heru atau Alex sudah pulang. Hal tersebut berarti sesi pembelajaran Celine berikutnya akan dimulai.
__ADS_1
Mama Ratna mengingatkan James, jangan karena sudah bekerja, ia nanti menelantarkan Celine. Ia harus hati-hati dan bijak dalam membagi waktu. Bagaimanapun, Celine adalah tanggung jawabnya. James mengerti benar akan hal itu dan menyanggupinya.
...****************...