Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Celine yang Menghilang


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu, datang kabar dari Celine melalui Mama Ratna. Mama Ratna menyampaikan kabar Celine di PKW.


Kondisi papa Celine di RS sudah cukup stabil. Kondisi berbahaya yang dapat mengancam nyawa sudah dapat dihindari. Hanya saja papa Celine sekarang ini mengalami kelumpuhan tubuh di bagian kiri. Wajahnya terkulai, terlihat melorot pada satu sisi dan bicaranya pelo atau kurang jelas.


Beberapa hari kemudian, Celine memberi kabar lagi lewat telepon ke Mama Ratna. Papa Celine sudah boleh pulang ke rumah. Tapi karena lumpuh sebagian, Celine memutuskan menggunakan jasa perawat home care untuk membantunya merawat Sang Ayah di rumah.


Dua hari berikutnya lagi, Mama Ratna kembali melanjutkan kabar tentang Celine di PKW. Untuk mengembalikan fungsi tubuh agar bisa kembali beraktivitas normal, Celine dan keluarga besar sepakat untuk membawa Tuan Adipratama ke luar negeri untuk menjalani fisioterapi di sana karena alat-alatnya lebih lengkap. Mbok Yani juga akan diajak ke sana untuk menemani dan membantu Celine.


Hampir seminggu kemudian, Celine mengabarkan kalau ia sudah di luar negeri. Ayahnya sudah menemui dokter di sana. Dokter mengatakan, untuk mencapai hasil yang maksimal, fisioterapi yang rutin diperlukan minimal selama 6 bulan. Karena itu, untuk sementara mereka akan menetap di sana.


Karena waktu terapi yang dibutuhkan cukup lama, Celine juga memikirkan nasib pendidikannya selama ada di luar negeri. Setelah berkonsultasi dengan Mama Ratna, Celine memutuskan untuk langsung melompat ke bangku kuliah. Ia mencoba menghubungi pihak universitas yang dituju, untuk membicarakan persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa menempuh pendidikan di sana.


Mama Ratna kagum pada Celine. Dari pembicaraan mereka selama ini, terlihat Celine sangat mengerahkan keberaniannya untuk bisa bertahan dengan situasi yang dialaminya. Bagaimana ia harus memaksa diri mengubah karakter pemalunya untuk bertemu dan menghadapi banyak orang asing sekaligus. Untunglah ada Mbok Yani yang mendampingi, sehingga Celine tidak menghadapinya sendirian.


Setelah Celine pergi, James kembali ke kamarnya yang dulu ditempati Celine. Nuansa kamarnya sekarang berubah jauh dibandingkan saat dulu masih ditempati oleh James dan James ingin membiarkannya begitu saja. Siapa tahu dengan begini sedikit-banyak bisa menghibur dirinya jika ia merindukan Celine.

__ADS_1


Lagipula, Celine meninggalkan semua barang Dion dan beberapa barangnya di kamar. Ia hanya membawa baju, buku pelajaran serta beberapa novelnya. Hal ini jugalah yang menimbulkan sedikit harapan bagi James. Siapa tahu Celine berpikir suatu saat ingin kembali ke rumah ini.


Saat ini James hanya melamun duduk di ranjangnya. Matanya nanar memandang lukisan Celine yang terpajang di dinding kamarnya. Pikirannya galau karena Celine tidak menghubunginya.


Ia tahu kalau hubungan Celine dengan mamanya sangat dekat. Masih teringat di benaknya, anggota keluarga Wijaya yang pertama kali dipanggil Celine ketika tinggal di sini adalah mama. Tapi entah kenapa, ia berharap Celine tetap menghubunginya barang sesekali sekedar untuk menceritakan pengalaman atau keluh kesah yang dialaminya.


Yang ia bisa lakukan saat ini adalah menghibur dirinya sendiri. Mungkin ini berarti Celine dalam keadaan baik-baik saja atau masih dalam situasi yang dapat ditanggungnya. Bukankan ia sendiri yang mengatakan 'kalau ada apa-apa', barulah Celine menghubunginya? Bisa jadi Celine mengartikannya bulat-bulat begitu saja, bukan?


Di sisi lain, James menertawakan dirinya sendiri. Ia sendiri ternyata masih sama seperti dirinya di masa kuliah dulu. Ia tidak memiliki keberanian menghubungi Celine terlebih dahulu. Dulu alasannya karena mereka belum pernah mengobrol. Sekarang? Karena belum siap?


...****************...


Semenjak kabar yang menyatakan Celine ingin kuliah, baru seminggu kemudian Celine memberi kabar lagi. Ia melaporkan persyaratan yang diminta oleh pihak universitas. Ternyata syaratnya cukup merepotkan. Maklumlah, Celine bahkan belum mempunyai ijazah SMU.


Di antaranya adalah, ia harus mengikuti tes GED (General Educational Development test ) untuk mendapatkan ijazah yang setara dengan ijazah SMU. Selain itu, untuk membuktikan kemampuan Bahasa Inggrisnya, Celine juga harus melampirkan sertifikat IELTS (International English Language Testing System).

__ADS_1


Sekitar dua minggu berikutnya, Celine kembali melapor pada Mama Ratna bahwa tesnya gagal di percobaan pertama. Tapi Celine belum menyerah. Ia memutuskan untuk mengikuti kelas persiapan untuk menghadapi tes periode berikutnya. Mama Ratna senang melihat Celine yang memiliki semangat dan pantang menyerah.


Satu bulan kemudian, Celine memberi kabar bahwa ayahnya sudah mulai bisa berbicara dengan jelas berkat fisioterapi yang teratur. Tangan kirinya pun sudah bisa digeser, walaupun beliau belum kuat mengangkatnya. Keluarga Wijaya ikut bersyukur mendengarnya.


Jika diperhatikan, frekuensi Celine memberi kabar makin lama makin jarang. James dan keluarganya mengerti, mungkin hal itu disebabkan karena Celine sulit membagi waktu. Selain ia masih harus menjaga dan merawat ayahnya, ia juga masih harus mengurus persiapan kuliahnya.


Sekarang ini, Celine hanya memberi kabar 1-2 bulan sekali. Ceritanya bergantian antara keadaan ayahnya dan persiapan kuliahnya. Tentu saja semuanya diceritakan hanya kepada Mama Ratna yang menyampaikan pada semua anggota keluarga saat PKW.


Sampai akhirnya, enam bulan sudah berlalu semenjak Celine pergi ke luar negeri. Kabar terakhir yang ia berikan adalah bahwa ia sudah diterima di universitas pilihannya. Celine akhirnya mengambil jurusan ilmu komunikasi sebagai pilihan kuliahnya. Setelah itu, kabar rutin dari Celine mulai menghilang. Beberapa bulan bisa terlewati begitu saja, tanpa ada kabar dari Celine.


Pernah Mama Ratna yang mencoba menghubungi Celine lebih dahulu, tapi telepon tidak diangkatnya. Pernah juga bahkan Mbok Yani yang mengangkat telepon dari Mama Ratna. Mbok Yani mewakili Celine meminta maaf, karena Celine sedang kuliah dan jadwalnya memang cukup padat.


Akhirnya, karena takut mengganggu kesibukan Celine, Mama Ratna hanya meninggalkan pesan di email untuk menanyakan kabarnya. Itu pun tidak langsung dibalas Celine. Butuh beberapa hari bahkan kadang sampai seminggu lebih baru balasan dari Celine tiba. Dengan keadaan seperti itu, tidak dapat dihindari hubungan komunikasi antar keduanya makin lama makin renggang, hingga akhirnya terputus sama sekali.


Melihat kondisi seperti ini, James makin terpuruk. Jika Mama Ratna saja bernasib begini, bagaimana dengan dirinya? Ia berpikir mungkin ini salah satu karma yang harus diterimanya. Ia teringat, dulu ia pun pernah mengabaikan Celine demi urusan perkuliahannya. Sekarang roda berputar. Giliran dirinya sekarang yang mengalaminya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2