Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Pekerjaan Baru, Lingkungan Baru


__ADS_3

Permainan kehidupan memang sering membolak-balikan rencana manusia. James yang sudah mulai pasrah untuk mengikuti rencana Celine, malah mendapat panggilan untuk wawancara di hari-hari terakhir tenggat waktu yang ia tetapkan sendiri.


Tentu saja James tidak melewatkan kesempatan ini. Prioritasnya adalah segera mendapatkan pekerjaan, DI MANA PUN ITU!


Di waktu wawancara yang telah ditentukan, James mendatangi RS tersebut. RS yang memanggilnya adalah sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang memiliki unit rehabilitasi narkoba yang baru berdiri kurang dari setahun.


Pada tahapan awal, James mengikuti wawancara oleh bagian HRD Rumah Sakit. Jujur saja, James sempat mendapat pandangan aneh ketika ia ditanyakan alasannya berpindah profesi dari seorang guru BK menjadi seorang petugas kesehatan.


James mencoba menjawab dengan tenang dan berusaha terlihat meyakinkan. Ia berkata bahwa menurutnya menjadi konselor di manapun sama saja, karena sama-sama harus dilandasi jiwa kemanusiaan yang ingin menolong orang lain. Yang berbeda adalah jenis orang yang bermasalah dan kompleksitas dari masalah itu sendiri. Dan inilah yang ia ingin pelajari. Ia ingin menantang dirinya untuk menghadapi dunia yang baru.


Entahlah apakah jawabannya dapat diterima atau cukup memuaskan Si Pewawancara atau tidak. Yang jelas, setelah itu ia diarahkan untuk mengikuti beberapa pemeriksaan fisik dan kemudian ia boleh pulang. Ia dijanjikan akan mendapatkan kabar paling lambat seminggu kemudian.


Tidak sampai seminggu, kabar yang ditunggu-tunggu pun tiba. James diminta mulai bekerja pada hari Senin depan pada pukul 07.30. Tentu saja James senang. Kabar itu segera disampaikannya pada kedua orang tua dan kekasihnya yang ikut ambil bagian dalam kebahagiaannya itu.


Hari Senin tiba. James berangkat ke RSUD lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Begitu sampai, ia menuju bagian HRD Rumah Sakit kembali. Pihak HRD lalu membawanya menemui Koordinator Pelayanan Medik dan Keperawatan, yaitu seorang dokter wanita berumur sekitar 35 tahun. Nama dokter tersebut adalah dr. Yuri Lidyawati.


Dokter Yuri lah yang bertugas menjelaskan garis besar tugas James sebagai konselor. James akan bekerja seperti jam kerja pada umumnya, dari hari Senin sampai Jumat, dari pukul 07.30 - pukul 15.00.


Dokter Yuri lalu mengantarkan James ke ruang kerjanya. Di depan pintu tertulis kata "Konselor Umum". Ruangan itu tidak terlalu besar, namun ditata dengan nyaman dan elegan. Di tiap pojok terdapat dua meja kerja dengan masing-masing satu kursi untuk Sang Konselor dan dua kursi di hadapannya. Di tengah ruangan terdapat satu set sofa minimalis, yang membuat ruang tersebut seolah memiliki ruang tamu kecil.

__ADS_1


Di atas salah satu meja kerja tersebut nampak berkas-berkas dan alat tulis yang menandakan bahwa meja tersebut sudah berpenghuni. Sedangkan meja lainnya, lebih terlihat kosong. Hanya ada sebuah kalender dan sebuah tempat alat tulis kantor dengan dua buah pena di dalamnya. Kemungkinan, meja itulah yang akan menjadi meja kerjanya.


Dokter Yuri mengajak James duduk di sofa untuk berbincang sejenak. Sebagai pembukaan, dr. Yuri menjelaskan alasan James diterima bekerja di RSUD tersebut.


"Sesungguhnya, kami mencari seorang konselor adiksi untuk unit rehabilitasi narkoba kami (noted: konselor adiksi adalah konselor yang memberi pelayanan rehabilitasi pada orang yang mengalami kecanduan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Disebut juga dengan konselor narkoba atau drug counselor ).


Sebelumnya, kami hanya memiliki dua orang konselor adiksi, namun yang satunya berhenti karena akan pindah untuk tinggal di kota lain. Sudah dua bulan yang lalu beliau mengajukan surat pengunduran diri dan kami juga sudah mencari penggantinya sejak saat itu. Tetapi kami sudah tidak bisa menahannya lagi meskipun kami belum mendapatkan penggantinya.


Karena itulah untuk sementara kami meminta seorang dokter umum membantu sebagai konselor di unit rehabilitasi tersebut, setidaknya ia memiliki pengetahuan tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif) dan juga tentang rehabilitasi. Dan anda, mungkin ke depannya kami harapkan dapat mengarah ke profesi tersebut.


Tapi hal itu akan kita bicarakan nanti. Untuk 3 bulan ke depan ini, anda akan menjalani masa orientasi terlebih dahulu, mengingat anda belum pernah punya pengalaman bekerja di RS ataupun memiliki sertifikat-sertifikat pelatihan yang berhubungan dengan kesehatan.


"Untuk lebih lengkapnya tentang masalah pembagian tugas, anda boleh bertanya pada Bu Reny nanti. Saat ini, ia mungkin sedang melakukan kunjungan pasien di bangsal-bangsal." Setelah berkata demikian, dr. Yuri bangkit berdiri.


"Sekarang saya akan mengantar anda untuk melakukan orientasi ruangan-ruangan yang kelak akan berhubungan dengan pekerjaan anda, " katanya lagi seolah mengajak James mengikutinya.


James lalu diajak memasuki bangsal-bangsal yang memiliki nama macam-macam bunga. Di sana ia juga diperkenalkan kepada perawat yang menjadi koordinator ruangan di bangsal tersebut.


Ada banyak bangsal yang ada di RSUD tersebut. Bangsal-bangsal tersebut dibagi berdasarkan kelas pasien dan tipe penyakitnya.

__ADS_1


Berdasarkan kelas, ada bangsal kelas VIP, kelas I, II, dan III. Berdasarkan penyakit dan pasiennya, ada bangsal untuk pasien dewasa, pasien anak, pasien kandungan, dan ada juga untuk pasien dengan masalah kejiwaan. Karena cukup banyak, James tidak bisa langsung mengingat perkataan dr. Yuri ketika menjelaskan bangsal mana untuk pasien apa atau kelas berapa.


"Pada umumnya, untuk konsultasi mengenai penyakit atau pengobatan, biasanya akan dijelaskan langsung oleh Dokter spesialis Penanggung Jawab Pasien (DPJP) tersebut. Konselor umum akan diminta pendampingannya jika ada kasus-kasus khusus, misalnya pasien yang depresi karena penyakitnya, atau pasien yang cemas karena memerlukan tindakan operasi.


Pendampingan juga dapat diperuntukkan untuk keluarga pasien yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sulit sembuh, gangguan kejiwaan, ataupun yang sedang menjalani masa rehabilitasi yang membutuhkan kesabaran.


Yang jelas, permintaan pendampingan akan disampaikan langsung oleh DPJP yang bersangkutan, ataupun akan dituliskan dalam rekam medis. Perawat ruangan yang bertugas akan membantu mengingatkan anda jika ada permintaan pendampingan." Dokter Yuri melanjutkan penjelasannya.


Kemudian James juga diajak menemui kepala-kepala instalasi yang akan menjadi kepala tim di mana James akan ikut ambil bagian di dalamnya. Di antaranya adalah kepala instalasi psikiatri dewasa, kepala instalasi psikiatri anak dan remaja, kepala instalasi NAPZA, dan kepala instalasi rehabilitasi.


Mereka semua dapat dikatakan akan menjadi atasan James, termasuk Bu Reny. James sudah tidak sanggup lagi menghapal nama-nama dan wajah-wajah kepala-kepala instalasi tadi. Ia hanya bisa memasang senyum bodoh ketika diperkenalkan pada orang-orang penting tersebut.


Pelan-pelan ... ia menghibur dirinya sendiri. Nanti ia akan bertanya pada Bu Reny saja, karena bagaimanapun ialah satu-satunya orang yang memiliki peran yang hampir sama persis dengannya di RSUD ini.


Setelah itu, dr. Yuri mengajaknya kembali ke ruang konselor umum dan meninggalkannya sendirian di sana. Ketika dr. Yuri pergi, James hanya merebahkan kepalanya di atas meja kerjanya. Untunglah saat itu Bu Reny belum kembali.


Kepala James terasa sakit. Otaknya lelah. Ini baru hari pertama orientasi dan masih belum berlalu. Ia masih harus menunggu kedatangan Bu Reny dan mendengarkan penjelasan tugas dari beliau.


Tuhan .... Ternyata ini tidak semudah yang kukira. Tugasnya jauh berbeda dan lebih kompleks dari guru BK di sekolah. Kuatkanlah jiwaku ... seru James dalam hati.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2