
Sesampainya di rumah, James kembali melakukan rutinitasnya seperti biasa. Apalagi kalau bukan langsung mandi? Bayangan air bekas pel masih menempel di kulitnya, membuatnya jijik. Dibalurinya rambutnya dengan sampo, dan digosoknya semua kulitnya dengan sabun.
Setelah mandi, dua pasang mata sudah menunggunya di ruang keluarga.
"Pak Guru, lagi cape ga? Kalo ga, boleh ke sini bentar?" panggil Mama Ratna.
"Kenapa, Ma?" tanya James sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk.
"Begini .... Tadi setelah belajar, kami ngobrol-ngobrol sebentar. Obrolan tiba-tiba beralih ke masa depan Celine. Bagaimanapun, sekarang Celine sudah setara kelas XI lo .... Sudah boleh dipikirkan mau jadi apa atau kuliah di mana," terang Mama Ratna.
"Oh, bagus! Celine mau jadi apa?" tanya James kepada Celine, sambil melayangkan bokongnya di kursi kosong dekat mereka.
"Celine belum tau mau jadi apa, Bang James. Tapi Celine pengen lebih bisa berkomunikasi sama orang. Pengen lebih bisa menghadapi orang," jawab Celine dengan kepala tertunduk.
"Oke. Gapapa. Itu awal yang bagus. Celine sudah cari tau jurusan yang bisa diambil oleh anak Bahasa, yang juga bisa memenuhi keinginan Celine tadi?" tanya James lebih lanjut.
Celine mengangguk sebagai jawaban. "Dari hasil Googling, Celine tertarik antara Jurusan Komunikasi dan Jurusan Hubungan Masyarakat."
__ADS_1
"Dua-duanya bagus. Peluang karier keduanya juga luas. Menurut Mama sih oke. Sekarang menurut pendapat Guru BK kita gimana?" tanya Mama Ratna pada James.
"Buat James sih, semua oke aja. Yang penting arahnya jelas, cocok dengan minat atau cita-cita Celine," jawab James santai.
"Tuh .... Sama kan pendapat James dengan yang Mama bilang tadi? Celine tuh harus lebih percaya diri dengan pilihan Celine. Celine tuh lebih bagus dari Bang James dulu lo. Tau ga, James itu sampe detik-detik terakhir pendaftaran mahasiswa, masih belum tau mau ambil jurusan apa!" bocor Mama Ratna sambil merangkul Celine.
"Aish, Mama! Ga usah ungkit-ungkit masa lalu deh!" sembur James yang malu dibuka aibnya.
"Masa lalu itu jadi pembelajaran masa kini, Pak Guru!" balas Mama Ratna tak mau kalah.
Celine tertawa melihat tingkah laku ibu dan anak ini.
James tertegun. "Kenapa Celine ga ngomong langsung aja sama Bang James? Kenapa harus Mama yang ngomong?"
Celine hanya bisa tertunduk mendengar pertanyaan James. Mama Ratna tersenyum bijak.
"Celine ga berani ngomong. Ia takut keinginannya itu menyusahkanmu," jawab Mama Ratna mewakili Celine.
__ADS_1
"Santai ajalah, Non. Ngomong aja langsung ke Bang James! Usul kan ga dosa. Masalah boleh/tidaknya itu urusan belakangan. Toh bukan Bang James juga yang nentuin. Nanti Bang James tanyakan dulu ke Kepala Sekolah yah!" ucap James sambil mengelus kepala Celine. Celine hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Sudah beres toh pembicaraannya? Tuh, soalnya Papa uda pulang. Celine sudah harus masuk sesi belajar Matematika. Sana, siapin dulu bukunya!" kata Mama Ratna sambil menunjuk mobil Papa Heru yang sudah terlihat di depan rumah.
"Celine ambil buku dulu yah ... " kata Celine sambil bangkit dari tempat duduknya dan segera masuk ke kamarnya.
"Kalau gitu, James istirahat di kamar yah ...." James juga ikut bangkit dan meninggalkan ruang keluarga.
Saat terbaring di ranjangnya, James tiba-tiba terpikirkan sesuatu. Mengapa Celine tiba-tiba membicarakan masa depan? Bahkan sampai ingin melihat-lihat sekolah tempatnya mengajar? Apakah ada yang memicunya?
James lalu mengingat-ingat pembicaraan terakhir mereka. Pembicaraan mereka yang terakhir tentang ... Priscillia !!!
Priscillia yang disangka Celine sebagai orang yang membuatnya patah hati. Priscillia yang mempunyai status sosial dan latar belakang keluarga yang mirip dengan Celine. Priscillia yang ... membuat Celine cemburu?
Boomm !!! Pikiran liar yang datang tanpa permisi itu, kembali membuat muka James merah padam.
Wooii, James!!! Apaan sih, lo ?! Makin lama pikiran makin ngawur! Jangan kegeeran sendiri! Dia tuh lagi mikirin masa depannya baik-baik! Mama aja uda bilang gitu, lo malah sok-sok main cocoklogi !! kata James marah-marah pada dirinya sendiri.
__ADS_1
...****************...