
Persiapan pertunangan Darrell dilakukan dengan cepat dalam jangka waktu kurang dari sebulan. Kedua orang tua pasangan mengadakan kesepakatan, pesta pertunangan akan diselenggarakan oleh pihak wanita dan diadakan di kota B, sedangkan pesta pernikahan akan diselenggarakan oleh pihak pria dan diadakan di kota J.
Kesepakatan sengaja dibuat demikian karena kedua pihak bersikeras ingin mengadakan pesta besar-besaran di kotanya masing-masing. Maklum saja, Darrell adalah anak tunggal Andreas, dan persatuan kedua keluarga ini sengaja dipromosikan besar-besaran demi menyukseskan mimpinya.
Sedangkan bagi keluarga Iskandardinata, Cecilia adalah putri satu-satunya dan acara ini adalah pernikahan/pertunangan anak pertama keluarga tersebut. Karena itu, mereka memandang sangat penting untuk menetapkan standar yang tinggi mengingat status sosial keluarga mereka di masyarakat.
Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk acara pertunangan ini. Dari tempat pesta, konsep pesta, undangan, gaun, cincin, dan katering. Mereka sampai harus menyewa sebuah gedung sebagai tempat pesta karena banyaknya keluarga dan kolega bisnis yang diundang dalam acara ini.
Vendor katering yang dipilih juga bukan main-main. Mereka memilih vendor terpercaya yang sudah melakukan bisnisnya selama puluhan tahun, memiliki rasa bintang lima, bahkan sering menjadi langganan untuk acara artis ataupun pejabat.
Soal bujet sudah tidak lagi dipikirkan sebagai kendala. Acara ini dapat dipastikan menjadi salah satu gala besar yang pernah diadakan di kota tersebut.
Darrell menyerahkan segala persiapannya pada Cecilia dan keluarganya. Ia hanya ikut-ikutan melibatkan diri dan memberi pendapat jika diminta. Toh pada dasarnya ia memang cukup cuek untuk ikut serta memikirkan detail hal-hal seperti itu. Selama tidak aneh-aneh dan masih dalam batas wajar, ia akan patuh.
Dua minggu sebelum hari H, undangan sudah dibagikan. Tentu saja para pengusaha besar di kota itu yang menjadi kenalan keluarga Iskandardinata seperti keluarga Angkawibawa (keluarga Priscillia), keluarga Raditya (keluarga Sharon), dan keluarga Utamajaya (keluarga Rebecca), juga diundang.
Cecilia dari tadi sedang menimang-nimang HP-nya. Ia ingin mengirimkan undangan ke teman-temannya, namun ragu. Sebenarnya tidak masalah jika Cecilia tidak mengirimkan mereka undangan, toh keluarga mereka sudah mendapat undangan resmi dari ayahnya. Namun tetap saja ada yang kurang jika ia tidak mengundang langsung teman-temannya itu.
Akhirnya Cecilia memutuskan untuk mengirimkan undangan digital kepada Priscillia sebagai perwakilan Geng Princess. Ia mengirimkan undangan itu dengan sebuah pesan singkat, 'Ini undangan pertunanganku. Aku harap kalian bisa menghadirinya. Tolong kabari teman-teman yang lain yah ....'
Sekitar sepuluh menit kemudian, balasan Priscillia datang. 'Terima kasih atas undangannya. Akan kusampaikan pada teman-teman. Selamat atas pertunanganmu yah, Cil .... Semoga kamu berbahagia, ' begitu bunyinya.
Cecilia hanya dapat menghela napas panjang seolah sudah menjalankan tugas berat. Ia sudah melakukan bagiannya, sekarang tinggal mengandalkan kelembutan hati teman-temannya. Saat ini ia harus puas dengan balasan demikian. Ia pun meletakkan HP-nya dan tinggal menunggu datangnya hari H.
...****************...
Acara pertunangan akan dimulai kurang dari satu jam lagi. Keluarga Iskandardinata sudah berkumpul di ruang yang sudah disiapkan untuk keluarga. Saat ini Cecilia sedang duduk di sofa mengenakan gaun sabrina berwarna peach yang elegan dan cantik. Ia sedang dikelilingi kedua orang tuanya yang memandanginya dengan rasa haru dan kagum.
__ADS_1
"Anak kita cantik sekali yah, Pa ..." kata Nyonya Iskandardinata dengan mata berkaca-kaca.
"Iya. Cantik sekali seperti tuan putri. Tak disangka waktu berlalu dengan cepat. Rasanya baru kemarin dia masih anak-anak, sekarang sudah hampir diambil orang, " sambung Tuan Iskandardinata dengan perasaan kehilangan.
"Papa .... Jangan gitu .... Ini kan masih acara pertunangan. Cecil belum diboyong Darrell, " ucap Cecilia dengan suara parau menahan tangis.
"Sama saja. Cuma beda setahap lagi. Papa harus mempersiapkan hati dari sekarang agar tidak terlalu sedih, kan?" sanggah papanya.
"Apaan sih?! Acara bahagia begini malah dibikin sedih! Ga enak kan sama calon kakak ipar dan keluarganya!" celetuk Cedric, adik laki-laki Cecilia. Di belakangnya mengekor Darrell dan kedua orang tuanya yang baru saja datang. Cecilia kembali terpesona melihat Darrell yang ketampanannya bertambah dengan tuxedo hitamnya.
"Setelah menikah nanti, saya janji akan sering mengingatkan Darrell dan Cecilia untuk mengunjungi besan ..." kata Andreas yang sempat mendengar cuplikan percakapan tadi.
Tuan Iskandardinata berdiri menyambut kedatangan calon besan dan menantunya. "Terima kasih ..." katanya, sambil menjabat tangan calon besannya.
"Iya. Om dan Tante boleh tenang. Saya janji akan sering-sering mengunjungi Om dan Tante bersama Cecile, " sambung Darrell.
Tidak lama kemudian, tamu-tamu penting rekanan bisnis Tuan Iskandardinata pun datang. Untuk menyambut mereka, Tuan dan Nyonya Iskandardinata mohon diri dari ruang keluarga untuk menemui mereka. Di dalam ruangan sekarang tinggal Cecilia dan Cedric, serta Darrell dan kedua orang tuanya.
"Kak .... Kok diam aja sih? Ga ada komen untuk penampilan Kakak?" Cedric menyikut Darrell sambil memberi kode ke arah kakak perempuannya.
Darrell hanya tersenyum memandangi Cecilia. Cecilia yang dipandangi seperti itu menjadi merona dan hanya bisa menundukkan kepala.
"Cantik kok .... Cantik sekali ..." puji Darrell yang membuat hati Cecilia berbunga-bunga.
"Benar. Om setuju. Cecilia memang cantik sekali. Om merasa dapat menantu seorang putri dari suatu kerajaan, " timpal Andreas.
"Ah .... Om bisa aja ..." sahut Cecilia tersipu.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, pintu ruang keluarga kembali terbuka. Rupanya rombongan keluarga besar Adipratama telah tiba. Tampak kepala keluarga Adipratama bersama putri dan calon menantunya. Di belakangnya mengekor keluarga adik perempuannya dengan sepasang anak kembar mereka.
Tadi di depan, mereka sudah mengucapkan selamat kepada Tuan dan Nyonya Iskandardinata. Sekarang mereka memasuki ruang keluarga karena ingin memberi ucapan selamat juga pada kedua mempelai.
"Selamat, Dik .... Selamat Rosita .... Selamat berbahagia Darrell ..." sahut Adrian Adipratama memberi ucapan selamat kepada keluarga adiknya.
"Terima kasih, Kak ..." sahut Andreas dan Rosita hampir bersamaan.
"Terima kasih, Om ..." sahut Darrell.
"Selamat bergabung di keluarga Adipratama yah, Cecilia ..." sambung Adrian Adipratama ketika melihat Cecilia.
"Te- terima kasih, Om ..." ujar Cecilia dengan gugup, mengikuti panggilan yang Darrell kenakan kepada pria dengan aura kepemimpinan yang mendominasi itu.
Di belakang Adrian Adipratama, ada Celine dan James. "Selamat Om Andreas ... Selamat Tante Rosita ..." sahut keduanya memberi selamat kepada kedua orang tua Darrell.
"Terima kasih Celine dan James ..." sahut Andreas sambil tersenyum ramah kepada kedua anak muda itu. Sedangkan Rosita hanya tersenyum sekadarnya sambil mengangguk.
Celine dan James melanjutkan pemberian ucapan selamat mereka. "Selamat yah, Darrell ..." sahut Celine sambil tersenyum kepada sepupunya. Kemudian gantian James yang mengucapkan selamat dengan mengucapkan hal yang serupa.
"Yah .... Terima kasih ..." jawab Darrell dengan canggung membalas ucapan selamat tersebut.
Cecilia yang tahu sebentar lagi gilirannya, berdebar menunggu ia berhadapan dengan Celine. Ia hanya dapat menundukkan kepala tanpa berani memandang Celine secara langsung. Tiba-tiba saja perasaan bersalah menghantuinya.
Celine sudah sangat berubah dari terakhir ia melihatnya saat SMU dulu. Celine tampak percaya diri dengan wibawa yang memancar keluar. Ditambah dengan kemungkinan bahwa Celine bisa jadi mencapnya sebagai pengkhianat, membuat Cecilia semakin gugup.
Bagaimana pertemuan Celine dan Cecilia? Apakah acara pertunangan Darrell dan Cecilia akan berjalan lancar sampai akhir acara? Apakah Priscillia dan kawan-kawan akan hadir untuk memberi ucapan selamat pada temannya itu? Temukan jawabannya di episode selanjutnya yah ....
__ADS_1
...****************...