Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Pagi yang Menegangkan


__ADS_3

Kereta tiba di Kota B pada pukul 05.15. James lalu memesan taksi online untuk mengantar mereka ke rumahnya. Kira-kira 30 menit kemudian, mereka sudah tiba di rumah.


Papa Heru dan Mama Ratna sudah menunggu kedatangan James dari pukul 05.00. Terlihat kalau mereka gelisah dan kurang tidur. Mungkin semalam tidur mereka tidak nyenyak, akibat khawatir dengan kelakuan anak bungsunya.


"Pa .... Ma ...." James memberi salam pada kedua orang tuanya ketika sudah berhadapan dengan mereka.


"Ya .... Ayo masuk dulu, bahasnya nanti saja. Ayo, kamu juga .... Siapa namanya?" tanya Mama Ratna sambil menggandeng tangan Celine.


"Celine, Ma, " jawab James.


"Ya, ayo Celine, masuk dulu, " kata Mama Ratna memimpin rombongan untuk masuk ke rumah.


Sesampainya di dalam, Mama Ratna langsung mengajak Celine ke mantan kamar James, yang akan digunakan Celine untuk selanjutnya. Sedangkan James, setelah membawakan koper biru Celine ke kamarnya, ia duduk di ruang keluarga. Di sana Papa Heru sudah duduk santai sambil menikmati kopinya.


James tegang karena dari tadi Papa Heru diam saja. Ia hanya pasrah menunggu kapan papanya akan memulai sidang.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Mama Ratna keluar bersama Celine dari kamarnya, dan bergabung bersama mereka.


"Jadi sekarang kalian mau sarapan dulu atau mandi dulu?" tanya Mama Ratna pada mereka berdua.


"Abang yang mandi dulu!" Alex yang baru keluar kamar, langsung menjawab.


Semuanya bisa mengerti karena Papa Heru dan Alex akan berangkat kerja pada pukul 07.00 nanti. Di sisi lain, kamar mandi di rumah ini hanya ada satu. Jadi untuk jadwal pemakaian kamar mandi harus diatur sesuai kebutuhan dan prioritas para penghuni rumah.


"Ya sudah, kalau begitu kalian minum ini dulu biar hangat. Sepanjang malam di kereta, dingin kan?" kata Mama Ratna sambil menyodorkan dua cangkir teh manis hangat pada James dan Celine.


Papa Heru dan Mama Ratna tertegun melihat kelakuan putra mereka yang tergolong aneh. Tidak biasanya James bersikap seperti itu, apalagi kepada seorang gadis.


Setelah Celine pelan-pelan mengangkat cangkir itu ke bibirnya, barulah James mengambil cangkir teh miliknya sendiri. Hmmm .... Hangatnya ....


Pukul 06.15, semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan dan menikmati sarapan. Menu sarapan pagi ini adalah nasi goreng buatan Mama Ratna.

__ADS_1


Kelakuan James yang hampir sama seperti tadi, tapi kali ini menggenggamkan sendok dan garpu pada tangan Celine, menarik perhatian keluarganya yang lain. Terlebih sikap Celine yang datar, yang belum pernah bersuara semenjak kedatangannya di rumah ini.


Mereka menyadari ada kejanggalan di sini. Tetapi mereka hanya saling memandang satu sama lain, tanpa ada yang mencoba membuka suara untuk membahasnya.


Setelah sarapan, Papa Heru dan Alex segera ke kamarnya masing-masing untuk bersiap-siap ke tempat kerja. Papa Heru akan pergi ke sebuah Fakultas Teknik untuk mengajar, sedangkan Alex akan pergi ke sebuah perusahaan sebagai seorang Manajer Pemasaran.


Papa Heru keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi. Setelah memakai sepatunya, Papa Heru berkata kepada James, "Kita akan bahas nanti malam." Lalu, Papa Heru pun meninggalkan rumah dengan mobilnya.


Tak lama kemudian, giliran Alex yang keluar dari kamarnya. Sama halnya dengan Papa Heru, sebelum pergi, ia pun menyempatkan diri berkata kepada James, "Siap-siap lo! Nanti gua minta pertanggungjawaban lo!" Lalu pergi dengan mobil dinasnya.


Oke .... Ternyata sidangnya diundur sampai nanti malam, James menarik napas lega. Ini berarti ia masih punya waktu untuk mempersiapkan hati dan mencari bekingan, yang tidak lain tidak bukan adalah mamanya.


Ayo kita ambil hati mama ! Seru James dalam hati dengan cengiran di wajahnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2