Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Terjadi Lagi


__ADS_3

Esoknya, James berangkat kerja dengan bersemangat. Maklum, akhir pekan sudah tiba dan James pasti menyambutnya dengan sukacita. Bayangan 2 hari ke depan ia akan bergelung di balik selimut lebih lama dari biasanya, membahagiakan dirinya.


Seperti biasa, James berangkat dengan menaiki bus dan turun di halte terdekat dari sekolah. Dari sana ia berjalan sampai ke gerbang sekolah dan melewati area parkir.


Beberapa mobil mewah sudah berlalu lalang di sana mengantarkan tuan putrinya masing-masing. Sampai sebuah Mercedes Benz berwarna hitam melewati James. Awalnya James tidak menghiraukan hal tersebut. Baginya semua mobil mewah sama saja. Sampai penghuni mobil tersebut turun dan menyita perhatian beberapa orang.


Tampak Sang Sopir turun dari kursi pengemudi, lalu membukakan kursi untuk penumpang di belakangnya. Sebelum Si Penumpang turun, lebih dahulu ia membukakan payung untuk menudungi Si Penumpang. Dan penumpangnya tersebut tidak lain tidak bukan adalah Sang Putri Ketua Yayasan, Priscillia.


Dengan gaya anggun, Priscillia turun dari mobil. Ia lalu mengambil alih payung dari tangan Si Sopir dan berjalan sampai pelataran gedung sekolah. Si Sopir mengikuti di belakangnya. Sepanjang perjalanan menuju pelataran, tampak beberapa siswi menyapa Priscillia dengan gaya segan atau kagum. Dan Priscillia membalas sapaan mereka dengan tersenyum ramah.


Melihat pemandangan itu, James terdiam dan tertegun. Wowww ... Mungkin inilah definisi dari putri sejati.


Tapi yang namanya James hanya sementara saja terpukaunya. Sekian menit berikutnya ia tetap berjalan dengan cuek menuju ke arah yang sama. Siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya seperti biasa.


...****************...


James baru mulai mengajar di pelajaran ke 3. Jadi untuk mengisi waktu, kali ini ia melihat-lihat kuesioner pilihan karir yang kemarin-kemarin dibagikan di kelas XII.


Sampai akhirnya bel istirahat pertama berbunyi. James berniat pergi ke kantin untuk mencari minuman yang menyegarkan. Maklum, cuaca hari ini cukup panas.

__ADS_1


Kantin sekolah terletak agak di bagian belakang gedung dan terpisah dari gedung utama. Untuk itu, ia harus berjalan melewati sebuah taman bunga di sebelah kiri dan kolam renang di sebelah kanan.


Kolam renang di sekolah itu dilengkapi dengan sarana untuk loncat indah. Nampak beberapa siswi sedang berlatih di sana. Perhatian James teralih melihat keindahan teknik akrobatik yang ditampilkan saat mereka terjun dari ketinggian.


Dan tiba-tiba ... Byuurrr !!!


James mendadak mendapat semburan air dari balik pepohonan di taman.


"Akhh ... Maaf ... Maaf, Pak. Saya tak sengaja menyemprot Bapak!" Terlihat Sharon keluar dari tengah-tengah rimbunan bunga matahari dengan memegang selang air.


"Kamu ngapain di sini?" tanya James sambil melap pipi kiri dan kacamatanya yang basah.


"Saya anggota ekskul berkebun, Pak. Hari ini saya yang bertugas menyiram tanaman. Maaf, saya tidak melihat Bapak karena pandangan saya terhalang dengan rumpunan bunga matahari ini." Sharon kembali meminta maaf dengan raut muka menyesal.


"Iya, Pak. Lain kali akan saya perhatikan," jawab Sharon dengan kepala tertunduk.


"Ya sudah. Silakan lanjutkan tugasmu," kata James sambil berbalik arah.


Batal sudah rencananya menyegarkan diri dengan minuman di kantin. Ia sudah cukup disegarkan dengan siraman mendadak yang dialaminya tadi.

__ADS_1


Sekarang ia berencana pergi ke ruang UKS untuk meminjam handuk dan mendapatkan baju ganti. Ia tidak membawa baju ganti karena hari ini hari Jumat. Ia tidak menyangka akan mendapat serangan selain hari Selasa dan Kamis.


Termasuk serangankah ini? Atau murni ketidaksengajaan? Kalau melihat sikap Sharon tadi, mungkin ini ketidaksengajaan. Tapi Sharon termasuk anggota Geng Princess, jadi bisa saja ini bagian dari permainan mereka. Entahlah, James sudah malas memikirkannya kali ini.


...****************...


Kembali James mengenakan jas lab sebagai pengganti kemejanya yang basah. Masalahnya karena kali ini terjadi di awal hari, James terpaksa mengajar dengan mengenakan jas lab. Tentu saja hal ini jadi menarik perhatian para siswi.


Pandangan dan bisikan-bisikan maut kembali dirasakan James seolah dia mahluk aneh yang baru turun ke bumi. Banyak dari mereka yang mempertanyakan alasan James mengenakan pakaian tak lazim tersebut. Tapi James tidak mau menjawab pertanyaan seperti itu dan memfokuskan diri dengan materi yang dipaparkannya.


Sampai akhirnya kegiatan belajar mengajar hari itu berakhir. James pulang ke rumah kembali dengan menggunakan bus. Untung hari ini ia tidak bertemu dengan nenek-nenek yang dulu.


Beberapa saat kemudian, ia telah tiba di rumah dengan selamat. Batinnya lelah karena dari tadi ia berusaha menjaga ekspresinya untuk terlihat cuek. Padahal sebenarnya ia sungguh menahan diri dengan ketidaknyamanan karena menjadi pusat perhatian orang.


James yang pulang dengan mengenakan jas lab juga menarik perhatian Mama Ratna dan Celine.


"Serangan dari Geng Princess lagi, James?" tanya Mama Ratna prihatin.


"Yah, begitulah. Mungkin," jawab James pendek. Ia lalu mengambil handuk dan memasuki kamar mandi.

__ADS_1


Mama Ratna dan Celine hanya bisa terdiam dan saling pandang. Mereka tahu perasaan James sedang kurang baik. Tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan. Mereka hanya bisa berdoa semoga James kuat melaluinya dan semoga ini semua bisa segera berakhir.


...****************...


__ADS_2