
Akhir tahun ajaran sudah tiba. Para siswi kelas XII sudah menyelesaikan ujian akhir dan sudah dinyatakan lulus.
Sekarang ini mereka sedang menantikan acara akhir tahun khusus kelas XII, yaitu acara perpisahan. Setiap angkatan diizinkan bermusyawarah untuk menentukan tempat di mana mereka ingin mengadakan acara perpisahan tersebut.
Acara perpisahan akan diadakan selama 3 hari 2 malam. Untuk tahun ini, berdasarkan hasil keputusan musyawarah, seluruh kelas XII akan mengadakan kamping di pegunungan.
Tentu saja James sebagai guru pria muda yang menjadi mahluk langka di sekolah tersebut diwajibkan ikut. Tenaganya sangat dibutuhkan untuk pekerjaan kasar dan untuk menjamin keamanan para wanita.
Satu lagi guru pria muda yang diwajibkan ikut adalah pak Roy, guru olah raga. Pak Roy sudah menjadi guru di sekolah ini selama 2 tahun menggantikan Pak Joseph.
Pak Joseph mengundurkan diri tidak berapa lama setelah acara perpisahan angkatan Priscillia. Waktu itu acara perpisahannya diadakan di resort milik keluarga Priscillia yang bersedia menjadi sponsor acara tersebut. Tentu saja hal itu disambut baik oleh para siswi dan guru. Tanpa perdebatan, mereka langsung menyetujui tempat diadakannya acara perpisahan kelas XII tahun itu.
Sayangnya, 2-3 hari kemudian terdengar kabar pak Joseph mengundurkan diri. Alasan pengunduran dirinya yang mendadak adalah karena kesehatan ibunya yang harus menjalani perawatan di Rumah Sakit dan butuh orang yang mendampinginya selama perawatan. Sejak itu, James tidak mendengar kabar tentang pak Joseph lagi.
Dengan demikian, tahun ini adalah kali kedua buat James dan pak Roy untuk bekerja sama dalam acara perpisahan kelas XII yang diadakan tiap tahun. Pak Arif tidak diwajibkan ikut karena usianya yang cukup lanjut. Jadi total guru yang ikut menjadi pengawas para siswi ada 30 orang, terdiri dari 28 guru wanita dan hanya 2 guru pria.
Acara akan diadakan pada hari Jumat-Minggu akhir pekan depan. Karena itu lah, James merasa perlu melaporkan hal ini pada Celine. Malamnya, James menghubungi Celine lewat video call.
"Tadi sudah diumumkan hasil musyawarah angkatan kelas XII tahun ini, mereka berencana mengadakan acara perpisahan dengan kamping di gunung, Lin. Acaranya dari Jumat sampai Minggu pekan depan. Jadi, Celine tetap mau main kemari?" tanya James.
"Ya. Gapapa. Celine tetap ke sana. Papa dan mama ada di rumah, kan?" Celine balik bertanya.
"Kayaknya sih mereka ga punya agenda keluar sih. Tapi nanti coba Bang James konfirmasi lagi," jawab James.
__ADS_1
"Iya, nanti kabarin Celine kepastiannya yah .... Kalau mereka ga kemana-mana, Celine akan berkunjung. Biar kali ini jadi waktu khusus buat papa-mama, " ujar Celine mengungkapkan rencananya.
James tersenyum mendengar ucapan Celine. Ia senang gadis ini memperhatikan kedua orang tuanya. "Ya. Bang James titip papa-mama yah, Lin ...."
"Aman ituuuu ...." Celine membalas senyum James dengan cengiran sambil mengacungkan jempolnya.
"Kalau liat acara tahun lalu, biasanya sih sekitar jam 4 atau 5 sore Bang James sudah balik. Celine mau tungguin Bang James? Biar nanti minimal kita bisa bareng ke bandara?" tanya James.
"Iya. Celine tunggu Bang James pulang. Jadi kita masih bisa ketemu, " jawab Celine sambil tersenyum manis yang tentu saja langsung dibalas oleh James.
...****************...
Hari yang ditunggu-tunggu para siswi kelas XII pun tiba. Mereka berangkat dari sekolah bersama-sama dengan menggunakan bus. Terlihat masing-masing membawa tas ransel yang cukup besar di punggung mereka.
Begitu tiba, yang pertama kali mereka lakukan adalah mendirikan tenda. Setiap tenda akan dihuni oleh tiga orang siswi. Para guru juga dibagi secara berpasangan dalam menempati tenda masing-masing. Tentu saja James dipasangkan dengan pak Roy.
Tenda didirikan dengan mengitari tempat api unggun sebagai pusatnya. Di bagian paling luar, tenda guru didirikan dengan mengitari tenda para siswi. Hanya tenda James dan pak Roy yang letaknya sedikit terpisah dengan tenda-tenda lain. Hal ini untuk memberi keleluasaan bagi para wanita.
Setelah tenda didirikan, para siswi dikumpulkan untuk diadakan briefing sejenak. Mereka diberikan pengarahan tentang kegiatan dan aturan selama kamping. Mereka juga dibagikan secarik kertas yang berisi tentang jadwal kegiatan.
Jadwalnya sederhana. Pukul 6 pagi mereka harus berkumpul untuk senam bersama. Titik kumpul mereka adalah area api unggun tempat mereka briefing sekarang. Pukul 7-9 pagi, waktunya mandi dan sarapan. Masing-masing kelompok akan memasak makanannya sendiri sesuai dengan bahan yang mereka persiapkan.
Pukul 10-12, kelompok akan dibagi. Ada yang menyiapkan makan siang dan ada pula yang akan mencari kayu bakar sebagai bahan bakar mereka memasak. Setelahnya, mereka akan menikmati makan siang bersama.
__ADS_1
Pukul 13.00 - pukul 16.00 merupakan waktu bebas untuk para siswi. Mereka boleh melakukan apapun selama aktivitas yang mereka lakukan tidak melanggar aturan. Mereka juga boleh jalan-jalan menjelajahi pegunungan ini. Dengan syarat, sebelum pergi mereka harus melapor pada guru pengawas kelompok masing-masing, tidak boleh pergi sendirian, dan tidak boleh keluar dari area perkemahan.
Di sekitar area perkemahan ini memang terdapat air terjun yang menjadi salah satu objek wisata. Air terjun ini mengalir ke bawah dan membentuk sungai yang sering dimanfaatkan para pekemah untuk dimasak sebagai air minum, mencari ikan atau sekedar bermain di air karena airnya yang jernih dan dingin.
Pukul 5 sore semua harus sudah kembali ke tenda masing-masing. Saat itu mereka harus sudah mandi dan mulai mempersiapkan makan malam.
Pukul 7-9 malam, setelah makan malam akan diadakan acara kamping yang sudah diatur oleh para guru. Malam pertama mereka akan mengadakan uji nyali. Dan malam kedua mereka akan mengadakan acara api unggun. Setelah itu, waktunya kembali ke tenda dan tidur. Khusus hari terakhir, mereka akan kembali ke kota setelah makan siang.
Karena sekarang baru sekitar pukul 10 pagi, para siswi mulai bekerja berdasarkan tugas kelompoknya masing-masing. Para guru wanita dibagi menjadi dua tim. Ada yang menemani siswinya untuk memasak dan ada juga yang bersama siswi kelompoknya mencari kayu bakar bersama pak James. Beberapa siswi lain mengikuti pak Roy untuk menangkap ikan di sungai.
Setelah makan siang, beberapa siswi meminta izin guru pengawas kelompoknya untuk berjalan-jalan menikmati area pegunungan. Salah satunya adalah Wendy dan Cindy. Mereka ingin menemukan air terjun yang dibicarakan itu dan berfoto-foto di sana.
Setelah mendapat izin, mereka segera berangkat dan berjanji akan kembali sebelum pukul 5 sore. Mereka melewati jalan setapak yang agak menanjak, di mana kiri-kanan mereka terdapat semak-semak dan pepohonan.
Setelah mendaki kira-kira 10 menit, mereka menemukan sungai tempat di mana pak Roy dan beberapa teman mereka tadi menangkap ikan. Mereka pun berjalan menyusuri sungai tersebut. Kira-kira 15 menit kemudian, mereka akhirnya menemukan air terjun yang mereka cari.
Suasana di air terjun sungguh sangat menyenangkan. Udara yang segar, air yang jernih, suara air mengalir, sungguh menjadi kenikmatan sendiri yang dapat memulihkan jiwa. Hal ini sangat dirasakan oleh Cindy, yang sesungguhnya masih belum pulih benar dari patah hatinya.
Sepanjang hari tadi betapa hatinya berbunga-bunga bisa melihat pak guru yang dicintainya berada cukup dekat dengannya. Banyak khayalan-khayalan beterbangan di kepalanya bagaimana mereka bisa menikmati suasana ini bersama.
Tetapi secepat itu ia berbahagia dalam khayalan, secepat itu pula ia harus menepis khayalan tersebut. Ia benar-benar berjuang agar bisa merelakan gurunya itu, walaupun sampai saat ini hal tersebut belum dapat ia capai. Karena itu lah, Cindy berusaha fokus menikmati acara kamping ini dan berharap yang ia lakukan bisa mengalihkan perhatiannya dari pak James.
...****************...
__ADS_1