
Kepulangan James yang tiba-tiba dan berbeda dari rencana semula, tentu saja menarik perhatian Papa Heru dan Mama Ratna. Tanpa bisa dihindari, James harus menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Sang Ibunda. Dengan terpaksa, ia menceritakan kejadian tadi apa adanya.
Mendengar penuturan James dari awal sampai akhir, membuat kedua orang tuanya terdiam. Bagaimanapun, mereka sangat mengerti perasaan putranya yang merasa kecewa karena dibohongi oleh Celine. Belum lagi berita perjodohan Celine yang tentu saja membuat perasaan jadi gundah gulana.
Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa tiba-tiba Celine dijodohkan? Bukankan Tuan Adipratama sudah menerima James sebagai pasangan putrinya? Apakah karena pertunangan mereka ditunda?
Tetapi bukankah harusnya Celine sudah mengemukakan alasannya mengenai situasi dan kondisi yang dihadapi James? Bahkan Celine sendiri sudah memberikan jaminan kalau ia akan meyakinkan ayahnya dan berharap James fokus pada pekerjaan barunya saja. Apakah berarti Celine gagal?
"Kesalahanmu karena kamu tidak memberi Celine kesempatan menjelaskan, Nak ..." sahut Papa Heru sebagai orang pertama yang akhirnya berkomentar.
"Iya. Andaikan kamu mendengarkan Celine dulu, semuanya pasti lebih jelas. Mama percaya Celine pasti punya alasan sendiri. Kamu harus dengar itu dulu, baru bisa menentukan sikap, James ..." tambah Mamanya.
James hanya terdiam. Ia sudah menyadari kebenaran kalimat itu dari tadi. Tetapi bagaimana dengan kekecewaan yang masih bercokol di hatinya? Rencananya untuk memberi kejutan pada Celine luluh lantak. Malah sebaliknya, dirinyalah yang dikejutkan dengan kenyataan pahit kalau Celine dijodohkan. Belum lagi ditambah fakta bahwa Celine memilih membohonginya demi menutupi perjodohan tersebut.
Terus? Bagaimana dengan pak Joseph? Mengapa Celine tidak menceritakan apapun tentangnya? Apa jangan-jangan Celine berpindah hati ke pak Joseph? Melihat wajah dan perawakan pak Joseph yang lebih tampan dan maskulin daripada dirinya, hal itu bisa saja terjadi, kan? Tetapi sepertinya dari telepon pak Joseph tadi, hubungan mereka tidak ke arah sana. Jadi mengapa Celine harus menutupinya?
Pikiran James langsung melebar ke mana-mana, tanpa bisa dikontrolnya. Terlalu banyak kejutan yang ia dapatkan hari ini, membuat dirinya tidak bisa berpikir jernih.
Melihat respons putranya yang hanya terdiam dengan alis berkerut, membuat Papa Heru menutup pembicaraan. "Ya sudahlah .... Istirahatlah dulu. Hari sudah malam. Kamu pun pasti lelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam bolak-balik dengan pesawat. Tenangkan dirimu dulu. Papa ngerti kamu kecewa, tetapi jangan sampai kekecewaan menguasai pikiranmu sehingga membuatmu salah melangkah."
"Ya. Nanti kalo uda tenang, coba kamu bicarakan baik-baik dengan Celine yah ...." Mama Ratna ikut menyambung.
"Iya, Ma ... Pa .... James mau mandi, terus langsung istirahat yah ..." kata James sambil bangkit berdiri.
__ADS_1
Mama Ratna dan Papa Heru memperhatikan langkah James yang gontai menuju kamar mandi. Mereka hanya bisa mendoakan agar semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Celine dan James sudah dewasa. Mereka harus menyelesaikan masalah ini sendiri.
James mandi dan membasahi kepalanya. Ia berharap air yang dingin bisa menenangkan pikirannya. Selesai mandi, ia kembali ke kamar. Diliriknya layar HP-nya sebentar, berharap ada kabar dari Celine.
Kosong. Tidak ada kabar apapun. Tidak ada riwayat panggilan, tidak ada chat. Kekecewaan kembali merambati hatinya. Ia tersenyum sinis. Cuma sampai sini usahamu untuk memberi penjelasan pada Bang James, Lin? Setelah kamu bohong sama Bang James?
Terserahlah !! James pun meletakkan HP-nya di meja dan segera membaringkan diri di ranjang. Ia memilih untuk tidur dan melupakan Celine untuk sementara.
...****************...
Hari berganti. Hari Sabtu yang biasanya dinanti dan diisi dengan kebersamaan yang indah bersama Celine, kali ini terasa hampa. Celine tidak datang.
Hal itu sudah langsung dikonfirmasi sendiri oleh yang bersangkutan. Celine langsung menyampaikan kabar tersebut pada Mama Ratna. Ia minta izin untuk tidak datang melakukan kunjungan karena sedang bermasalah dengan James, tanpa menuturkan apa detail masalahnya.
James yang tahu kalau Celine tidak datang lewat ibunya, kembali meradang. Ia merasa diabaikan oleh Celine. Mengapa Celine harus memberi kabar lewat ibunya? Apa tidak bisa langsung mengabari dirinya? Apa Celine marah padanya karena tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan? Bukankah ia yang seharusnya lebih marah karena sudah dibohongi?
Dan begitulah waktu dibiarkan berlalu tanpa ada satupun dari keduanya yang berniat membuka pembicaraan terlebih dahulu. Hari Sabtu berganti menjadi hari Minggu. Satu hari, dua hari, seminggu, dua minggu, terlewati begitu saja tanpa ada komunikasi.
Telepon yang biasanya ada setiap malam, tidak lagi berbunyi. Celine juga sudah dua kali melewati kunjungannya di akhir minggu. Keduanya terlibat dalam perang dingin yang entah kapan berakhir.
Sejujurnya hati James sudah gelisah. Ingin rasanya ia menghubungi Celine. Namun harga dirinya menghalanginya. Ia rindu, tetapi juga marah.
Ia takut jika ia menghubungi Celine dalam kegalauan seperti ini, entah sikap apa yang akan ia tunjukkan. Bagaimana kalau sikapnya malah memperburuk keadaan? Bukankah lebih baik digantung seperti ini sampai keduanya tenang? Tetapi masalahnya, kapan ketenangan itu tiba?
__ADS_1
Waktu yang berlalu bukannya membuat James makin tenang, justru malah membuatnya makin gelisah. Pikiran negatifnya makin menjalar ke mana-mana. Jangan-jangan Celine malah sudah menyetujui perjodohannya. Atau malah sebenarnya Celine senang dengan keadaan ini? Celine jadi memiliki alasan yang tepat untuk berpisah dengan James dan mendapatkan pria yang lebih baik? Begitu?
Tidak! Celine tidak seperti itu. Ia kenal gadis itu. Celine pasti merasakan kegelisahan dan kerinduan yang sama dengannya. Tetapi .... Mengapa sampai sekarang gadis itu tidak menghubunginya, seolah ia tidak bermasalah membiarkan keadaan seperti ini?
Lebih dari itu, ada satu pertanyaan yang membuat James terdiam. Benarkah ia kenal Celine? Bukankah Celine sudah berubah? Bukankah ia tidak lagi mengerti jalan pikiran Celine?
James bingung dan kacau. Dengan kondisi seperti itu, ia menyerah. Ia sadar ini sudah tidak benar. Pikiran-pikirannya sudah dipenuhi prasangka yang meracuni otaknya. Ia harus membersihkannya terlebih dahulu.
Sabtu depan! Jika sampai saat itu Celine belum menghubunginya, ia akan mengalah dan menghubungi Celine lebih dulu. Untuk itu, seminggu ini ia akan mencoba mengatur pikiran dan perasaan sebisanya. Mungkin jika ia kembali mengingat hal-hal manis tentang Celine, pikirannya akan terobati dan perasaannya akan lebih mudah dikontrol.
Dan tiba-tiba kabar mengejutkan kembali datang di hari Jumat. Saat itu James baru saja keluar dari kamar mandi setelah ia membersihkan diri sepulang dari RSUD. Kabar itu datang melalui telepon dari Mbok Yani.
"Halo?" James mengangkat panggilan teleponnya.
"Nak ... Nak James ...." Terdengar Mbok Yani berusaha berbicara di tengah isakannya.
"Ada apa, Mbok?" Suara isakan di seberang sana membuat perasaan James tidak enak.
"Mo- mobil Nona .... Mo- mobil Nona tabrakan, Nak ...."
Kembali petir menyambar di hati James. Dan saat itu juga suara pak Joseph terngiang kembali di benaknya, JANGAN SAMPAI PAK JAMES MENYESAL!
...****************...
__ADS_1