
Hari ini hari Senin. Darrell baru saja menyelesaikan rapat dengan divisinya. Sekarang sudah waktunya makan siang. Entah mengapa ia malas sekali keluar ataupun memesan makanan lewat aplikasi. Bosan rasanya melihat jenis makanan yang terkesan itu-itu saja di layar HP-nya.
Ia terpikir untuk mencicipi makanan di kantin kantor. Ia baru sadar, meskipun ia sudah satu tahun bekerja di kantor ini, ia sama sekali belum pernah singgah dan menikmati makanan di sana.
Ia memang menghindari suasana kekeluargaan di kantornya. Ia malas dengan nuansa basa-basi yang menjadi budaya orang Indonesia. Ia lebih suka berbicara jika memang diperlukan. Itulah salah satu alasan yang membuat ia enggan pergi ke sana.
Namun kali ini, ia pikir tidak ada salahnya mencoba. Mungkin ia dapat menemukan ide baru dengan melihat-lihat jenis makanan di kantin. Atau bisa juga ia memberi masukan yang diperlukan untuk membuat suasana kantor yang lebih baik. Bagaimanapun, kantor ini adalah perusahaan keluarganya, kan?
Dengan pemikiran demikian, pergilah Darrell ke kantin kantor. Dengan gaya acuhnya ia ikut mengantri ketika mengambil makanan.
Kehadirannya yang mencolok jelas membuat suasana kantin berubah. Statusnya sebagai direktur membuat para karyawan yang tadinya sedang menikmati makan siang dengan santai, menjadi serba salah. Suasana yang tadinya hingar-bingar penuh obrolan dan canda tawa, mendadak menjadi hening.
Karyawan-karyawan wanita yang selama ini diam-diam mengagumi Darrell, seolah mendapat durian runtuh dengan kehadiran Sang Pangeran di tengah-tengah mereka. Namun tetap saja tidak ada hal yang berubah. Mereka hanya bisa melihat dan menikmati ketampanan Darrell dari jauh. Aura dingin yang dipancarkannya membuat mereka segan mendekat.
Dan sesuai dugaan, Darrell berakhir dengan duduk sendirian di sebuah meja dan menikmati makanannya sendirian. Ia sendiri dengan santainya tidak memedulikan suasana itu. Suap demi suap makanan di piringnya ia masukkan ke dalam mulutnya.
Tinggal orang-orang di meja terdekatnya, yang dengan canggung hanya dapat melihat Sang Atasan. Mereka sudah tidak bisa lagi menikmati makanan mereka saking gugupnya dengan kehadiran Darrell yang tidak terduga.
Celine salah satu orang yang ada di sana dan melihat kejadian itu. Dari awal ia memang terbiasa menikmati makan siang di kantin kantor. Ia hanya makan di luar jika ada pertemuan bisnis dengan pengusaha lain atau ketika sekalian keluar karena ada tempat yang harus ia kunjungi.
Awalnya, ketika pertama kali ia makan di kantin kantor, iapun mendapat perlakuan yang sama dengan Darrell. Namun ia tidak memedulikannya dan tetap bergabung dengan karyawan dari divisinya.
Pertama-tama, tentu saja mereka canggung duduk semeja dengan atasan mereka. Mau menolak, mereka tidak berani. Namun makin lama, pembawaan Celine yang ramah membuat mereka mulai nyaman untuk menikmati makanan bersama bos mereka. Tanpa mengurangi rasa hormat, mereka tetap bisa mengobrol santai dalam suasana kekeluargaan dengan Celine.
Dan sekarang, melihat Darrell duduk menyendiri dan membuat kecanggungan dengan sekitarnya, membuat Celine tergerak. Ia permisi dari mejanya dan membawa nampan makanannya mendekati meja Darrell.
"Boleh aku makan bersama denganmu?" tanya Celine begitu berada di dekat pria itu.
Darrell terdiam melihat sosok yang mengajaknya bicara. Ia sama sekali tidak menyangka akan bertemu Celine di tempat ini, apalagi sampai disapa.
"Kita tidak sedekat itu sampai perlu makan bersama, " jawab Darrell acuh tak acuh, lalu kembali fokus dengan makanannya.
__ADS_1
Celine tersenyum. "Memang .... Tapi boleh kan aku duduk di sini?" tanya Celine sambil menaruh nampan makanannya di samping Darrell.
"Silakan. Kosong kok. Lagian meja ini milik umum," jawab Darrell tanpa melihat Celine. Celine pun duduk di samping Darrell dan mulai menikmati makanannya.
Suasana di kantin makin tegang. Semua karyawan di kantin memperhatikan ke arah meja itu. Siapa yang tidak tahu persaingan terselubung di antara kedua direktur yang duduk di sana? Belum lagi rumor yang beredar bahwa ada beberapa pihak yang ingin menggeser Celine dari posisi pewaris dan menginginkan Darrell yang menjadi penerus perusahaan selanjutnya. Lalu keduanya sekarang duduk menikmati santap siang bersama? Ada apa ini?
Mereka makan dalam diam sampai akhirnya Darrell menghabiskan makanannya. Ia ingin segera pergi karena tidak nyaman menjadi pusat perhatian di kantin. Belum lagi kehadiran Celine di sampingnya yang tidak membantu sama sekali. Bahkan sebaliknya, justru kehadiran gadis itu makin menarik perhatian orang untuk menyaksikan mereka, seolah akan melihat sebuah pertarungan akbar abad ini.
Namun sebelum Darrell beranjak, Celine tiba-tiba membuka mulutnya dan mengajaknya bicara. "Sabtu kemarin aku melihatmu di pesawat. Kudengar kamu menemui Cecilia? Bagaimana hubungan kalian?" tanya Celine sambil tersenyum.
Darrell tertegun. Entah bagaimana ia harus menjawab pertanyaan ini. Sejauh mana sepupunya tahu rencananya? Pertanyaan Celine membangkitkan kewaspadaan Darrell.
Ia memang tidak heran jika cepat atau lambat Celine akan tahu sepak terjangnya. Bukankah ia memang berteman dengan Geng Princess? Apalagi Si Gadis Kucing adalah pendukung garis keras sepupunya ini. Yang ia tidak duga, Celine ternyata berani berhadapan langsung dan menanyakan hal ini padanya.
"Hubungan kami baik." Darrell memilih jawaban singkat, padat, dan aman.
"Jika kamu akan sering mengunjungi Cecilia di akhir pekan, kita berangkat bersama saja. Toh kota tujuan kita sama, " ajak Celine.
Darrell beranjak berdiri dan mulai membereskan nampannya untuk dibawa ke tempat nampan. Sebelum pergi, ia menyempatkan diri menjawab usulan Celine.
Celine hanya terdiam menanggapi perkataan dan sikap dingin Darrell. Hatinya trenyuh memandang punggung yang menjauh. Sebegitu tingginyakah dinding yang dipasang Darrell untuk dirinya? Tidak adakah yang bisa menjembatani hubungan persaudaraan ini? Apakah sebuah status kekuasaan sepadan untuk ditukar dengan sebuah hubungan keluarga? Celine hanya dapat menghela napas tanpa dapat menemukan jawabannya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
FORUM Q and A
Halo readers - ku yang baik hati dan selalu setia mendampingi author .... Semoga sehat selalu yah .... Terima kasih atas dukungannya, karena itulah yang memberi semangat author untuk selalu berkarya ☺🙏
Dion : Hello readers ! Wahh .... Uda lama banget kita ga ketemu di forum Q and A .... Semoga belum lupa sama aku yah .... Sebelum kita masuk ke pertanyaannya, boleh dong coba author jelasin, kenapa nih forum Q and A lama ga muncul? Apa memang ga ada yang nanya karena ceritanya uda jelas banget? Atau mungkin ada penyebab lain?
__ADS_1
Author : Sebenarnya ada aja yang nanya, Di .... Tetapi pertanyaannya hampir sama atau penjelasannya sudah disinggung di episode Q and A sebelum-sebelumnya.
Ada juga sih pertanyaan yang bagus banget yang sebenarnya pengen author masukkin ke forum ini. Sayangnya pertanyaannya menyangkut episode yang lewatnya uda jauh banget. Padahal harapannya forum Q and A membahas pertanyaan-pertanyaan yang berdekatan dengan episode di mana forum Q and A ini dihadirkan.
Dion : Oh gitu .... Ya sudahlah. Kita balik ke acara aja. Di episode kali ini, kita kedatangan bintang tamu yang lagi ngetren disebut-sebut di kalangan reader. Kita langsung panggil ajaaaa ... Daaarreeellll Adiiipratamaaa !!!!
Darrell : (masuk dengan gaya cueknya, dengan tangan di saku celana)
Dion : Halo, bro .... Apa kabar?
Darrell : Baik.
Dion : Lama tak jumpa. Terakhir jumpa, kamu masih bocah SMP. Ga nyangka sekarang ketika ketemu lagi, kamu uda jadi direktur. Sayangnya aku uda meninggoy 😂😂 (sambil tertawa)
Darrell : 😅 (hanya bisa tertawa kecut menanggapi dark jokes Dion)
Dion : Baiklah, kita langsung ke pertanyaannya aja yah .... Pertanyaannya berasal dari reader SF.
Bunyinya begini: Saya memperhatikan panggilan Darrell ke Rebecca, kadang kitty, kadang cat woman. Apakah pemanggilan tersebut berdasarkan momen-momen tertentu atau diucapkan secara random aja?
Dion : 😲 Oh iya yah .... Aku ga meratiin sampe segitunya lho. Ayo dijawab, bro !
Darrell : Sebenernya ga ada alasan khusus sih .... Aku manggil dia 'kitty' kalo kurasa dia seperti anak kucing sok jago, yang cuma asal gertak sambal aja. Sikap sok jago padahal ga ada daya gitu, menurutku agak imut. Kalo panggilan 'cat woman' kuberikan saat perlawanannya agak berbahaya dan menjengkelkan. Jadi harus kuhadapi dengan sikap tegas dan serius. Intinya memang lebih ke perasaanku aja liat sikapnya dia saat itu gimana.
Dion : I see .... I see .... Jadi bukan panggilan sayang yah? 😁🤭
Darrell : 😏😒 (kembali hanya bisa tertawa kecut)
Dion : Oke deh. Jadi begitu penjelasan dari Darrell. Semoga rasa penasarannya terjawab. Sampai di sini aja episode forum Q and A kali ini, guys .... Kalo nih anak gua godain terus, takut mati dua kali gua .... Nih anak agak-agak bahaya soalnya ....😅😂😂🤣🤣🤭
Kita ketemu lagi di episode mendatang. Tetap ditunggu pertanyaan dan komentarnya yah .... Sampai jumpa! 👋
__ADS_1
Darrell : 😐👋
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...