Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Clarissa, Sang Ketua OSIS


__ADS_3

Hai, readers .... Masih ingat dengan Clarissa? Ya, tokoh ini baru nongol 2 episode yang lalu. Untuk tahu lebih jauh, kita kenalan yuk ....


Clarissa, dengan nama panjang Clarissa Putri Jayaprakarsa, merupakan putri dari Direktur Grup Jayaprakarsa yang mempunyai kiprah yang cukup panjang di bidang konstruksi bangunan.


Sebagai putri dari seorang pengusaha besar, Clarissa sudah terbiasa menjadi pusat perhatian. Wajahnya yang cantik, sikapnya yang manis, ditambah dengan otaknya yang encer, membuatnya mudah disukai orang. Tidak terkecuali di SMU elite khusus putri, tempatnya bersekolah sekarang.


Dari semenjak ia memasuki sekolah tersebut, ia sudah menjadi siswi nomor satu di sekolah. Banyak guru dan siswi yang segan terhadapnya, didukung dengan latar belakang keluarganya yang cukup terpandang. Bahkan dirinya sudah ditunjuk sebagai anggota OSIS termuda di sekolah tersebut, mewakili siswi-siswi yang lain. Dunia SMU yang diimpikannya terpampang nyata di hadapannya.


Tetapi semua itu hanya dinikmatinya selama setahun. Segala sesuatunya berputar ke arah yang berlawanan semenjak Priscillia dan teman-temannya masuk ke sekolah tersebut. Semua perhatian yang selama ini ia dapatkan, sekarang terpusat di Priscillia.


Priscillia lebih cantik. Orang tuanya lebih berpengaruh. Belum lagi dukungan dari sahabat-sahabatnya yang latar belakangnya juga tidak bisa diremehkan.


Untungnya Priscillia adalah anak yang tidak begitu suka ribet. Ia tidak mendaftar menjadi anggota OSIS meskipun banyak di antara siswi yang mencalonkannya.


Karena itulah Clarissa sangat menjaga senioritas dan jabatan ketua OSIS yang sekarang disandangnya, karena hanya itulah keunggulannya dibandingkan Priscillia. Selain itu, kedua hal tersebut juga membuatnya masih disegani oleh para siswi.

__ADS_1


Sampai akhirnya ia mendengar gosip miring tentang kelakuan Geng Princess di kelas mereka terhadap guru baru. Clarissa segera mengumumkan propagandanya, menentang keras hal tersebut. Hal itu dilakukannya bukan karena ia peduli pada para guru. Tetapi karena ia sangat ingin meruntuhkan citra seorang Priscillia. Ia ingin merebut kembali gelar Priscillia yang saat ini menjadi siswi yang paling disegani dan dipuja di sekolah.


Beberapa kali ia mencoba untuk membuktikan kebenaran gosip tersebut, tetapi semuanya berujung kesia-kesiaan. Sulit menangkap ekor dari Geng Princess, karena kejadiannya tertutup di kelas mereka. Dan ia tahu, murid-murid di kelas tersebut jika bukan pendukung Geng Princess, mereka akan lebih memilih menutup mulut mereka daripada harus berurusan dengan Geng itu.


Hingga kedatangan guru BK baru bernama Pak James, menghembuskan harapan baru bagi Clarissa. Guru baru ini berani menghadapi Priscillia. Ia bahkan berani memanggil Priscillia dua kali ke ruang BK. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh guru-guru BK sebelumnya.


Mungkin hal itu yang mengakibatkan guru tersebut mengalami hal yang tidak pernah terjadi pada guru lain. Perpeloncoan melebar jadi keluar kelas. Banyak saksi yang melihat Sharon menyiram Pak James ketika jam istirahat. Walaupun hal itu ditutup sebagai ketidaksengajaan, bagi Clarissa itu satu kejadian yang patut ia rayakan, karena untuk pertama kalinya Geng Princess meninggalkan bukti dan saksi.


Seperti yang telah diduganya, peristiwa itu pun diikuti dengan banyak lagi kejadian-kejadian malang yang masih dialami Pak James. Hal itu membuat Clarissa senang, karena dengan banyaknya kejadian, semakin besar pula peluang pelaku akan meninggalkan saksi dan bukti. Ia yakin, sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat pasti akan jatuh.


Tetapi sayang, hasil akhirnya tidak seperti yang ia harapkan. Tadinya ia berharap Sang Guru akan memperpanjang masalah ini dan memanfaatkannya untuk menekan Priscillia. Tapi guru tersebut malah menutupnya begitu saja tanpa berusaha menjerat Priscillia lebih lanjut.


Namun tak apa, ia hanya perlu cukup bersabar. Kesempatan tersebut pasti akan datang suatu saat nanti. Jika ia tidak bisa memanfaatkan orang lain untuk menjerat Priscillia, ia pasti akan menemukan bukti yang bisa menjerat Priscillia dengan tangannya sendiri.


Kesempatan itu akhirnya tiba. Saat istirahat pertama, Clarissa pergi ke salah satu toliet siswi. Di dalam toilet, ia mendengar sekumpulan siswi sedang merencanakan aksi untuk menjahili Pak James. Mendengar topik yang memang sangat ditunggunya, Clarissa segera mengeluarkan HP dari sakunya, dan segera menekan tombol rekam.

__ADS_1


"Oke, nanti di istirahat kedua yah? Kita kode-kodean .... Kalau Pak James menuju ke kantin, akan kuhubungi ponselmu. Kamu siap-siap di posisi. Terus, kalau beliau sudah membawa makanannya, kamu tinggal tabrak aja sampai makanannya tumpah," terdengar suara seorang siswi.


"Beneran gapapa nih?" tanya siswi yang lain.


"Gapapa. Kalaupun nanti kamu tertangkap, kamu tinggal minta maaf karena terburu-buru. Ga akan ada masalah kok. Beliau ga akan perpanjang. Selama ini juga begitu."


"Iya, kemarin aku juga gitu pas nabrak dan tempelin kertas di punggungnya. Awalnya takut sih, tapi ternyata ga ada masalah apa-apa kok."


"Iya! Ini bukti kalau kita mendukung gerakan Geng Princess! Kita harus musuhi guru yang sudah mengganggu Lady Priscillia ! Hidup Princess Lovers !!"


"Hidup!!!" seru siswi-siswi lain.


Sampai di situ Clarissa mematikan tombol rekam. Ia tersenyum bahagia. Bukti sudah sangat cukup. Sekarang waktunya ia keluar dari bilik toilet dan memberi kejutan pada sekumpulan siswi yang mengaku sebagai Princess Lovers itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2