
Tiga bulan sudah berlalu. Saat ini James sudah resmi menjadi seorang PNS. Sekarang ia sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional konselor adiksi yang diadakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia mengikuti pelatihan untuk jabatan fungsional konselor adiksi ahli pertama, sebagai jenjang awal kariernya.
Ada tiga tahapan jenjang karier dalam profesi konselor adiksi. Konselor adiksi ahli pertama, konselor adiksi ahli muda, dan yang tertinggi adalah konselor adiksi ahli madya. Kenaikan jabatan akan ditentukan berdasarkan jumlah angka kreditnya. Angka kredit adalah akumulasi nilai dari butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang konselor adiksi dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.
James menjalani segala sesuatunya dengan penuh kesabaran. Yang penting ada kemajuan dalam hidupnya meskipun harus dilalui setahap demi setahap. Targetnya hanya satu, ia ingin mengurangi perbedaan status yang cukup mencolok antara dirinya dan Celine, demi mengimbangi gadis itu.
Begitu pula dengan Darrell. Ia juga sedang mempersiapkan diri untuk memasuki tahapan berikutnya dalam hubungannya dengan Cecilia.
Perkembangan hubungan keduanya cukup signifikan. Darrell merasa nyaman di dekat Cecilia. Gadis itu manis, cukup mudah dimengerti, tidak aneh-aneh dan tidak terlalu merepotkan. Darrell sendiri sudah pernah bertemu langsung dengan orang tua Cecilia demi menegaskan keseriusan hubungan mereka.
Penerimaan ayahnya cukup menjadi faktor penting dalam pertimbangan Darrell. Awalnya, tentu saja Andreas sedikit kecewa ketika mendapat kabar dari Samuel bahwa putrinya membatalkan perjodohannya dengan Darrell. Alasannya karena karakter keduanya tidak cocok.
Namun seperti janji Darrell, kekecewaannya terobati ketika ia disodorkan profil Cecilia. Siapa yang tidak kenal dengan pengusaha besar Iskandardinata, yang merajai usaha bahan pangan di kota B ? Cecilia adalah putri pertama pemilik perusahaan tersebut. Walaupun calon pewaris perusahaan Iskandardinata kelak adalah adik laki-lakinya, tetap saja status Cecilia bukan sesuatu yang dapat diremehkan.
Darrell pun mendapat dukungan penuh dari ayahnya. Bahkan ketika mengetahui penjajakan pasangan itu berjalan lancar, Andreas mendorong Darrell untuk segera meresmikan hubungan keduanya dalam ikatan pertunangan.
Belum lagi dengan kenyataan bahwa Darrell kembali menduduki peringkat penjualan terbaik di kuartal kali ini. Andreas merasa kesempatan ini akan menjadi momen yang sangat baik bagi Darrell untuk mempromosikan dirinya agar dapat diperhitungkan sebagai calon pewaris.
Kemampuan manajemen dan pemasaran terbaik selama empat kuartal berturut-turut, di tambah memiliki pasangan berpengaruh, jelas menambah peluang Darrell untuk menggeser Celine. Andreas tinggal meyakinkan para pemegang saham agar memilih putranya dibandingkan Celine. Jika rapat pemegang saham sudah sependapat dengannya, maka kakaknya pun dipastikan tidak dapat berbuat apa-apa.
Awalnya, Darrell ingin menangguhkan rencana pertunangan tersebut. Selain karena ia masih butuh waktu untuk meyakinkan dirinya dengan mengenal Cecilia makin dalam, ia juga ingin memastikan hubungan Cecilia dengan kawan-kawannya sudah membaik. Ia sedikit merasa bersalah karena menjadi faktor perenggang hubungan persahabatan yang tadinya kuat itu.
Namun sayangnya tiga bulan berlalu begitu saja tanpa perkembangan yang berarti di antara Cecilia dan teman-temannya. Cecilia memang berusaha menyembunyikannya dari Darrell ketika ditanya. Ia beralasan bahwa mereka saat ini jarang berkumpul bersama karena teman-temannya sedang fokus dengan skripsinya masing-masing.
Alasan yang sangat wajar dan masuk akal. Tetapi untuk Darrell yang peka, keresahan Cecilia masih dapat ia tangkap. Namun karena ia tahu gadis itu berusaha menyembunyikan hal tersebut darinya, ia berusaha menghormatinya dengan menunjukkan bahwa ia percaya alasan itu begitu saja.
Tetapi mau ditutup-tutupi bagaimanapun, yang namanya kebobrokan pasti suatu saat terlihat juga. Pernah suatu kali ketika mereka sedang kencan di suatu mal, tanpa sengaja mereka melihat Priscillia, Sharon dan Rebecca juga sedang berjalan-jalan di mal yang sama. Walaupun jarak yang memisahkan mereka cukup jauh, Darrell tahu bahwa ketiga gadis itu juga menyadari keberadaan mereka.
__ADS_1
Namun sedetik kemudian, terlihat Rebecca melengos dan berbelok ke arah lain, seolah mereka tidak saling melihat. Priscillia dan Sharon mengikuti Rebecca. Setelah itu, Darrell segera melirik Cecilia untuk memastikan respons gadis itu.
Tampak jelas Cecilia juga melihat peristiwa itu, kejadian di mana ia tidak diajak bergabung dalam kebersamaan Geng Princess dan ketika bertemu, ia diabaikan seolah tidak saling kenal. Wajahnya menyiratkan kepedihan dan kerinduan saat memandang teman-temannya yang pergi menjauh.
"Cecile ..." panggil Darrell lembut.
"Eh? Ya?" Cecilia langsung berpaling memandang dirinya dengan senyum yang dipaksakan.
"Maaf, aku tadi lagi fokus memperhatikan ... baju-baju yang dipasang di etalase itu. Desainnya terlihat menarik. Barusan kamu ngomong apa?" kata Cecilia sambil melihat-lihat sekitar lalu menunjuk salah satu toko baju, dan kemudian kembali memandang Darrell.
Darrell tersenyum sedih memandang gadis yang sekarang menjadi kekasihnya ini. Entah apa alasannya Cecilia berusaha menutupi kesedihan dan kegalauan hatinya. Apakah karena Cecilia tidak ingin ia terbeban karena menjadi faktor pemisah antara dirinya dan teman-temannya? Atau hanya sekedar gadis ini kurang mempercayai dirinya sehingga ia memilih tidak terbuka?
Namun karena Darrell ingin menghargai apapun keputusan Cecilia, Darrell mengikuti sandiwara gadis itu. Ia pun membelai kepala gadis itu dan berkata kepadanya, "Akupun menyadari hal yang sama dan ingin mengajakmu ke toko itu. Mungkin bisa menjadi ide yang bagus untuk desain bajumu ke depan. Mau ke sana?"
"Iya!" kata gadis itu dengan ceria. Lalu melingkarkan lengannya ke lengan Darrell. Keduanya pun segera menuju ke toko tersebut.
Ayahnya sudah bersikeras agar ia segera meresmikan hubungan mereka di mata umum. Dengan demikian, barulah ayahnya dapat bergerak untuk meyakinkan para pemegang saham. Berulang kali ayahnya menegaskan untuk tidak melewatkan momen krusial ini, dan Darrell sudah tidak dapat lagi berkelit. Lagipula kalau ia mau menunggu hubungan Cecilia dengan kawan-kawannya membaik, butuh waktu berapa lama lagi?
Karena itulah, di akhir pekan ini Darrell memutuskan untuk mengukuhkan hubungannya dengan Cecilia. Ketika Cecilia menjemputnya di bandara dan mereka pergi ke sebuah restoran untuk makan malam bersama, Darrell berniat mengutarakan tujuannya.
"Fille qui bave ...." (arti: Gadis ileran) Darrell memanggil Cecilia untuk mengawali pembicaraannya.
Bibir Cecilia langsung mencebik begitu mendengar panggilan itu. "Mau sampai kapan kamu memanggilku begitu? Tidak adakah panggilan lain yang lebih baik?" katanya dengan nada merajuk.
Darrell tertawa lalu mengelus pipi Cecilia yang membuat wajah merengut itu segera berubah menjadi tersipu.
"Malheureusement non, Ma chérie ... Il a été breveté pour être mon surnom affectueux pour toi. L'événement a été si mémorable pour moi et je ne veux pas l'oublier, " (arti: Sayangnya tidak ada, Sweetie .... Hal tersebut sudah dipatenkan menjadi panggilan sayangku untukmu. Peristiwa itu begitu berkesan bagiku dan aku tidak ingin melupakannya) kata Darrell dengan senyum menggoda.
__ADS_1
Seketika wajah Cecilia memerah. Ia pun memukul ringan lengan Darrell dan mengajukan protes. "Lequel est mémorable ? Voulez-vous continuer à vous souvenir de mon apparence embarrassante ?!" (arti: Apanya yang berkesan?! Apa kamu ingin terus mengingat penampilanku yang memalukan itu ?!)
Darrell sontak terbahak melihat respons Cecilia. Wajah cantik itu kembali merengut dengan bibir lebih mencebik dari sebelumnya. Ia senang mempermainkan perasaan gadis di hadapannya dan melihat perubahan ekspresinya yang begitu cepat.
Setelah puas tertawa dan melihat kekasihnya kembali merajuk, Darrell tersenyum dan mengambil tangan Cecilia untuk digenggamnya. "Cecile ..." panggilnya dengan lembut.
"Apa?!" sahut Cecilia melirik Darrell dengan tatapan galak.
"Maukah kamu bertunangan denganku?" Darrell melanjutkan perkataannya.
Seketika Cecilia tertegun dan wajah merengutnya hilang entah ke mana begitu mendengar kalimat itu. Lidahnya kelu saking terkejutnya ia dengan apa yang baru saja didengarnya. Bagaimanapun mereka baru bersama selama tiga bulan. Waktu yang cukup cepat untuk segera berlanjut ke tahap pertunangan.
"Aku mengerti kalau dirimu merasa kemajuan hubungan kita begitu cepat. Namun aku merasa kita cukup cocok dan aku nyaman denganmu. Jadi aku merasa tidak ada gunanya menunggu lebih lama. Jika kamu setuju, besok aku akan menghadap orang tuamu untuk membicarakan hal ini. Namun jika kamu belum siap, tak mengapa. Katakan saja sejujurnya, " jelas Darrell.
Cecilia terlihat termangu. Pikirannya kosong dan ia tidak sanggup berpikir. Ia masih mengawang seperti berada di dunia dongeng, di mana seorang pangeran tampan berkuda putih baru saja melamarnya.
Darrell tersenyum manis dan kembali melancarkan serangannya. "Acceptes-tu ma proposition, Princesse ?" ( arti: Apakah engkau menerima pinanganku, Wahai Tuan Putri ?) katanya sambil membawa tangan gadis itu ke bibirnya.
Mendapat perlakuan manis seperti itu, membuat Cecilia meleleh. Bak terhipnotis, ia pun segera memberi jawaban tanpa sadar. "Oui ..." (arti: Ya) katanya dengan mata bertaburan lope-lope.
Setelah mendapat persetujuan Cecilia, Darrell pun berkunjung ke rumah Cecilia untuk membicarakan masalah pertunangan pada keesokan harinya. Kedua orang tua Cecilia menyambut baik usulan tersebut. Selama ini, Darrell memang mendapat nilai positif sebagai pasangan putrinya yang selama ini memiliki rekam jejak sering berganti pasangan.
Penentuan waktu pertunangan akan dibicarakan lebih lanjut karena Darrell harus berdiskusi lebih dahulu dengan ayahnya. Darrell berjanji akan memberi kabar secepatnya mengenai hal itu.
Satu tahapan kehidupan kembali dilalui Darrell. Dan rencananya bersama Sang Ayah, mulai memasuki babak akhir.
...****************...
__ADS_1