Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Kabar Buruk


__ADS_3

Beberapa hari ini dilewati James dengan sukacita. Ia merasa hidupnya perlahan kembali ke jalurnya, ke arah sebelum kejadian kamping itu.


Hari Minggu ini contohnya. Setelah pulang gereja dan makan siang bersama, keluarga Wijaya pulang ke rumah untuk istirahat. Sore harinya sekitar pukul empat sore, James mengajak Celine ke pantai dengan mengendarai motor. Celine sekalian pamit ke Papa Heru dan Mama Ratna, karena rencananya setelah itu ia akan langsung diantar James ke bandara.


Ia bersyukur memiliki Celine sebagai kekasihnya. Meskipun seorang direktur dari perusahaan besar, Celine tidak malu untuk berboncengan dengannya di atas motor.


Celine juga bukan wanita manja atau berharga diri tinggi yang hanya berkenan diajak kencan di tempat-tempat elite. Seperti sore ini, walau kencan mereka sederhana hanya menikmati es krim sambil duduk di atas motor dan memandangi air laut, Celine terlihat santai saja dan menikmati momen tersebut.


Bukan tidak mau memanjakan Celine dengan memberikan hal yang lebih baik, masalahnya kantong James sudah menipis akibat persiapan menikah dadakan itu. Walau Cindy sudah mengatakan bahwa semua persiapan pernikahan akan ditanggung pihak pengantin wanita, harga dirinya sebagai laki-laki tidak mengizinkan hal tersebut. Minimal untuk sepasang pakaian pengantin dan cincin nikah, harus ia yang tanggung. Dan itu bukanlah barang murah.


Senja pun tiba dan langit mulai berubah menjadi jingga, James mengajak Celine untuk meninggalkan pantai tersebut sebelum gelap. Mereka lalu kembali membelah jalan menuju bandara.


Setelah Celine memesan tiket, mereka mencari tempat untuk menikmati makan malam sebelum Celine berangkat. Begitu pesawat Celine lepas landas, barulah James kembali ke rumah. Malamnya, Celine menelepon bahwa ia sudah tiba di rumah dengan selamat.


Semua berjalan seperti biasa, tidak seperti dua minggu terakhir yang dilalui James dengan penuh keputus-asaan. Ia pun merasa kabar dari sekolah akan tiba dalam waktu dekat. Pak Roy dan bu Lani pasti akan mengabarkan kepada pihak sekolah bahwa ia terbukti tidak bersalah. Dengan demikian, harusnya ia akan diizinkan untuk kembali mengajar.


Hari Senin tiba, James menunggu datangnya kabar baik dari pihak sekolah. Namun karena kabar yang ditunggu tak kunjung tiba, James tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menikmati waktunya di rumah.


Mungkin baru hari ini, pak Roy dan bu Lani melaporkan perkembangan terbaru pada pihak sekolah. Lagipula, laporan pasti membutuhkan waktu untuk diproses sampai ke pihak atasan, kan? Jadi, sabarlah James ... katanya menyemangati dirinya sendiri.


Ketika hari Rabu tiba, kegelisahan James mulai meningkat. Tetapi ia masih mencoba berpikir positif. Mungkin besok ... katanya menghibur diri.


Sampai akhirnya kabar yang ditunggu pun datang bersamaan dengan kunjungan Priscillia ke rumahnya di hari Kamis sore. Priscillia datang hanya ditemani Rebecca, karena Sharon masih ada kuliah.


Namun sayang, bukan kabar yang diharapkan James yang disampaikan, melainkan sebaliknya. James diberhentikan dari pekerjaannya secara resmi.


"Maaf, Pak .... Saya juga sudah membela Bapak di hadapan orang tua saya, kalau Bapak sudah terbukti tidak bersalah. Tetapi rupanya rumor tentang Bapak sudah berkembang pesat di sekolah. Dan selama Bapak dinonaktifkan, situasi di sekolah sudah mulai kondusif. Karena itu pihak sekolah tidak mau mengambil risiko melakukan sesuatu yang dapat mengguncang suasana sekolah kembali, " jelas Priscillia dengan raut wajah menyesal.


"Hanya ini yang dapat kami berikan sebagai bentuk permintaan maaf kami. Di dalamnya ada Surat Keterangan Pengalaman Kerja dan sedikit uang santunan, " kata Priscillia sambil menyerahkan sebuah amplop.


James hanya terdiam melihat amplop yang disodorkan. Lidahnya kelu. Ia tidak bisa berkata apapun dan juga tidak bisa menyalahkan siapapun.

__ADS_1


Ia yakin Priscillia tidak berbohong ketika ia mengatakan sudah membelanya di hadapan orang tuanya. Ia tahu bagaimana karakter gadis itu. Jika sampai Priscillia sendiri yang turun tangan mengantarkan amplop ini kepadanya, pastilah karena gadis ini merasa bersalah padanya.


Mama Ratna yang ikut mendengarkan kabar buruk ini, hanya dapat menghela napasnya sambil terus memperhatikan ekspresi James. Ia tahu anaknya ini pasti terpukul karena pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang dengan mudah James dapatkan.


"Apa Bapak mau banting setir jadi karyawan perusahaan? Kalau Bapak mau, nanti coba saya tanyakan ayah saya, " tawar Rebecca mencoba memberi solusi.


James tersenyum getir dengan perhatian mantan muridnya ini. "Terima kasih atas tawarannya. Tapi tidak perlu. Saya masih mencintai panggilan saya sebagai guru. Saya akan coba melamar kerja di sekolah lain, " ujarnya.


Rebecca dan Priscillia hanya bisa saling pandang mendengar jawaban James. Hanya ini yang bisa mereka tawarkan, karena pemegang kekuasaan dan keputusan masih ada di tangan orang tua mereka.


"Yah sudah .... Kalau ada apa-apa atau butuh bantuan, kabari aja ya, Pak .... Kali-kali kami bisa bantu ..." ujar Priscillia.


"Ya. Terima kasih ..." jawab James sambil tersenyum.


Setelah itu, Priscillia dan Rebecca pamit pulang. James mengantar mereka sampai pagar depan. Ketika mobil Rebecca melaju dan hilang dari pandangannya, James menghela napas panjang. Karirnya harus dimulai lagi dari awal.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai ... Hai ... readers - ku thayank .... Terima kasih atas dukungannya yang selalu memberi semangat buat author yah .... 😄🙏


Dion : Hello readers ! Kita bertemu lagi dalam forum Q and A .... Di episode kali ini, kembali kita kedatangan bintang tamu spesial yang akan menjawab pertanyaan reader. Siapa yah orangnya?? Yuk kita sambut ... Mamaaaa Rattnnaaaa!!!!


Mama Ratna : Halo readers semua ....


Dion : Selamat datang, Tante .... Ngomong-ngomong, Tante kenal saya, kan?


Mama Ratna : Kenal. Walau kita belum pernah jumpa, tapi James pernah bercerita tentang kamu. Kamu kakaknya Celine, kan? Ada mirip-miripnya juga sama Celine kok.


Dion : Kalo Celine dibilang cantik, berarti menurut Tante, saya ganteng? 🤭🤭🤭

__ADS_1


Mama Ratna : Iya. Kamu ganteng. Persis artis 😊


Dion : Makasih pujiannya, Tante .... 🥰😁🙏


Mama Ratna : Sama-sama .... 😊😊


Dion : Baiklah, kita langsung ke pertanyaannya yah .... Pertanyaannya berasal dari reader BY.


Bunyinya begini: Saya seorang ibu. Begitu membaca cerita ini sampai di bagian orang tua James dihina tidak bisa mendidik anak, saya ga kebayang itu rasanya seperti apa. Saya sangat mengerti perasaan papa Heru yang hanya bisa menunduk dan menahan amarah. Terlebih ketika akhirnya fakta membuktikan bahwa Cindy yang bersalah. Ingin rasanya saya membalas Nyonya Prawira, "Weee .... Sape tuh yang ga bisa didik anak?!" Pertanyaannya, kok Mama Ratna bisa sesabar itu?


Dion : Ah .... Betul tuh, Tante .... Saya sendiri pengen bales rasanya. Serasa mulut Nyonya Prawira pengen tak cabe'in, atau diselepet pake jepit 😤😤😤


Mama Ratna : Sebenernya, sama aja kita, Jeng .... 🤭🤭😆😆 Amarah pasti ada dan rasanya kita tergoda untuk membalas. Tapi, saya lebih ingin mensyukuri campur tangan Tuhan. Tanpa saya balas, Tuhan sendiri yang sudah membela dan meninggikan keluarga kami, kan? Jadi, lebih baik saya merendah saja. Toh mungkin juga benar katanya, saya masih punya banyak kekurangan sebagai orang tua. Bukan begitu?


Dion : Speechless. Give applause to Mama Ratna, guys .... 👏👏👏👏


Mama Ratna : Makasih .... 🙏🙏😊


Dion : Jadi pelajaran buat kita hari ini yah, guys .... Just do our part and always try to give the best (arti: lakukan saja bagian kita dan selalu berusaha memberikan yang terbaik). Jangan pikirin perkataan orang dan lebih baik memiliki sikap rendah hati. Karena Tuhan berkuasa meninggikan dan merendahkan orang. Begitu bukan, Tante? Kalo kesimpulan saya salah, tolong diperbaiki nih ....


Mama Ratna : Ga kok. Sudah benar .... Kamu pintar .... 😊👏👏👍


Dion : Oh .... Kalo pinter mah .... sudah jelas, Tanteee .... 😎😎


Mama Ratna : Hayoo ... yang barusan apa? Katanya tadi mau belajar rendah hati 😊🤭


Dion : 😅😅 Khilaf, Tante .... 🙈


Mama Ratna : Gapapa. Yang seperti itu memang harus dilatih. Tetap semangat yah .... Agar kita semua terus belajar menjadi manusia yang lebih baik .... 😊


Dion : Siyaappp .... Kalau begitu, sampai di sini dulu episode forum Q and A kali ini, guys .... Kita ketemu lagi di episode mendatang. Tetap ditunggu pertanyaan dan komentarnya yah .... Sampai jumpa! 👋

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2