Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Senyum yang Bukan Untukku


__ADS_3

Sekitar pukul 16.30, James selesai mandi sore. Ia melihat abangnya sudah pulang dan sedang mengobrol dengan mama, masih dengan mengenakan pakaian kantornya. Hal ini tidak biasanya terjadi. Karena biasanya, hal pertama yang dilakukan abangnya setelah pulang kantor adalah masuk ke kamar dan berganti pakaian.


Karena penasaran, James pun mendekati mereka dan ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan.


"Jadi, boleh, Ma?" tanya Alex.


"Yah .... Seperti yang Mama uda bilang, Mama sih oke-oke aja. Asal ada yang urus, rumah tetap rapi dan bersih, terus kotorannya jangan kemana-mana. Coba kamu pastiin dulu sama Celine deh, " jawab Mama Ratna.


"Itu sih pasti .... Asal Mama acc, habis ini Abang langsung tanya Celine, " sahut Alex lagi.


James yang dari tadi mendengarkan tetapi tak kunjung mengerti, akhirnya bertanya, "Mama sama Abang lagi ngomongin apaan sih?"


"Ada teman Abang, anjingnya baru melahirkan. Dia tawari Abang untuk pelihara anak anjingnya, karena uda repot peliharaannya kebanyakan. Nah, kamu kan pernah cerita, kalo Celine suka binatang. Abang mau tawarin, Celine mau pelihara ga?" terang Alex.


"Oh, Celine pasti suka tuh, Bang. Tapi rumah kita kan kecil, itu anjing jenis apaan?" tanya James lagi.

__ADS_1


"Jenis mini pom, " jawab Alex singkat.


"Wah .... Udah pas itu. Recommended, Ma! Ukuran anjingnya kecil, ga bisa gede, " sahut James sambil mengacungkan jempolnya ke Mama Ratna.


"Yah .... Kalian yang urus deh yah .... Mau mini pom kek, mau mini mouse kek, Mama ga mau tau. Yang Mama tau, syarat Mama tadi terpenuhi. Ada yang urus dan rumah tetap bersih. Oke?" Mama Ratna memberi penegasan.


"Okee !!" jawab Alex dan James kompak sambil nyengir. (Author: tumben, bisa kompak)


Tanpa berlama-lama, mereka berdua langsung menemui Celine, untuk menanyakan pendapat Celine. Begitu mendengar tawaran tersebut, Celine langsung mengangguk-anggukan kepalanya dengan bersemangat.


...****************...


Matanya langsung terbuka lebar begitu melihat mahluk kecil berbulu coklat, sedang berlarian dengan ekor bergoyang-goyang di halaman rumah yang tidak seberapa luas itu.


Melihat Celine, Alex langsung menangkap mahluk itu dan menggendongnya.

__ADS_1


"Ini punya Celine, " katanya sambil menyerahkan mahluk berbulu itu kepada Celine.


Dengan sedikit berdebar, Celine menerima hibahan tersebut. Dipandanginya mahluk seperti bola bulu yang sekarang ada di gendongannya. Mahluk tersebut juga membalas tatapan Celine dengan mata hitamnya. Lalu dielusnya kepala kecil berbulu coklat itu. Terlihat Si Kecil memejamkan mata hitamnya menikmati elusan tersebut.


"Lucu, " kata Celine sambil tersenyum kepada Si Kecil.


James yang lebih dahulu ada di tempat itu, melihat senyuman Celine dan mendengar Celine kembali mengeluarkan isi hatinya. Ia turut senang Celine bisa tersenyum kembali dan mulai terbiasa mengekspresikan perasaannya.


"Terima kasih, Bang Alex, " kata Celine lagi, masih dengan senyum manisnya.


"Sama-sama, Lin. Dipelihara baik-baik yah, " jawab Alex, yang kemudian dijawab Celine dengan anggukan.


Semua anggota keluarga Wijaya dapat melihat betapa bahagianya Celine dengan kehadiran Si Kecil Berbulu itu. Si Bola Bulu terus-menerus dielusnya dalam gendongannya.


Di tengah perasaan bahagia itu, ada perasaan lain yang muncul di hati James. Perasaan yang ia coba usir jauh-jauh dari pikirannya, tetapi tetap muncul seperti hantu yang mengganggunya.

__ADS_1


Entah perasaan apa itu tepatnya. Ada sedih, ada kecewa, ada iri hati. Semuanya tercampur begitu saja dalam pikirannya. Yang jelas, perasaan tersebut dapat ia rumuskan dengan satu kalimat, Yang membuat Celine tersenyum kembali, bukan diriku.


...****************...


__ADS_2