
Pesta pertunangan sudah berakhir. Setiap orang sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Terkhusus untuk keluarga Adipratama, mereka kembali ke hotel yang menjadi pilihan tiap keluarga untuk bermalam.
Tadinya Andreas dan Darrell sudah menawarkan keluarga kakak dan adiknya untuk menyewa kamar di hotel yang sama. Namun rupanya setiap keluarga sudah memiliki hotel pilihan masing-masing. Akhirnya seperti biasa, setiap keluarga mengurus anggota keluarganya sendiri.
Malam ini begitu melelahkan, terlebih buat mereka yang menjadi tokoh utama acara yang baru saja berlangsung. Cecilia sudah terkapar di atas tempat tidurnya. Badannya letih dengan aktivitas sepanjang hari ini. Acara pertunangannya benar-benar menguras energinya.
Namun sayang, pikirannya tidak sejalan dengan tubuhnya yang lelah. Pikirannya masih asyik bekerja walaupun pemilik tubuhnya sudah ingin beristirahat. Rekaman adegan yang terjadi sepanjang hari ini sedang diputar ulang dalam benaknya.
Banyak hal yang membuat perasaannya kacau yang terjadi di sepanjang pesta pertunangannya. Dari hal yang membahagiakan seperti datangnya para sahabatnya ke pestanya, hal yang menambah perasaan bersalahnya seperti ucapan selamat yang tulus dari Celine, serta kegelisahannya karena dirinya yang sudah langsung dilibatkan dalam perebutan kekuasaan dalam perusahaan Adipratama.
Mengenai hal yang terakhir, ia memang sudah mendapat peringatan dari teman-temannya. Darrell sendiri sudah mengakuinya dan menyuruhnya untuk menimbang baik-baik. Namun selama ini ia menanggapinya dengan santai. Ia tidak terlalu serius memikirkannya karena seperti yang dikatakan Priscillia, hal tersebut sering terjadi di kalangan mereka.
Namun setelah mengalaminya sendiri, rasanya berbeda. Ada perasaan kecewa, sedih, dan marah karena dimanfaatkan. Coba Bayangkan! Pesta pertunangannya saja baru berlangsung hari ini, namun status keluarganya sudah dicatut untuk menaikkan nama Darrell di rapat pemegang saham.
Selain perasaan-perasaan tadi, Cecilia juga merasakan kekhawatiran dan ketakutan. Sebuah pertanyaan mengganggu pikirannya. Apa yang terjadi jika Darrell sudah berhasil menggeser Celine dan menjadi pewaris yang sah? Bagaimana dengan hubungan mereka? Apakah Darrell masih membutuhkannya? Jawabannya tidak!
Kalau begitu, setelah ia tidak lagi dibutuhkan, apakah Darrell akan membuangnya? Cecilia tidak berani membayangkannya. Pedih sekali rasanya mengetahui setelah dimanfaatkan, lalu ia dibuang begitu saja.
__ADS_1
Walaupun begitu, kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, kan? Bagaimana kalau sikap manis dan perhatian Darrell selama ini padanya hanyalah sandiwara untuk memikatnya? Bagaimana kalau tujuannya sudah tercapai, Darrell akan berubah? Bagaimanapun, ia belum benar-benar mengenal pria itu.
Namun sejauh ini, semakin mengenal Darrell, rasa cintanya semakin bertambah. Makin sering ia melihatnya, sepertinya rupa kekasihnya itu semakin tampan. Belum lagi sikap manisnya yang membuatnya meleleh dan terhipnotis begitu saja. Entah apa yang terjadi jika ia mengetahui kalau selama ini sikap Darrell adalah sandiwara. Ia mungkin akan hancur.
Cecilia mencoba merenungkan perjalanan hidupnya selama ini, terutama bagaimana caranya mencintai dan memperlakukan pasangan. Ia mengakui kalau dirinya mudah sekali jatuh cinta hanya karena sebuah wajah tampan. Begitu pula yang terjadi dengan Darrell. Hal itu pula lah yang pertama kali membuatnya terpikat.
Namun semenjak pertemuannya dengan Darrell, sepertinya ia tidak pernah tertarik dengan laki-laki lain. Apakah karena belum ada yang menandingi ketampanan Darrell dalam penilaiannya? Ia sendiri tidak tahu.
Dulu ... secepat ia jatuh cinta, secepat itu pula ia bisa melepaskan cinta. Asal ia menemukan yang lebih tampan, ia akan memutuskan kekasihnya yang lama dan beralih pada yang baru.
Ia juga sering memutuskan hubungan dengan pria hanya karena alasan-alasan sepele. Jika pria tersebut kurang memperhatikannya sedikittttt saja, hubungan mereka akan ia akhiri. Hal itu mudah ia lakukan karena ia tidak pernah kekurangan cadangan pria dalam hidupnya.
Sebagai contoh ia pernah berhubungan dengan pria yang hanya menginginkan uangnya. Ada-ada saja alasan yang diutarakan pria itu untuk meminta bantuan dana darinya.
Saat itu teman-temannya juga sudah memberikannya peringatan bahwa pria itu pembohong dan hanya ingin memanfaatkannya. Namun hal itu tidak ia pedulikan. Dengan bodohnya, ia tetap memberikan pria itu uang sejumlah yang diinginkannya. Baginya masalah itu adalah hal sepele yang masih sanggup ia lakukan. Dalam benaknya ia sedang memberikan pertolongan. Itu saja!
Hal prinsip yang membuatnya berpisah dengan pria-pria seperti itu, selain masalah ketampanan dan sikap Sang Pria padanya, yaitu jika menyangkut kesetiaan atau jika pria itu meminta hal yang belum waktunya ia dapatkan. Jika pria itu ketahuan berselingkuh atau mengajaknya tidur bersama, dalam sekejap pria itu akan langsung ia PHK (Putus Hubungan Kekasih).
__ADS_1
Kesetiaan baginya adalah hal yang utama. Jika pacaran saja sudah berselingkuh, bagaimana ketika menikah nanti? Walaupun ia sendiri tidak setia-setia amat, setidaknya ia tidak pernah menjalin hubungan dengan dua pria sekaligus. Baginya, lebih baik ia diputuskan karena Si Pria menemukan yang lebih baik daripada menduakannya di belakang.
Masalah kesucian juga merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Mamanya sudah sering mengingatkannya, kalau kep*rawannya adalah mahkotanya yang berharga, menyangkut harga diri yang harus selalu dijaga. Hanya dapat diberikan kepada pria yang menjadi suaminya.
Cecilia setuju menjalankan prinsip tersebut. Dirinya yang mengidolakan karakter-karakter putri dalam dunia dongeng, tentu perlu menjaga harga diri dan keeleganannya. Karena alasan itu pulalah, waktu SMP ia setuju menjadi pengikut Priscillia yang di matanya memiliki karakter putri sejati.
Dan sekarang, ketika bertemu dengan Darrell yang memiliki rupa bak pangeran berkuda putih serta selalu bersikap manis, sopan dan gentle padanya, bagaimana mungkin ia dapat menolaknya? Apalagi Darrell pernah berkata padanya untuk menjadikannya ratu dalam hidupnya (liat eps 64 - Di Antara Pilihan). Bayangkan saja, bukan hanya seorang putri, melainkan RATU !! Sungguh suatu godaan yang menggiurkan bagi seorang Cecilia.
Cecilia benar-benar tidak menemukan kekurangan Darrell, selain dalam hal panggilan 'kesayangan' yang pria itu berikan untuknya. Namun hal sepele itu dapat dengan mudah terlupakan begitu Cecilia melihat senyum dan tawa dari kekasihnya yang tampan.
Darrell memang tidak dapat menjanjikan cinta untuknya, namun bukankah cinta bisa dipupuk perlahan? Lagipula bukankah pria itu sudah berkomitmen menjadikannya satu-satunya wanita dalam hidupnya? (masih di eps 64 - Di Antara Pilihan) Jadi ia memiliki waktu yang cukup panjang untuk menumbuhkan cinta di antara mereka, bukan?
Mungkin semua alasan itulah yang membuat Cecilia makin dalam jatuh cinta pada Darrell. Baru kali ini ia memperjuangkan cintanya sampai seperti ini. Ia sampai berselisih dengan teman-temannya, dirundung perasaan bersalah, dan dicap sebagai pengkhianat. Sungguh bukan suatu harga yang murah yang harus ia bayar demi pilihannya pada Darrell.
Dan setelah ia menerima semua konsekuensi itu, apakah Darrell tidak akan berubah setelah mencapai tujuannya? Apakah pria itu akan tetap menepati semua perkataannya? Atau sebaliknya, semua harga yang ia bayar demi Darrell akan tersia-siakan begitu saja?
Cecilia tidak bisa menjawabnya. Keraguan mulai muncul di hatinya. Ia hanya bisa berharap Darrell tidak sekejam itu padanya. Dengan memanjatkan harapan demikian, akhirnya Cecilia jatuh tertidur.
__ADS_1
...****************...