Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Murung


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu semenjak Sherly datang ke rumah. Celine masih melakukan rutinitas hariannya seperti biasa. Tapi tidak bisa dipungkiri, perubahan sikapnya cukup terlihat oleh anggota keluarga Wijaya. Keceriaannya berkurang secara signifikan.


Mama Ratna dan Alex pernah bertanya langsung pada Celine tentang perubahan sikapnya. Tapi Celine menjawab ia hanya merasa tidak enak badan karena sedang datang bulan.


Di mata yang lain, mungkin yang terlihat berubah hanya keceriaan Celine yang berkurang. Tapi di mata James, perubahan yang terlihat cukup banyak. Yang paling mencolok adalah sikapnya bersama Alex. Tidak ada lagi mata yang berbinar dan semu merah di pipi Celine ketika berbicara dengan Alex. Tidak ada lagi panggilan "Bang Alex" dengan nada khas Celine yang membuat James cemburu.


Mama Ratna juga meragukan alasan yang Celine berikan. Ia mencoba mencari tahu dengan menanyakan James perihal yang sama.


"James, kamu merasa ga kalau Celine murung akhir-akhir ini? "


"Ngerasa kok, Ma " jawab James.


"Apa dia ada cerita sama kamu? Punya masalah atau sedang memikirkan sesuatu? "


"Ga ada bilang apa-apa, Ma. Kalo sama Mama gimana? " James balik bertanya.


"Ga ada juga. Mama pernah tanya langsung, tapi jawabannya dia lagi ga enak badan karena datang bulan. Tapi Mama rasa dia menyembunyikan sesuatu. Mungkin kamu tau sesuatu? "


"Mungkin benar karena datang bulan kali, Ma. 'Kan cewek sering moodnya anjlok dan berasa lemas pas haid toh? "


" Hmm.. Menurut kamu begitu yah? "


Maaf yah, Ma.. James ga bisa bilang dugaan James. Ini privasi Celine. Lagian dugaan James belum tentu benar. James lagi tunggu kesempatan untuk bisa mengobrol sama Celine dulu. Katanya dalam hati.


...****************...


Akhirnya, kesempatan yang ditunggu James tiba. Sore ini, seperti sebelum-sebelumnya, hanya James dan Celine yang berada di rumah. Bedanya kali ini, setelah sesi belajar jam 3 sore selesai, Celine mengurung diri di dalam kamar. Sampai pk. 16.30, belum ada tanda-tanda Celine akan keluar. Entah Celine tertidur atau tidak, James tidak tahu.


Tapi karena merasa sudah tidak mau menunda lagi dan kesempatan ini dirasa waktu yang tepat untuk berbicara, James pun memberanikan diri mengetuk kamar Celine.


"Lin.. Tidur? "


Tidak ada jawaban.


"Lin.. Bang James mau ngomong bentar. Celine tidur? Kalo ga, Bang James boleh masuk? "


Masih tidak ada jawaban.


"Lin.. Bang James izin masuk yah.. " Lalu James membuka pintu kamar Celine pelan-pelan.


Di ranjang, tampak Celine terbaring dengan posisi menelungkup. James mendekati Celine perlahan. Ketika cukup dekat, dapat dilihat James ternyata mata Celine terbuka. Celine tidak tidur.


"Celine kenapa? Kalau ga tidur, Bang James panggil kok ga menjawab? " tanya James sambil duduk di samping Celine.


"Maaf, Bang. Celine lagi ga enak badan" jawab Celine tanpa merubah posisinya.


"Bener, cuma ga enak badan? Ga bohong? Bukan karena Celine lagi patah hati? "


Mendengar pertanyaan James, mata Celine langsung terbelalak dan langsung duduk menghadap James.


"Bang James tau? " tanyanya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan polos itu, James tertawa kecil.


"Taulah.. Bang James 'kan selalu memperhatikan Celine" jawabnya sambil tersenyum kepada gadis di depannya.


Celine terdiam. Lalu menundukkan kepalanya.


"Bang James.. pernah suka sama seseorang? " tanyanya lagi.


"Pernah" jawab James.


"Pernah patah hati? "


"Pernah."


Mendengar jawaban James yang singkat dan terkesan ringan, kembali Celine menengadahkan kepalanya, lalu menatap James.


"Pernah? " tanyanya lagi memastikan.


"Pernah" jawab James sambil tersenyum sedih dan membalas tatapan Celine.


"Orang itu tau kalau Bang James suka dia? "


"Tidak."


"Bang James ga mau kasih tau perasaan Bang James ke dia? "


"Tidak. Buat apa? Bang James tau kalau dia suka orang lain. Jadi, buat apa membebani dia dengan perasaan Bang James? Nanti hubungan kami jadi canggung 'kan? Jadi mending Bang James diam saja. "


"Masih."


"Ga sakit, Bang? "


James tersenyum. "Sakit. Tapi mau gimana? Bang James ga mungkin bohongin perasaan Abang toh.. Jadi Bang James cuma bisa jalanin aja. "


Celine terdiam. Lalu kembali menundukkan kepala.


"Celine.. juga harus begitukah? Tapi.. memang cuma bisa begitu 'kan? " ucapnya lebih kepada dirinya sendiri.


"Siapa bilang? Tidak harus begitu kok. Kalau Celine bisa move on dan menemukan cinta yang lain, itu lebih bagus 'kan? Tapi kalo belum bisa, kayak Bang James gini, ya sudah.. Jalani aja. Coba anggap Bang Alex sebagai kakak, seperti Kak Dion. Mungkin itu bisa membantu Celine bersikap seperti biasa. Karakter mereka agak mirip 'kan? "


Celine lalu menyenderkan kepalanya di bahu James. Lalu tak lama kemudian, jari telunjuknya menusuk pinggang James.


"Ih.. Apaan sih, Lin?! Geli, tau?!! " sahut James yang kaget mendapat serangan tiba-tiba.


"Bang James ternyata beneran tau.. Sampai orang yang Celine suka pun Abang tau.. " jawab Celine sambil menyembunyikan wajahnya kembali di bahu James.


Mendengar itu, James tertawa. Lalu mengelus kepala Celine, "Jiahh.. Rupanya dari tadi omongan Bang James ga dipercaya noh... "


Karena tidak mendapatkan jawaban balik dari Celine, James melanjutkan kalimatnya. "Jangan sedih lagi yah.. Semua khawatir lo.. "


"Uhm.. " jawab Celine dari balik bahu James.

__ADS_1


"Jangan ditahan sendiri! Kalo ada apa-apa, cerita sama Bang James. "


"Uhm.. "


"Kita cari es krim lagi?"


"Gas.. "


James pun tertawa. Tapi beberapa detik kemudian, pinggangnya menjadi sasaran serangan Celine lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


FORUM Q and A


Hai.. Hai.. readers - ku sayank.. Makasih yah.. masih setia mengikuti novelnya dan mendukung author.. 🥰


Dion : Hallo readers... Kembali kita berjumpa di forum Q and A. Pertanyaan kali ini berasal dari reader BY, yang untungnya tidak seputar kematianku lagi 😅


Ini bunyi pertanyaannya:


1. Di cerita, Dion itu secakep idol K-pop. Apa Dion tidak ada yang naksir atau punya kisah romansa?


2. Apa Dion ga pernah belajar? Tidak ada di ceritanya kalau Dion pernah belajar. Apalagi jadwal Dion sepadat itu. Gimana belajarnya?


Dion : Wah.. Kamu memperhatikanku segitunya.. Terima kasih.. 😁🥰


Kujawab yah..




Kisah romansa? Ga ada sih.. Jujur, aku belum tertarik pacaran. Tau sendirilah, aku melarikan diri dari rumah, sibuk menghidupi diriku sendiri. Ga ada waktu buat pacaran. Fokusku ingin segera lulus dan mandiri. Kalau sudah, aku bahkan ingin membawa Celine pergi dari rumah neraka itu. Tapi sayang, cita-citaku tidak tercapai 🙂


Ps: Kalau yang naksir aku sih.. Banyak! 😁




Belajar? Apa itu? Wkwkwk 🤣 Bercanda deh.. Walaupun aku pintar dan mendapat beasiswa, aku masih harus tetap belajarlah.. Caranya, saat kuliah, aku akan memperhatikan dosen menerangkan dengan sungguh-sungguh. Lalu, kuulangi pelajaran tersebut setiap ada waktu luang di antara jam kerja sambilan.




Semoga terjawab yah... 😁🙏


Untuk readers yang lain, kutunggu komentar dan pertanyaan kalian yah.. Sampai jumpa di forum Q and A selanjutnya. Bye-bye.. 👋

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2