Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Kencan Pertama


__ADS_3

Tak terasa hari Sabtu kembali tiba. Selama seminggu ini, Celine memperhatikan sikap pamannya. Sepertinya om Andre tidak jadi keluar dari perusahaan. Ia masuk kantor dan bekerja seperti biasa.


Hanya saja terlihat kalau pamannya itu masih menjaga jarak dengannya. Celine bisa memaklumi hal itu. Karenanya, Celine memberikan ruang untuk pamannya agar bisa bergerak dengan leluasa. Ia percaya waktu yang akan memulihkan hubungan keluarga yang canggung ini.


Saat ini Celine sudah berada di bandara kota B. Pesawatnya baru saja mendarat. Ketika ia berjalan keluar, ia sudah melihat papa Heru, mama Ratna, dan James sedang melambaikan tangan di area kedatangan penumpang.


Papa Heru dan mama Ratna sudah mengetahui hubungan James dan Celine. Buat mereka hal tersebut tidak mempengaruhi apapun, karena dari awal mereka sudah menganggap Celine seperti anak sendiri. Tetapi, kalau akhirnya Celine bisa menjadi anak mereka dalam arti sesungguhnya, tentu mereka menyambutnya dengan gembira.


Setelah keluar dari bandara, mereka mencari restoran terdekat untuk makan malam. Sambil menunggu makanan disajikan, papa Heru membuka pembicaraan.


"Celine ada rencana besok mau ke mana?" tanya Papa Heru.


"Ga tau. Terserah Bang James aja, " jawab Celine.


"Kami mau kencan pertama. Jadi, untuk minggu ini, Mama-Papa ngalah yah .... Minggu depan aja acara keluarganya, " sambung James.


"Iya deh .... Yang mentang-mentang baru jadian ..." goda Mama Ratna.


Celine hanya tersenyum pahit digoda seperti itu. Ia tidak ingin jika papa Heru dan mama Ratna menyangka ia datang hanya untuk bermesraan dengan James. Sebenarnya, ia tidak masalah jika pergi bersama-sama. Tetapi James menolak dengan keras. James bilang, karena ini minggu pertama mereka jadian, jadi harus dispesialkan untuk kebersamaan mereka.


Mama Ratna melihat kecanggungan Celine. Dibelainya rambut panjang gadis itu. "Mama bercanda, Lin .... Santai aja, bersikap seperti biasanya. Toh dulu kadang hari Sabtu atau Minggu, Celine juga jalan berdua sama James, kan? Kayak ke mal atau ke toko buku."


"Iya, Ma ..." jawab Celine pendek. Ia bersyukur sikap papa Heru dan mama Ratna tidak berubah kepadanya. Celine pun memeluk mama Ratna untuk mengungkapkan perasaannya.


Mama Ratna tersenyum lembut melihat sikap Celine. Begitu pula James dan papa Heru yang melihatnya. Semuanya sungguh menikmati kebersamaan ini. Mereka berharap keadaan ini bisa berlangsung abadi.


Setelah makan, mereka kembali ke rumah untuk beristirahat. Pasalnya besok jadwal Celine dan James cukup padat, mengingat Celine sudah harus kembali ke kotanya sore harinya. James berencana mengajak Celine kencan dari pagi. Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu kebersamaan mereka begitu saja.


...****************...


Pukul 9 pagi keesokan harinya, Celine dan James sudah siap keluar rumah.


"Memang mau ke mana sih, Bang James?" tanya Celine.


"Ada deh .... Pokoknya pasti Celine suka!" jawab James sambil memakai jaket motor dan mengenakan helm.


"Jangan keasyikan sampe lupa waktu! Ingat, Celine sore uda harus balik!" Mama Ratna mengingatkan.


"Siyaaappp, bos!" James menjawab sambil memberikan helm yang lain untuk Celine kenakan.


Setelah Celine siap dan duduk di belakang James, mereka berdua pun pamit, "Pergi dulu ya, Ma .... Pa ...."

__ADS_1


"Ya. Hati-hati ..." kata kedua orang tua itu mengingatkan putra-putri mereka.


Setelah itu, motor pun melaju siap membelah jalan.


...****************...


James memberhentikan motornya di sebuah area parkir.


"Bang James, ini kan ..." kata Celine.


"Iya. Gimana? Celine suka kencan pertama kita di sini?" jawab James sambil nyengir.


Ya. James membawa Celine ke kebun binatang yang cukup terkenal di kotanya. Ia ingin mengenang masa-masa awal ketika mereka baru pertama kali berjumpa.


Waktu mencari destinasi wisata untuk kencan mereka, James baru sadar kalau dulu ketika Celine masih tinggal bersama, mereka belum pernah mengunjungi kebun binatang ini. Walaupun bukan kebun binatang yang sama dengan yang dulu, ia berharap hal ini bisa menarik kembali kenangan mereka.


Celine hanya tersenyum melihat pilihan James. Ia senang James bisa mengingat kenangan saat mereka pertama kali berjumpa enam tahun yang lalu. Ia senang James memperhatikan antusiasmenya terhadap binatang. Namun di sisi lain, hal ini juga mengingatkan dirinya pada kakaknya. Kebun binatang adalah tempat terakhirnya ia menikmati kebersamaan dengan Dion.


James menyadari ada arti lain dalam senyuman Celine. Ada kepedihan yang tersembunyi di sana. Ia segera membelai kepala gadis yang dicintainya itu.


"Maaf yah, Lin .... Bang James ga bermaksud bikin Celine sedih dengan mengingatkan kak Dion di kencan pertama kita. Tapi sebaliknya, Bang James ingin membuat kenangan baru sambil tetap mengingat Dion. Bagaimanapun, kita bisa bertemu berkat kak Dion juga, kan?" terang James.


"Yuk kita masuk!" ajak James sambil merangkul bahu gadis itu.


Saat mau membeli tiket masuk, di seberang jalan tampak penjual topi. James menyempatkan diri mampir ke sana dan membeli sebuah topi lebar yang cukup manis untuk Celine.


"Biar ga panas, " katanya sambil tersenyum.


Celine tersenyum dengan perhatian James padanya. Ia bahagia pria ini bisa mengingat detail yang menyangkut dirinya, termasuk bahwa ia tidak suka panas. (eps 31 - Jalan-jalan)


Cuaca hari ini memang terbilang cerah. Matahari bersinar terik di atas sana. Walaupun saat ini belum terasa karena masih pagi, siang nanti pasti akan terasa menyengat. Karena James sudah meniatkan hati untuk menghabiskan waktu sesiangan di sini, lebih baik ia mengantisipasi hal tersebut dari awal, kan?


Setelah membeli tiket masuk, mereka pun siap menjelajahi kebun binatang yang cukup luas itu. Sama seperti dulu, Celine terlihat sangat bersemangat. Celine terkadang sampai menarik tangan James agar segera mengikutinya ke arah kandang binatang yang ia ingin temui. Kali ini, giliran James yang tertawa dan pasrah mengikuti giringan kekasihnya.


Mereka tertawa bersama menikmati aksi binatang yang terlihat lucu di dalam kandang. Mereka juga menyempatkan diri ke bagian baby zoo, di mana mereka diperbolehkan menggendong bahkan memberikan susu kepada binatang-binatang yang tergolong masih bayi. Intinya mereka berusaha menikmati setiap detik momen kebersamaan mereka.


Karena berlarian kesana-kemari saat menjelajahi area demi area di kebun binatang, pipi Celine kembali berubah menjadi kemerahan. James tersenyum menikmati kecantikan alami tersebut.


Saat itu James baru menyadari, bahwa jangan-jangan sebenarnya ia sudah tertarik pada Celine sejak awal pertemuan mereka. Bahkan mungkin jauh sebelum itu, semenjak ia melihat Celine masih berupa sosok dalam lukisan. James kembali tersenyum melihat bagaimana takdir membawa hidupnya sampai seperti sekarang ini.


Setelah cukup puas menjelajah, James dan Celine memilih singgah di food court area untuk mengusir dahaga dan mengisi perut. Maklum, waktu makan siang sudah tiba.

__ADS_1


Saat ini mereka berdiri di depan sebuah counter minuman. Mata mereka melihat daftar minuman yang tertera di atas sana.


"Celine mau pesan jus stroberi seperti biasa?" kata James ketika melihat minuman tersebut ada di dalam daftar.


"Boleh, " jawab Celine pendek. Kembali ia tersenyum mengetahui pria pujaannya mengingat minuman kesukaannya.


James pun memanggil bapak penjaga counter untuk memesan minuman. "Pak, saya pesan jus stroberi satu dan ..."


"Jus melon satu!" potong Celine. Lalu ia melirik James sambil nyengir.


Gantian James yang tersenyum. Ia tidak menyangka Celine juga masih mengingat jus kesukaannya.


Setelah memesan minuman, mereka beralih melihat-lihat counter makanan. James memutuskan untuk memilih nasi kuning dengan lauk ayam suir dan telur untuk makan siangnya. Sedangkan Celine, ia masih ragu untuk memilih makanan apa yang ingin dimakannya.


"Bang James, Celine mau puter-puter liat menu makanan lagi yah .... Bang James cari tempat duduk dulu aja. Nanti sekalian makanan Bang James Celine pesankan, " kata Celine akhirnya.


"Boleh. Tapi Celine janji ga boleh bayar yah!" kata James mengingatkan. Ia memang memiliki prinsip laki-laki lah yang harus keluar uang saat kencan, sekalipun ia tahu penghasilan Celine jauh lebih tinggi darinya.


Celine tersenyum mendengar peringatan James. "Siyaaappp, bos!" jawabnya sambil nyengir.


James tersenyum melihat respons Celine yang menghargai prinsipnya. Ia pun berbalik meninggalkan Celine yang masih mengitari counter-counter dan fokus mencari tempat duduk.


Setelah menemukan meja kosong, matanya kembali mencari Celine di jajaran counter yang terbentang. Terlihat Celine sedang memesan makanan di depan sebuah counter.


Tanpa sadar James tersenyum. Ia terkagum bagaimana waktu bisa mengubah seseorang. Teringatnya bagaimana Celine yang dulu begitu sulit hanya untuk diminta tolong memesankan sesuatu. Bandingkan dengan Celine yang sekarang, di mana ia bisa dengan santainya berkelana sendiri menjelajahi counter demi counter, bahkan mengajukan dirinya sendiri untuk memesankan makanan.


Woi, Bro .... Kalo terpesona dengan adek orang, jangan sampe bengong gitu juga kalee .... Kesurupan baru tau rasa lo !!


Sebuah suara bergaung di kepala James dan membuyarkan lamunannya. Ia teringat kata-kata Dion kala itu. Tiba-tiba James tertegun menyadari sesuatu. Ini kah alasan Dion memilihnya untuk menjaga adiknya? Jangan-jangan Dion sudah menyadari perasaannya yang tertarik pada Celine dari awal? Begitu kah?


James memandang ke langit seolah berharap bisa mendapat jawaban di sana. Terlihat awan bergerak tertiup angin. Mereka kemudian bergerombol membentuk sesuatu. Tampak seperti gambaran sebuah jempol yang teracung dalam pandangan James.


James pun tersenyum sendiri dengan kemampuan berimajinasinya. Entah itu jawaban Dion dari surga atau hanya khayalannya belaka. Lalu James mengalihkan perhatiannya dari langit dan kembali menatap Celine yang saat ini sedang berjalan ke arahnya.


Tolong jaga adikku, James ...


Kembali pesan terakhir Dion terngiang di kepalanya. Bedanya kali ini ia tidak mengeluh dan mempertanyakan alasan Dion memilihnya seperti sebelum-sebelumnya. Sekarang ia bisa menjawab pesan tersebut dengan penuh keyakinan.


Ashiaappp, bosss .... Tenang-tenang aja elo di atas sana .... Seumur hidup pun gua rela jagain adek lo, Di .... James menjawab dalam hatinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2