Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Direktur dan Guru


__ADS_3

Hari penyuluhan tiba. Pagi ini James dan Celine sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Celine sudah mengenakan blus hitam dan celana panjang berwarna abu-abu muda. Rambut panjangnya dikuncir satu ke belakang.


"Ma, menurut Mama penampilan Celine gimana?" tanya Celine pada Mama Ratna sambil menunjukkan penampilannya.


"Sip! Cantik, Lin .... Tapi ... apa ga lebih bagus kalo pake blazer? Biar lebih meyakinkan sebagai pengusaha, " jawab Mama Ratna.


Celine melirik James yang memakai kemeja abu-abu lengan panjang dan celana hitam. "Menurut Bang James, mending pake blazer kah?"


James melihat penampilan Celine sekilas, lalu menjawab, "Iya, Lin. Biar keliatan gaya direkturnya."


"Hmm .... Gitu yah ..." jawab Celine dengan raut wajah sedikit murung. Lalu ia kembali ke kamarnya untuk mengambil blazer.


Saat itu Mama Ratna mengerti. Celine sedang menyesuaikan penampilannya dengan penampilan James. Mungkin ia tidak ingin ada kesenjangan yang tajam antara penampilan dirinya dengan James. Tapi mau bagaimana lagi? Celine akan diperkenalkan sebagai direktur. Dan penampilan seorang direktur jelas harus berbeda dengan penampilan seorang guru, kan?


Celine keluar dari kamar dengan memakai blazer yang berwarna senada dengan celana panjangnya.


"Begini?" tanyanya lagi kepada Mama Ratna dan James.


"Nah .... Begitu kan keren! Sudah pas kalo dibilang pengusaha!" puji Mama Ratna. Sedangkan James hanya mengangkat jempolnya sebagai jawaban.


"Tapi tumben Celine pake celana, biasanya pake rok?" tanya Mama Ratna.


"Kan mau naek motor sama Bang James, " jawab Celine ringan.


James yang mendengar itu melongo. "Ma- mau bonceng sama Bang James?"


"Iya. Memang kenapa?" tanya Celine polos.


"Celine kan direktur. Masa boncengan sama Bang James? Kan aneh kalo diliat murid-murid, pembicara yang dibilang direktur malah boncengan sama gurunya. Nanti Celine Abang pesankan taksi online aja yah ..." jelas James.

__ADS_1


Celine mengernyitkan kening. "Kenapa begitu? Kenapa ga barengan aja? Ngapain buang-buang uang pesen taksi padahal tujuan kita sama? Memang direktur ga boleh boncengan naik motor sama guru?"


James mendadak sakit kepala. Ia bingung bagaimana harus menjelaskan pada Celine. Mama Ratna hanya bisa tersenyum kecut melihat kebingungan James.


Papa Heru tertawa. "Sudah, James .... Bareng aja. Sekali-kali beda pandangan sama publik kan ga ada salahnya. Toh yang dilakukan bukan hal yang salah, kan?"


James hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jujur ia merasa canggung kalau harus membonceng Celine. Tapi kalau ia menolak lebih dari ini, ia takut Celine tersinggung.


"Ya sudahlah. Sudah siap?" tanya James.


"Ayo!" jawab Celine sambil tersenyum.


James pun memakai jaket motor dan helmnya. Lalu ia memberikan helm lain untuk Celine. Ia naik ke atas motor, kemudian menyalakan mesinnya.


"Ayo naik!" katanya pada Celine.


"Pegang yang kencang yah!" ujar James.


"Jangan ngebut, James!" Papa Heru dan Mama Ratna mengingatkan.


"Celine berangkat Papa, Mama .... Doakan Celine dan Bang James yah ..." seru Celine sambil melambaikan tangannya.


"Iya. Sukses yah ..." kata kedua orang tua itu.


"James berangkat Ma, Pa ..." pamit James.


"Ya. Hati-hati!" balas keduanya.


Dan tak lama kemudian motor pun melaju meninggalkan rumah. Darah James berdesir ketika Celine melingkarkan lengannya ke pinggang James. Dadanya bergemuruh kencang. Ia hanya bisa berharap Celine tidak mendengar degup jantungnya ketika kepala Celine bersandar di punggungnya.

__ADS_1


Tolong aku untuk fokus biar kami bisa tiba dengan selamat, God .... James berdoa dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


FORUM Q and A


Hai ... Hai ... readers - ku thayank. Terima kasih atas dukungannya kepada author dan masih setia mengikuti novel ini sampai sekarang 🥰🙏


Dion : Hello readers ! Kita berjumpa lagi di forum Q and A. Pertanyaan kali ini berasal dari reader CA dan ditujukan ke author.


Bunyinya adalah: Judul novelnya kan Mengembalikan Senyum-Mu. Dan itu menceritakan kondisi Celine di awal ketika ditinggalkan kakaknya. Nah, sekarang Celine sudah sembuh, sudah bisa tersenyum dan ceria. Jadi, setelah episode Priscillia dan seterusnya, kesannya judulnya sudah ga relevan lagi dengan ceritanya dong?


Author : Wah .... Kamu kepikiran sampai segitunya? Hebat .... Detail sekali .... 👏👏👏


Oke .... Kalau mau mikir simple, penjelasannya begini .... Memang judul awalnya mengacu pada kondisi Celine yang kehilangan senyumnya akibat kematian Sang Kakak. Nah ... begitu memasuki episode Priscillia sampai sekarang, gantian senyum James yang menghilang 😅


Itu penjelasan versi ngasalnya sih .... 😬 Kalo ini versi seriusnya .... Seluruh cerita ini dimulai dari tekad James untuk mengembalikan senyum Celine. Sebuah tekad kecil yang awalnya mungkin terjadi akibat satu tindakan impulsif. Dan ternyata tekad itulah yang mengubah keseluruhan arah hidup James sampai bisa berkembang menjadi seperti sekarang ini.


Begitu penjelasannya. Dua-duanya relevan, kan? Jadi, yang mana yang lebih bisa kamu terima? 😬


Dion : Penjelasannya bisa dibagi dua versi gitu yah .... 🙄 Ada-ada aja lo, thor ! 😒


Author : Cari aman aja, Di .... 😁😅


Dion : Okelah kalau begitu! Semoga bisa diterima yah .... Untuk readers yang lain, masih ditunggu pertanyaan dan komentar kalian .... Sampai jumpa di lain kesempatan !! Bye - bye ! 👋


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2