Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
di Taman


__ADS_3

Pagi-pagi sekitar pukul 05.00, Mama Ratna sudah bangun dan menyiapkan makanan untuk bekal. Bunyi alat-alat masak yang beradu tanda adanya aktivitas di dapur, membuat satu-persatu penghuni rumah terbangun, lalu bergiliran mandi.


Celine yang ikut terbangun juga menyempatkan diri membantu Mama Ratna di dapur. Sedangkan para pria menyiapkan tikar yang mau dibawa sebagai alas duduk nanti.


Sekitar pukul 07.00, Papa Heru sudah memanaskan mesin mobil. Dan tak lama kemudian, keluarga Wijaya + Celine + furry siap meluncur ke area lokasi.


Sesampainya di sana, suasana alam yang indah dan udara yang bersih membuat mereka termangu sementara waktu. Taman itu cukup luas. Pohon-pohon yang rindang terjajar rapi di kiri-kanan jalan utama. Rumput hijau terhampar luas di tengahnya. Di ujung mata terpampang danau kebiruan dengan air yang memantulkan sinar matahari. Cantik sekali ....


Karena mereka datang cukup pagi, belum terlalu banyak orang di area taman itu. Jadi, mereka jalan-jalan dulu sebentar sambil mencari lokasi yang tepat untuk menggelar tikar. Sampai mereka menemukan sebuah pohon rindang yang sedikit agak jauh dari jalan utama di dekat danau. Di sana lah mereka menggelar tikar mereka.


Sebelum pergi tadi, mereka sempat mengisi perut sedikit. Jadi belum ada yang berminat menikmati bekal yang sudah disiapkan. Karena itu, tiap-tiap orang mencari kegiatan yang bisa dilakukan di taman itu.


Papa Heru dan Mama Ratna sudah cukup puas dengan duduk di atas tikar, mengulang waktu seperti masa pacaran. Anak-anak jadi merasa jengah dan tak berniat berada di antara mereka bak obat nyamuk.


Mata mereka terarah kepada sampan yang ada di tengah danau. Sontak mereka segera menuju ke sana, untuk mencoba membelah air dengan sampan. Mumpung hari masih pagi dan sinar matahari belum terik.


Celine tidak lupa membawa furry dalam gendongannya. Kemudian ia duduk di tengah sampan, diapit Alex yang duduk di depan dan James yang duduk di belakang. Para pria ini merelakan diri menjadi pendayungnya.

__ADS_1


Setelah memutari danau sekian kali dan merasakan tangan mereka mulai pegal mendayung, mereka pun menepikan sampan di pinggir danau. Lalu mereka beralih dengan mulai menjajaki area taman yang luas.


Selesai mengitari taman satu putaran, James sudah kelelahan. Maklum lah, staminanya tidak terlatih seperti Alex dan Celine yang rajin mengajak furry lari pagi. Ia pun kembali ke tikar dan menyiapkan hati menjadi obat nyamuk.


"Sudahan jalan-jalannya?" tanya Papa Heru begitu James di dekatnya.


"Sudah. Lelah." James menjawab pendek sambil mengambil sebotol minuman dan meneguknya.


"Alex dan Celine mana?" Gantian Mama Ratna bertanya.


"Tuh, masih bermain frisbee dengan furry, " jawab James sambil menunjuk satu area rerumputan luas. (noted: frisbee \= flying disc \= cakram plastik/ cakram terbang).


Tiba-tiba di tengah permainan, perhatian furry teralihkan pada segerombolan burung yang sedang mendarat di rerumputan. Furry spontan mengejar gerombolan burung tersebut dan membuat mereka beterbangan.


Celine yang kaget karena furry tiba-tiba lari menjauhi mereka, terpekik cemas dan berusaha mengejarnya. "Furry!!" pekiknya.


Alex yang melihat kejadian itu, spontan mengejar furry sambil berteriak menenangkan Celine, "Tenang!! Masih bisa Abang kejar, Lin!! "

__ADS_1


Kejadian itu sempat membuat ketiga penonton yang duduk di tikar, ingin membantu mengejar furry. Tapi jarak yang terlalu jauh dan kalimat Alex yang meyakinkan, membuat mereka mengurungkan niatnya dan lebih memilih memantau keadaan.


Adegan pengejaran singkat furry sempat terlihat. Alex dengan gesit mengejar furry, sedangkan Celine mengikutinya jauh di belakang. Rupanya furry pun tidak bisa mengalahkan kecepatan mantan kapten tim basket tersebut. Tidak lama kemudian, anjing kecil itu dengan mudah terciduk dan sudah pasrah berada dalam gendongan Alex.


Dengan berlari-lari kecil, Alex kembali mendekati Celine. Sedang Celine masih berusaha mengurangi jarak di antara mereka dengan napas yang sudah memburu.


Malang baginya, ia tak melihat akar pohon yang menjulur di bawahnya. Ia pun tersandung dan nyaris terjatuh. Untung Alex yang sudah ada di dekatnya dengan sigap bisa menangkap Celine, sehingga Celine terjatuh dalam pelukan Alex.


"Hahaha .... 'Furry' yang gede rupanya juga harus ditangkap nih ..." kata Alex menggoda Celine sambil mengelus kepala Celine dengan gemas.


Celine hanya bisa terdiam di pelukan Alex dengan pipi yang memerah padam. Sampai akhirnya Alex membantunya bangkit dan mereka kembali berjalan ke arah tikar keluarga.


Kejadian itu tak luput dari pemantauan ketiga orang yang duduk di tikar. Begitu sampai di dekat mereka, Mama Ratna langsung menanyakan keadaan Celine dan Alex yang sempat terlihat terjatuh tadi. Untung lah tidak ada yang terluka.


Sedangkan James, hanya bisa terdiam melihat sikap dan raut wajah Celine.


Mungkin Abang memang lebih banyak pengalaman dengan wanita dibandingkan aku. Tapi, Bang .... Kali ini sepertinya Abang yang salah. Sepertinya Celine tidak menganggap Abang hanya sebatas kakak, kata James dalam hati.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2