Mengembalikan Senyum-Mu

Mengembalikan Senyum-Mu
Disangka maling


__ADS_3

James turun di Stasiun X. Kemudian ia menghampiri petugas stasiun, memperlihatkan kertas bertuliskan alamat yang ada di tangannya, lalu menanyakan seberapa jauh jarak alamat rumah tersebut dari stasiun ini. Petugas menjawab jaraknya hanya sekitar 10-15 menit jika ditempuh dengan taksi, yang berarti tidak begitu jauh.


Lalu James memesan taksi online dan tak lama taksi tersebut pun datang.


"Alamatnya sesuai aplikasi kan, Pak?" tanya Si Sopir taksi.


"Iya, Pak, " jawab James pendek sambil memasuki taksi.


Sambil mulai menjalankan mobilnya, Si Sopir bertanya lagi, "Bapak ingin berkunjung ke keluarga Adipratama?"


"Lo, Bapak tau?" tanya James agak terkejut.


"Oh .... Jelas tau, Pak .... Keluarga Adipratama kan keluarga ternama di kota ini. Bisnisnya ada di mana-mana, Pak. Semua orang di kota ini, pasti tau kalo ditanya tentang keluarga tersebut." Si Sopir menjelaskan dengan bersemangat.


James memang sudah mengira kalau Dion berasal dari keluarga kaya, tapi dia tidak menyangka kalau keluarganya sampai seterkenal itu. Menyadari hal ini, membuat James makin gugup. Dia datang tanpa persiapan sama sekali. Dia tidak tau harus bagaimana berbicara dan bersikap. Dan ketika James masih bergumul dalam hatinya, taksi yang ditumpanginya sudah berhenti di alamat yang dituju.


James terperangah memandang bangunan di depannya. Sebuah rumah besar nan mewah, bernuansa putih, dengan pagar dan tembok tinggi menjulang yang mengelilinginya. Baru kali ini ia melihat rumah sebesar ini secara langsung. Selama ini, ia melihat yang seperti ini hanya dari internet.


Ketika ia dengan penuh keraguan mencari tombol bel di sekitar pagar, seorang satpam menegurnya.

__ADS_1


"Hei, kamu! Ngapain ngintip-ngintip? Tingkahmu mencurigakan sekali. Mau maling yah?" kata Si Satpam main nuduh.


"Eh .... Jangan asal nuduh, Pak. Bapak security rumah ini?" James balik bertanya.


"Kalau iya, memang kenapa?" sahut Si Satpam galak.


"Kalau saya liat Bapak, ngapain juga saya ngintip-ngintip cari bel sendiri? Mending langsung nanya kaleee .... Orang saya niat bertamu kok, " jawab James agak emosi.


"Kalau kamu liat saya, pasti kamu ga jadi ngintip! Kamu akan buru-buru kabur! Mana ada tamu yang tingkahnya mencurigakan, seperti yang kamu lakukan barusan?!" balas Si Satpam sambil melihat penampilan James dari atas ke bawah.


Dia tidak percaya pemuda di depannya adalah tamu keluarga Adipratama. Selama ini, tamu-tamu keluarga Adipratama pasti selalu berpenampilan rapi, anggun, dan modis. Selain itu, mereka semua selalu datang ke rumah ini dengan menggunakan mobil mewah. Nah ... yang ini apa??!! Sungguh tak bisa dipercaya!!!


"Sudah! Sini! Kamu ikut saya aja! Dasar maling kelas teri!" sahut Si Satpam sambil mencekal lengan James.


Mendengar James mengenal nama Mbok Yani dan Nona Mudanya, Si Satpam mulai goyah. Tapi .... TIDAK! Hampir semua orang di kota ini mengenal keluarga ini! Bisa jadi ini akal-akalan pemuda ini saja.


James yang melihat Si Satpam sepertinya masih mencurigainya, langsung mengeluarkan HP-nya dan menelepon Mbok Yani. "Sebentar yah, Pak. Biar saya telepon Mbok Yani langsung."


"Halo?" Untunglah Mbok Yani menjawab panggilannya.

__ADS_1


"Halo, Mbok .... Selamat sore. Ini James, temannya ... Dion, " sahut James yang masih sulit menyebutkan gelar 'almarhum' untuk Dion.


"Selamat sore, Nak James .... Ada apa menelepon Mbok?" tanya Mbok Yani ramah.


"Saya ada di depan rumah keluarga Adipratama, Mbok .... Saya lagi dicegat satpam disangka maling. Mbok bisa keluar dari rumah untuk menolong saya?" tanya James dengan mata penuh sindiran ke Bapak Satpam.


"Oalah .... Iya ... iya .... Tunggu sebentar ..." sahut Mbok Yani langsung mematikan teleponnya.


Tak lama, terlihat Mbok Yani dengan tergopoh-gopoh keluar dari rumah dan mendekat ke arah James.


"Oalah .... Sudah lama Nak James disini? Kok tidak kabari Mbok dulu kalau mau kemari?" tanya Mbok Yani begitu tiba di depan James.


"Maaf, Mbok. Bikin rencananya emang dadakan," jawab James sambil nyengir.


Mbok Yani kemudian menengok ke arah Si Satpam, "Pak Dino, Nak James ini benar teman Nona Celine. Lain kali, langsung dipersilakan masuk saja yah ...."


"Oh, iya .... Baik, Mbok!" sahut Pak Satpam yang rupanya bernama Dino. Cocok namanya sama orangnya. Badannya besar, galak pula! Persis dinosaurus jenis T-Rex, kata James dalam hati.


"Ayo .... Langsung masuk aja, Nak James ..." kata Mbok Yani mempersilakan masuk.

__ADS_1


"Iya, Mbok. Permisi yah, Pak Dinooo ..." ucap James sambil memandang Si Satpam dengan senyum penuh kemenangan. Pak Dino hanya bisa mendongkol melihat sikap James yang menyebalkan.


...****************...


__ADS_2