
Keesokan harinya, Priscillia tidak masuk sekolah. Gosip tentang Priscillia pelan-pelan menyebar ke seluruh sekolah. Tentu saja pergunjingan dimulai dari teman-teman sekelas yang melihat peristiwa Priscillia pingsan, atau yang sempat melihat bagaimana rupa Priscillia saat itu, walaupun sekilas.
Gosip lalu ditambahkan oleh para saksi mata dan saksi telinga yang melihat kedatangan Ibu Ketua Yayasan serta mendengar ocehan beliau. Sedikit-banyak mereka jadi mengetahui penyakit Priscillia. Lalu, dengan menggunakan ilmu cocoklogi, disambungkanlah semua berita itu sehingga terciptalah berbagai rumor tentang Priscillia.
Hari ini James mengajar kelas XI IPA di jam pelajaran terakhir. Suasana kelas lebih hening dari biasanya. Tidak ada pertanyaan-pertanyaan jebakan Batman yang memancing diskusi atau yang membuat kelas gaduh. Hal ini wajar, karena biasanya yang memancing suasana dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu adalah Geng Princess. Dan saat ini, Geng Princess sedang lesu tanpa kehadiran Priscillia.
Sampai bel tanda pulang sekolah berbunyi. Siswi-siswi mulai meninggalkan area sekolah, kecuali mereka yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Para guru seperti biasa tetap di sekolah sampai dengan pukul 15.00, kecuali guru yang menjadi pembina ekskul karena harus membimbing siswi sampai kegiatan ekskul selesai.
"Hari ini apa Priscillia masuk, Pak?" tanya Pak Joseph kepada James, setelah ia kembali ke meja kerjanya di ruang guru. Pak Joseph tahu kalau James baru kembali dari mengajar di kelas XI IPA.
"Tidak, Pak. Priscillia absen," jawab James.
Mendengar itu, Pak Joseph hanya bisa menghela napas. Terlihat kekhawatiran pada wajahnya. Memang, sampai saat ini belum ada putusan dari Ketua Yayasan mengenai nasib Pak Joseph. Mungkin mereka mau melihat keadaan Priscillia lebih dahulu sebagai bahan pertimbangan. Atau mungkin juga ada hal lain, tidak ada yang tahu alasannya.
James bersimpati dengan keadaan Pak Joseph. Ia tahu benar perasaannya, karena ia pun sempat berpotensi mengalami hal serupa, ketika pertama kali Priscillia meminta kepadanya untuk tidak membuka gorden di ruang BK (eps. 40 - Adu Mulut ).
Andaikan saat itu ia mengeraskan hati, menganggap permintaan Priscillia hanyalah pepesan kosong yang tidak perlu digubris, bisa jadi ia tidak akan mengikuti permintaan Priscillia dan melakukan hal sebaliknya. Karena pada dasarnya, saat itu pun ia mungkin berpikir sama seperti Pak Joseph.
"Kita tunggu saja dan doakan semoga yang terbaik terjadi, Pak." James mencoba menghibur Pak Joseph.
"Ya. Semoga," jawab Pak Joseph pendek.
__ADS_1
Setelah terdiam beberapa saat, Pak Joseph kembali membuka mulutnya.
"Pak James, boleh saya minta tolong?" tanyanya pada James.
"Tentu saja, kalau saya bisa tolong," tegas James.
"Jika Priscillia nanti sudah masuk, boleh tolong Bapak memfasilitasi pertemuan kami? Saya ingin bicara dengan dia. Bagaimanapun, saya belum meminta maaf dengan layak karena sudah berprasangka yang bukan-bukan padanya hingga hal ini bisa terjadi," kata Pak Joseph dengan nada bersalah.
James tertegun. Ia tak menyangka ternyata itu yang menjadi pokok pikiran Pak Joseph. Ia pikir Pak Joseph sedang memikirkan nasibnya kelak, seperti apakah ia masih diizinkan mengajar di sekolah ini atau tidak.
Rupanya pikiran James bisa dibaca oleh Pak Joseph. Ia tersenyum melihat reaksi James.
"Bukan saya tidak mengkhawatirkan nasib saya, Pak. Siapa sih yang ga khawatir kalau ancamannya bisa dipecat? Mana cari kerja juga susah.
Ditambah lagi setelah saya tahu, ternyata penyakitnya juga bisa membahayakan nyawa. Saya makin merasa bersalah. Jadi, kalau dia bisa kembali bersekolah seperti biasa, saya sudah sangat bersyukur," kata Pak Joseph menceritakan isi hatinya.
James terdiam mendengar ucapan Pak Joseph. Kali ini ia juga belajar, jangan semudah itu berprasangka buruk pada orang lain hanya berdasarkan apa yang tampak di luar. Kita tidak tahu apa yang mereka alami, apa yang mereka pikirkan, dan apa yang mereka rasakan.
"Ya, Pak. Nanti saya bicarakan padanya setelah dia masuk. Kita doakan saja, semoga hal itu bisa segera terjadi ya, Pak," jawab James akhirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
FORUM Q and A
Hai ... Hai ... readers - ku yang baik dan setia. Terima kasih selalu mendukung author dan mengikuti novel ini sampai sekarang 🥰🙏
Dion : Hello readers ! Kita berjumpa lagi di forum Q and A. Pertanyaan kali ini berasal dari reader RR.
Sebenarnya pertanyaan ini ditujukan ke Celine. Tapi kita tau sendiri kan, kalo Celine orangnya pemalu. Jadi, doski ga bisa kuundang kesini. Jadi, biar diwakili author aja yah.
Pertanyaannya adalah: Waktu Celine pergi ke tempat kerja James dan bertemu Priscillia, kok reaksinya kayaknya biasa banget? Padahal sebelumnya kan diceritakan, gimana emosinya dia sampe ngatain Priscillia jahat. Belum lagi, dia kayaknya uda cemburu gitu. Jadi kan bikin ragu, sebenarnya Celine cemburu ga sih?
Author : Wah .... Kamu perhatian sekali sama Celine. Suka Celine yah ?? 🤭 Sebagai author, saya wakilkan ucapkan terima kasih dari Celine yah .... 😊🙏
Karakter Celine kan pemalu, jadi walaupun dia tidak suka Priscillia dan menganggap Priscillia jahat, ga mungkin dia tunjukkan di depan orangnya. Apalagi kalo mengharapkan adegan adu mulut atau tingkah permusuhan lainnya, jelas itu tidak mungkin.
Saat itu, Celine lebih fokus mengatur perasaan dan meningkatkan keberaniannya untuk bertemu dan menghadapi orang lain. Jadi, menurut author, respons Celine sudah cocok dengan karakter dan pola pikirnya sih ....
Kalau ditanya Celine benar cemburu atau ga ... cemburu ga yahhhh??? 😁 Diikuti aja sampai akhir ceritanya yah. Nanti juga kejawab kok. Saat ini yang bisa author tegaskan, Celine memang menyimpan dan memikirkan sesuatu. James juga sadar itu. Tapi belum dibahas. Jadi, biarkan saat ini hanya author dan Celine yang tau sampai waktunya kenyataan dibukakan yah.... 😁
Dion : Hmmm ... iya sih, biar ga dibilang spoiler juga kan? Jadi jangan tanya aku juga ya, reader RR .... 🤭
__ADS_1
Untuk readers yang lain, masih ditunggu pertanyaan dan komentar kalian yah.... Sampai jumpa lagi!! Bye -bye ! 👋
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...