
Jumat Malam di PKW, Papa Heru membuka diskusi untuk rencana acara keluarga esok hari.
"Yuk .... Kita jalan-jalan acara keluarga. Sudah lama juga, kan? Ada ide mau ke mana?" tanya Papa Heru.
"Pantai kayaknya asyik." Alex yang mengusulkan pertama kali.
"Piknik kayak di taman gitu juga boleh. Nanti Mama yang buatin bekalnya." Mama Ratna ikut memberi usulan.
" Furry ...." Celine ikut bersuara.
Semua anggota keluarga mendadak tersenyum mendengar Celine sudah berani membuka suaranya di forum PKW.
"Iya, nanti kita cari tempat di mana furry boleh ikut yah ..." jawab Papa Heru. Celine mengangguk dan tersenyum manis pada Papa Heru.
"Ayo, James! Ini keahlianmu nih. Cari tempat hiburan yang boleh bawa masuk binatang peliharaan!" perintah Papa Heru.
"Siappp, bosss!! " James langsung mengeluarkan gadgetnya dan bermain dengan jarinya.
Tanpa menunggu lama, James sudah siap dengan temuannya.
"Nih .... Ada Pantai P. Pantainya cantik, bersih, boleh membawa binatang peliharaan ke sini. Ah .... Taman T juga boleh. Banyak pohonnya, jadi ga panas. Recommended buat tempat piknik. Banyak pecinta anjing yang bawa anjingnya jalan-jalan di sini. Ada juga Mal M. Selain bisa belanja, di dalamnya ada taman bermain khusus anjing. Hayo, jadi mau pilih yang mana?"
"Kalau Mal, Papa kayaknya ga setuju deh. Kita ganti suasana yang alami lah .... Jangan liat gedung mulu. Papa pilih pantai aja. Uda lama juga ga ke pantai." Papa Heru menanggapi pilihan James.
__ADS_1
"Setuju sama alasan Papa. Kita back to nature aja. Tapi James pilih taman, soalnya sekarang musim panas. Bisa gosong kalo kelamaan main di pantai musim begini." James ikut memberi pendapat.
"Aish .... Dasar anak mami! Sama matahari aja takut." Ledek Alex mendengar pendapat James.
"Emang anak mami. Masa anak tetangga?" sahut James ga mau kalah, sambil menjulurkan lidah ke abangnya.
"Sudah! Sudah! Padahal uda pada kerja, kelakuan masih kayak bocah. Hmm .... Skornya dua sama nih .... Jadi ... yang belum berpendapat tinggal ...." Mama Ratna sengaja menggantung omongannya. Setelah itu, semua mata berpindah menatap Celine. Celine yang ditatap mendadak dari semua penjuru jadi gelagapan dan langsung menundukkan wajahnya.
Semua anggota keluarga hanya diam menunggu jawaban Celine dengan kompak. Mereka punya niat yang sama, agar Celine berani mengutarakan pendapatnya. Tak ada satu pun dari mereka yang membujuk atau mengarahkan Celine untuk mendukung pilihannya. Semua membiarkan Celine memilih sendiri.
Tetapi, sudah ditunggu sekian detik, jawaban tak kunjung keluar dari mulut Celine. Karena itu, Mama Ratna mencoba menenangkan Celine. "Gapapa, Lin .... Utarakan saja yang Celine mau. Ga akan ada yang marah kok ...."
Akhirnya, dengan agak terbata-bata dan masih tertunduk, Celine membuka suaranya, "Papa .... Bang Alex .... Maaf ... Celine pilih ke taman."
"Seperti yang Mama bilang, gapapa kok, Lin. Ga perlu minta maaf. Celine ga salah hanya karena punya pilihan yang beda. Justru harus begitu anak Papa Heru. Harus berani berpendapat. Makasih yah ... Celine uda pikirin perasaan kami, " kata Papa Heru sambil mengelus kepala Celine.
"Iya, Lin .... Santai aja. Bang Alex juga oke-oke aja ke taman." Alex ikut menenangkan Celine.
Mendengar dan melihat sikap Papa Heru dan Bang Alex demikian, membuat Celine agak tenang dan mulai mengangkat sedikit kepalanya. Matanya melirik Papa Heru dan Bang Alex bergantian, untuk memastikan kalau mereka benar-benar tidak marah ataupun kecewa.
Melihat sikap Celine yang seperti ini, ada sedikit perasaan sedih yang dirasakan James. Begitu sulitnya Celine mengutarakan pendapatnya, bisa jadi merupakan akibat tak langsung dari sikap otoriter Tuan Adipratama selama ini. Ia bersyukur keluarganya menjunjung tinggi asas demokrasi. Dan kembali ia bersyukur, Celine sekarang berada di tengah-tengah keluarganya.
Tetapi Mama Ratna yang kepo, tidak cukup puas kalau belum mengorek isi hati Celine lebih jauh. Sambil merangkul Celine, Mama Ratna pun bertanya, "Jadi, kami boleh tau ga, alasan Celine memilih taman daripada pantai?"
__ADS_1
Kembali pertanyaan itu membuat semua mata mengarah kepada Celine dan membuat Celine tertunduk kembali bak siput. Semuanya penasaran akan alasan Celine.
Karena diteror dengan tatapan-tatapan menuntut jawaban, dengan terpaksa Celine kembali memberanikan diri menjawab, "Celine ... ga suka panas."
Sontak James tertawa lepas mendengar jawaban Celine. "Yeiyyyy !!! Gua ama Celine sama-sama anak mami! Cuma Abang yang anak tetangga! Wkwkwk ...."
Mendengar perkataan James, Alex langsung memonyongkan bibirnya. Papa Heru kembali menggelengkan kepala melihat tingkah kedua putranya.
Sedangkan Mama Ratna memeluk Celine lebih erat sambil berbisik, "Memang Celine anak Mama. Pilihannya pun sama. Kita tos?"
Sebagai jawaban, Celine mengangkat tangannya yang segera disambut oleh Mama Ratna.
"Sudah .... Sudah .... Jadi kesimpulannya, kita besok berangkat jam 8 pagi yah? Setuju?" tanya Papa Heru berusaha mengakhiri pembicaraan.
"Iya, Pa. Biar ga kesorean pulangnya. Jam 5 Alex harus uda ada di rumah. Ada janji jam 6 mau keluar sama teman, " jawab Alex.
Deg! James teringat pembicaraan Alex beberapa hari yang lalu. Sabtu besok rupanya janjian kencan mereka.
Dengan hati-hati, ia melirik ke arah Celine. Ia memperhatikan apakah ada perbedaan ekspresi di wajahnya ketika mendengar perkataan Alex.
Tetapi ternyata tidak. Celine bersikap biasa saja. Tanpa sadar, James membuang napas lega.
...****************...
__ADS_1